goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Antisipasi Risiko ISPA di Tengah Ancaman Cuaca Panas Ekstrem dan El Nino

Ding BalangDiterbitkan 9 Agu 2026 - 08.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Antisipasi Risiko ISPA di Tengah Ancaman Cuaca Panas Ekstrem dan El Nino
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Fenomena El Nino dan cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini membawa dampak kesehatan yang cukup serius bagi masyarakat luas. Lonjakan suhu udara yang terjadi secara drastis tidak hanya memicu ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dampak buruk dari perubahan cuaca yang ekstrem ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak, terutama karena peningkatan suhu yang signifikan secara langsung memengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh manusia dalam menghadapi paparan lingkungan.

Terkait hal tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, cuaca panas ekstrem memiliki dampak langsung terhadap saluran pernapasan manusia. Kondisi saluran napas yang terganggu akibat paparan panas ekstrem inilah yang kemudian meningkatkan kerentanan seseorang terhadap serangan ISPA. Kerentanan ini menjadi semakin mengkhawatirkan mengingat struktur ketenagakerjaan di Indonesia, di mana pekerja sektor informal yang rentan masih sangat mendominasi dengan persentase mencapai 59,30%. Para pekerja informal ini sering kali harus beraktivitas langsung di luar ruangan di bawah terik matahari, sehingga risiko mereka terpapar penyakit menjadi jauh lebih tinggi.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Untuk meminimalkan risiko kesehatan di bawah sengatan cuaca ekstrem ini, Tjandra Yoga Aditama, yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, menyarankan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebugaran tubuh mereka. Langkah ini dapat dicapai melalui tiga pilar utama, yaitu konsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Selain menjaga kebugaran, kecukupan asupan air minum juga menjadi hal yang sangat krusial guna mencegah bahaya dehidrasi di tengah cuaca yang menyengat. Di samping itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kebiasaan merokok, tidak menggunakan kendaraan bermotor yang mengeluarkan asap hitam, serta tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan terbuka agar kualitas udara tidak semakin memburuk. Kewaspadaan ekstra juga harus diarahkan kepada anak-anak, karena kelompok usia ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena serangan heat stroke dibandingkan orang dewasa akibat sistem regulasi suhu tubuh mereka yang belum sempurna.

Baca Juga

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Selain langkah pencegahan secara individu, penanganan dampak cuaca panas ekstrem ini juga membutuhkan kesiapan dan respons cepat dari pihak pemerintah. Tjandra mendesak pemerintah, khususnya di wilayah DKI Jakarta, untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi yang nyata. Hal ini mencakup penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan sarana diagnostik serta obat-obatan yang lengkap, hingga kesiapan rumah sakit untuk mengantisipasi pasien rawat inap. Di tingkat nasional, langkah mitigasi juga ditekankan oleh Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, yang menyoroti pentingnya pelaksanaan operasi satgas darat dan pendinginan lahan gambut secara intensif guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada saat yang sama, Amnesty International Indonesia turut mendesak pemerintah agar segera melakukan mitigasi terhadap panas ekstrem akibat El Nino 2026 yang telah memicu krisis air bersih di wilayah Jawa Barat.

Ancaman cuaca panas ekstrem di dalam negeri ini sejalan dengan tren pemanasan global yang sedang melanda berbagai belahan dunia. Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) melaporkan bahwa Eropa Barat telah mengalami bulan Juni terpanas pada tahun 2026. Secara global, suhu bumi bahkan telah mencapai rekor tertinggi kedua akibat pemanasan yang terjadi di wilayah lautan maupun daratan. Dampak fatal dari kenaikan suhu yang ekstrem ini telah memakan korban jiwa di benua Eropa. Di Italia, sebanyak tiga kematian dilaporkan akibat panas ekstrem, dan 27 kota di negara tersebut telah ditetapkan dalam status siaga panas tertinggi. Sementara itu, pada paruh kedua Juni, tercatat sekitar 2.000 kematian dini di Prancis, 1.740 kematian di Belgia, 6.800 kematian di Jerman, dan 480 kematian di Belanda. Dampak suhu ekstrem ini bahkan mengganggu operasional industri energi, seperti yang terjadi pada perusahaan listrik Prancis, EDF, yang terpaksa menghentikan operasional PLTN Golfech akibat lonjakan tajam suhu di Sungai Garonne demi melindungi kelangsungan ekosistem sungai tersebut.

Baca Juga

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Melihat data global yang menunjukkan betapa parahnya dampak dari cuaca panas ekstrem, upaya mitigasi dan antisipasi di tingkat lokal menjadi hal yang tidak boleh ditunda lagi. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran fisik, mengonsumsi air minum yang cukup, serta menghindari aktivitas yang dapat memperburuk polusi udara merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini. Tanpa adanya langkah antisipasi yang terintegrasi dan komprehensif dari pemerintah serta kesadaran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, risiko penyebaran ISPA di tengah ancaman El Nino akan terus mengintai kelompok-kelompok yang paling rentan, terutama anak-anak dan pekerja sektor informal yang sehari-hari berjuang di jalanan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El NinoKesehatan MasyarakatISPA

Berita Terbaru Lainnya

Langkah IAEI dan KNEKS Perkuat Tata Kelola Ekonomi Syariah NasionalPanduan Belanja Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Syarat, Ketentuan, dan Daftar Harga PromoPerusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga MinyakKetegangan Selat Hormuz Meningkat Setelah Kapal Tanker UEA Diserang RudalPramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKIAlasan di Balik Pembongkaran JPO Love-Hate Relationship di Jalan HR Rasuna SaidFakta dan Perkembangan Terkini Penemuan 996 Senjata di Sekolah Swasta Pondok PinangRencana PHK Massal Standard Chartered dan Dampak Kecerdasan Buatan Terhadap Tenaga Kerja

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026