goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Cara Menangkal Taktik Devide et Impera Modern demi Melindungi Kekayaan Alam

Ding BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 02.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menangkal Taktik Devide et Impera Modern demi Melindungi Kekayaan Alam
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra mengingatkan bahwa taktik pecah belah atau devide et impera bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah. Taktik pengadu domba ini masih terjadi secara nyata hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan saat berpidato di hadapan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. Mantan menteri pertahanan ini menjelaskan bahwa kelimpahan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sering kali memicu rasa iri dari pihak luar, yang sesuai dengan hukum manusia maupun hukum alam. Kondisi inilah yang membuat Indonesia selalu menjadi sasaran selama ratusan tahun. Berdasarkan pandangan tersebut, terdapat beberapa panduan tentang bagaimana cara mengenali serta menyikapi ancaman devide et impera di era modern agar kekayaan bangsa tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak pencari untung.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama dalam menghadapi ancaman ini adalah dengan mengenali niat pihak luar yang ingin mengambil keuntungan dari sumber daya alam. Presiden Prabowo menilai bahwa banyak pihak yang sengaja ingin mengadu domba bangsa. Negara-negara yang kaya akan sumber daya alam sering kali menjadi sasaran pihak-pihak yang mencari keuntungan lewat memancing keributan. Kondisi ini membuat negara-negara kaya tersebut seolah-olah mendapat kutukan karena terus-menerus diganggu. Dengan menyadari bahwa devide et impera itu nyata, masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai upaya provokasi yang bertujuan memecah belah persatuan demi menguasai kekayaan alam nasional. Kesadaran akan ancaman adu domba ini menjadi fondasi penting bagi seluruh elemen bangsa.

Baca Juga

Mencegah Penipuan Travel Umrah dan Memastikan Keberangkatan Jemaah dengan Aman

Mencegah Penipuan Travel Umrah dan Memastikan Keberangkatan Jemaah dengan Aman

Langkah kedua adalah memetik pelajaran dari kawasan lain yang memiliki kekayaan alam serupa namun terjebak dalam konflik berkepanjangan akibat campur tangan pihak luar. Dalam pidatonya, Prabowo memberi contoh kawasan Timur Tengah yang sangat kaya akan minyak, gas, dan mineral. Di kawasan tersebut, perang terus berkecamuk hingga ratusan tahun lamanya akibat perebutan sumber daya. Berkaca dari kondisi di Timur Tengah, Indonesia yang termasuk negara sangat besar dan kaya harus selalu mawas diri. Kekayaan yang melimpah terbukti menimbulkan rasa iri dari bangsa asing yang pernah menjajah selama ratusan tahun. Dengan mempelajari sejarah dan dinamika negara-negara kaya sumber daya alam di kawasan lain, bangsa Indonesia dapat merumuskan langkah antisipasi yang lebih baik.

Langkah ketiga untuk menangkal taktik pecah belah adalah dengan memperkuat kerja sama ekonomi dari tingkat daerah hingga nasional. Peningkatan kesejahteraan ekonomi dapat menjadi benteng pertahanan yang kuat dari upaya adu domba. Hal ini tecermin dari antusiasme sekitar 150 pengusaha yang tampak hadir pada undangan pidato di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat pekan ini. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sangat diperlukan agar pengelolaan sumber daya alam dapat membawa manfaat maksimal bagi kemakmuran rakyat serta mencegah celah masuknya pihak-pihak yang ingin memancing keributan.

Baca Juga

Pembentukan Koalisi Keberlanjutan Media Menjawab Tantangan Jurnalisme Masa Depan

Pembentukan Koalisi Keberlanjutan Media Menjawab Tantangan Jurnalisme Masa Depan

Langkah keempat adalah memastikan adanya representasi dan diskusi yang merata di seluruh wilayah Indonesia guna mempersempit kesenjangan. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakire, mengatakan bahwa seluruh pimpinan Kadin dari 38 provinsi menghadiri undangan Presiden Prabowo. Kehadiran perwakilan dari seluruh provinsi ini sangat penting karena mereka ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah. Dengan merangkul seluruh pimpinan daerah, upaya peningkatan ekonomi dapat dilakukan secara inklusif. Ketika seluruh daerah merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi, celah bagi pihak luar untuk menerapkan devide et impera akan semakin tertutup, sehingga keutuhan bangsa dapat terus terjaga di tengah ancaman global.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoEkonomi DaerahKadin IndonesiaDevide et ImperaSumber Daya Alam

Berita Terbaru Lainnya

Mencegah Penipuan Travel Umrah dan Memastikan Keberangkatan Jemaah dengan AmanDaftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 1 Agustus 2026Kinerja PT HM Sampoerna Tbk pada Semester I 2026 dan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat LokalRencana Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah IFG Ditargetkan Rampung 2026Pembentukan Koalisi Keberlanjutan Media Menjawab Tantangan Jurnalisme Masa DepanMemahami Aturan Hukum dan Penanganan Krisis Imigran Maroko di CeutaMengapa Seseorang Merasa Kesulitan Membaur dengan Lingkungan Sekitar?Kapolri Serahkan Penghargaan Hoegeng Awards 2026 kepada Lima Polisi Teladan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap