Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia tengah menyoroti serius berbagai laporan terkait masalah penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan mengenai agen travel umrah yang menelantarkan jemaahnya. Penelantaran ini terjadi di dua kota utama pelaksanaan ibadah, yakni Jeddah dan Makkah. Dalam berbagai kasus yang dilaporkan, pihak travel sering kali memberikan berbagai argumentasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada para jemaah. Salah satu bentuk penipuan yang paling sering ditemukan adalah jemaah dibohongi karena tiket perjalanan mereka sebenarnya tidak pernah dibelikan oleh pihak travel. Kondisi ini membuat para jemaah telantar dan tidak dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan jadwal yang telah dijanjikan.
Pernyataan mengenai maraknya kasus penelantaran ini disampaikan secara langsung oleh Dahnil Anzar Simanjuntak saat menghadiri agenda Pengajian Akbar Jemaah Haji Indonesia yang diselenggarakan di Medan pada hari Jumat (31/7). Menghadapi situasi yang merugikan masyarakat luas ini, Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk oleh Presiden








