Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra mengingatkan bahwa taktik pecah belah atau devide et impera bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah. Taktik pengadu domba ini masih terjadi secara nyata hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan saat berpidato di hadapan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. Mantan menteri pertahanan ini menjelaskan bahwa kelimpahan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sering kali memicu rasa iri dari pihak luar, yang sesuai dengan hukum manusia maupun hukum alam. Kondisi inilah yang membuat Indonesia selalu menjadi sasaran selama ratusan tahun. Berdasarkan pandangan tersebut, terdapat beberapa panduan tentang bagaimana cara mengenali serta menyikapi ancaman devide et impera di era modern agar kekayaan bangsa tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak pencari untung.








