Fenomena El Nino dan cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini membawa dampak kesehatan yang cukup serius bagi masyarakat luas. Lonjakan suhu udara yang terjadi secara drastis tidak hanya memicu ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dampak buruk dari perubahan cuaca yang ekstrem ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak, terutama karena peningkatan suhu yang signifikan secara langsung memengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh manusia dalam menghadapi paparan lingkungan.
Terkait hal tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, cuaca panas ekstrem memiliki dampak langsung terhadap saluran pernapasan manusia. Kondisi saluran napas yang terganggu akibat paparan panas ekstrem inilah yang kemudian meningkatkan kerentanan seseorang terhadap serangan ISPA. Kerentanan ini menjadi semakin mengkhawatirkan mengingat struktur ketenagakerjaan di Indonesia, di mana pekerja sektor informal yang rentan masih sangat mendominasi dengan persentase mencapai 59,30%. Para pekerja informal ini sering kali harus beraktivitas langsung di luar ruangan di bawah terik matahari, sehingga risiko mereka terpapar penyakit menjadi jauh lebih tinggi.








