goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Rencana Kenaikan Kelas KBMI II Bank Neo Commerce dan Target Kinerja BBYB

Ding BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 01.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Kenaikan Kelas KBMI II Bank Neo Commerce dan Target Kinerja BBYB
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri perbankan nasional untuk memperkuat struktur permodalannya. Salah satu langkah yang diimbau oleh regulator adalah agar bank yang berada di kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I segera melakukan peningkatan kelas menjadi KBMI II. Imbauan peningkatan modal dari OJK ini turut menjadi perhatian penting bagi PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), atau yang dikenal juga dengan nama BNC di kalangan masyarakat. Sebagai salah satu bank digital yang dimiliki oleh perusahaan teknologi finansial Akulaku, BNC kini tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk merespons imbauan tersebut secara seksama di bawah kepemimpinan Direktur Utama Eri Budiono.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Untuk dapat naik kelas ke kategori KBMI II, sebuah bank diwajibkan memiliki modal inti minimum yang berada di rentang Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Tantangan tersendiri bagi BNC terlihat dari posisi permodalan terbarunya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang berakhir pada periode 30 Juni 2026, modal inti minimum yang dimiliki oleh BNC tercatat baru mencapai sebesar Rp4,09 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih yang cukup signifikan yang harus dipenuhi oleh bank digital ini agar dapat mencapai batas bawah ketentuan permodalan KBMI II yang telah ditetapkan oleh regulator perbankan Indonesia.

Menyikapi kondisi permodalan tersebut, Direktur Utama BNC Eri Budiono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan mendalam mengenai rencana kenaikan kelas ini dengan para pemegang saham pengendali. Walau demikian, BNC mengakui bahwa saat ini belum ada lini masa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan untuk mengejar target pemenuhan modal inti sebesar Rp6 triliun tersebut. BNC menyatakan bahwa mereka masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari OJK sebelum mengeksekusi langkah kenaikan kelas ke KBMI II secara konkret. Untuk mendukung pencapaian target modal inti tersebut di masa depan, manajemen BNC menyatakan sikap terbuka terhadap berbagai opsi penambahan modal maupun pelaksanaan aksi korporasi lainnya.

Baca Juga

Cara Kadin dan Pengusaha Menyikapi Arahan Presiden Prabowo Terkait Geopolitik

Cara Kadin dan Pengusaha Menyikapi Arahan Presiden Prabowo Terkait Geopolitik

Di tengah upaya pemenuhan modal inti ini, BNC tetap menunjukkan perkembangan kinerja keuangan yang positif. Sepanjang semester pertama tahun 2026, BNC berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp294,85 miliar. Angka laba ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,81% jika dibandingkan secara tahunan. Di sisi lain, bank digital ini masih dihadapkan pada tantangan pencatatan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya, yang nilainya mencapai Rp1,59 triliun. Manajemen BNC berkomitmen untuk terus mengupayakan kinerja operasional yang optimal agar dapat menutup saldo defisit tersebut secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2027 mendatang.

Kinerja keuangan BNC pada semester I-2026 juga didukung oleh beberapa indikator penting lainnya dalam neraca keuangan perusahaan. Total aset yang dimiliki BNC pada periode tersebut tercatat mencapai Rp17,45 triliun. Selain itu, upaya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh perusahaan berhasil menyentuh angka Rp12,30 triliun. Dari total DPK tersebut, komponen dana tabungan nasabah mengalami peningkatan menjadi Rp3,39 triliun, yang menandakan adanya pertumbuhan sebesar 2,10% secara tahunan. Peningkatan dana pihak ketiga ini turut menyokong kinerja pendapatan bunga bersih perseroan yang tercatat mencapai Rp1,11 triliun pada paruh pertama tahun 2026.

Baca Juga

Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit pada 2028 dan Buka Peluang Dividen

Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit pada 2028 dan Buka Peluang Dividen

Selain dari pendapatan bunga, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income BNC juga mencatatkan hasil pertumbuhan yang positif. Pada semester I-2026, pendapatan komisi BNC mengalami kenaikan menjadi Rp59,66 miliar, yang berarti tumbuh sebesar 6,77% secara tahunan. Kombinasi antara pertumbuhan laba bersih, peningkatan dana pihak ketiga, dan diversifikasi pendapatan operasional menjadi modal dasar yang kuat bagi BNC dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya. Meskipun tantangan pemenuhan modal inti untuk masuk ke kategori KBMI II masih membutuhkan waktu dan keputusan strategis bersama pemegang saham pengendali, kinerja keuangan yang stabil diharapkan dapat mempermudah langkah korporasi BNC ke depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKBank Neo CommerceBBYBKBMI IIEri BudionoAkulaku

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menangkal Taktik Devide et Impera Modern demi Melindungi Kekayaan AlamProfil Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung, Fasilitas dan Program PendidikanFakta Lengkap dan Sistem Penjurian Blue Dragon Series Awards 2026Memahami Perkembangan Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya LayInspirasi Kata-Kata dan Caption Selamat Datang Agustus 2026 untuk Menyambut HUT ke-81 RICara Mengetahui Hasil Semifinal MSC MLBB 2026 dan Tim yang Lolos Babak FinalPenjelasan Hasan Nasbi Terkait Hak Pemerintah Mengkritik Balik Kelompok Londo IrengCara Kadin dan Pengusaha Menyikapi Arahan Presiden Prabowo Terkait Geopolitik

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap