goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Nasional

Realisasi TKD Tambahan di Sumatera Utara, Tiga Kota Melaju, Daerah Terdampak Minim Penyerapan

Joko PrabowoDiterbitkan 11 Agu 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Realisasi TKD Tambahan di Sumatera Utara, Tiga Kota Melaju, Daerah Terdampak Minim Penyerapan
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pemerintah terus memantau penyerapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tambahan pascabencana banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025. Anggaran tersebut telah tersalurkan penuh pada Mei lalu. Namun, hingga awal Agustus 2026, laporan perkembangan realisasi anggaran menunjukkan ketimpangan antardaerah di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per Selasa, 4 Agustus 2026, realisasi TKD tambahan di Sumatera Utara baru mencapai Rp 433,45 miliar atau sekitar 6,82 persen dari total alokasi yang disiapkan sebesar Rp 6,35 triliun. Penyerapan untuk sektor infrastruktur pun masih tergolong minim, yakni baru menyentuh Rp 89,23 miliar dari total alokasi infrastruktur sebesar Rp 3,51 triliun.

Ketimpangan penyerapan ini dipicu oleh perbedaan kecepatan eksekusi program di tingkat pemerintah kabupaten dan kota. Tiga kota di Sumatera Utara mencatatkan progres yang cukup positif. Kota Pematang Siantar memimpin dengan tingkat realisasi tertinggi mencapai 40,72 persen. Kota ini mengalokasikan Rp 5,55 miliar untuk 42 paket pekerjaan rehabilitasi sekolah serta Rp 8,11 miliar untuk prasarana kesehatan. Menyusul di belakangnya, Kota Medan mencatatkan realisasi sebesar 21,61 persen dengan fokus pada pemulihan infrastruktur drainase dan penataan kawasan rawan banjir. Kota Gunungsitoli juga menunjukkan pergerakan dengan realisasi 15,03 persen, yang mana Rp 3,10 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah. Di wilayah lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga turun tangan merehabilitasi Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sitolu Ori yang mengalami kerusakan parah akibat bencana. Menariknya, Pematang Siantar dan Medan diklasifikasikan sebagai daerah yang tidak terlalu terdampak berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ.

Kondisi sebaliknya terjadi pada wilayah-wilayah yang terdampak parah oleh bencana. Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah kini menjadi perhatian khusus Satgas PRR karena lambatnya penyerapan anggaran. Di Tapanuli Utara, dari total alokasi Rp 74,35 miliar, anggaran yang terealisasi baru sebesar Rp 411,82 juta atau hanya 0,55 persen. Sektor krusial seperti infrastruktur senilai Rp 43,16 miliar dan pendidikan sebesar Rp 1,65 miliar bahkan masih mencatatkan nol realisasi pada awal Agustus 2026. Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah mencatatkan realisasi penyerapan anggaran di angka 0,00 persen dari total alokasi Rp 123,73 miliar. Padahal, alokasi tersebut difokuskan untuk infrastruktur sebesar Rp 86,15 miliar, kesehatan sebesar Rp 8,82 miliar, dan pendidikan sebesar Rp 7,31 miliar.

Baca Juga

Cara Menyimpan Blueberry agar Tetap Segar dan Bebas Jamur

Cara Menyimpan Blueberry agar Tetap Segar dan Bebas Jamur

Dampak dari lambatnya realisasi anggaran di daerah terdampak parah ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Pada awal Agustus 2026, banjir susulan kembali menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah akibat luapan Sungai Aek Silaga-laga dan jebolnya tanggul yang terus merendam kawasan permukiman. Wilayah di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri kembali terendam air karena kedua kawasan tersebut memang paling rawan dan menjadi langganan luapan air.

Di sisi lain, beberapa kabupaten berupaya memanfaatkan TKD tambahan ini untuk memperkuat sistem mitigasi bencana mereka. Kabupaten Dairi merancang pusat komando sederhana berbasis kontainer agar mudah dimobilisasi. Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Humbang Hasundutan menyiapkan regulasi penanggulangan bencana, peremajaan armada pemadam kebakaran, serta pengadaan mobil tangki air. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Humbang Hasundutan juga meremajakan ambulans yang rusak berat, mengembangkan pusat komando terintegrasi, serta membangun aplikasi pendataan dampak bencana berbasis digital.

Baca Juga

BGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 Jam

BGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 Jam

Langkah ke depan menuntut komitmen yang lebih kuat dari pemerintah daerah yang realisasinya masih minim. Sepanjang Juli 2026, Kementerian Dalam Negeri bersama Satgas PRR telah mengunjungi berbagai kabupaten dan kota untuk memantau dan melakukan coaching clinic terkait realisasi TKD tambahan. Tito Karnavian turut memperingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai fenomena iklim. Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Ni帽o mulai terasa dari Juli hingga Oktober 2026, sehingga percepatan realisasi anggaran TKD tambahan menjadi sangat mendesak demi melindungi masyarakat.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mitigasi BencanaSumatera UtaraTransfer ke DaerahSatgas PRR

Berita Terbaru Lainnya

Protes Kecurangan Ujian PNS di India Berujung Bentrok dengan KepolisianCara Menyimpan Blueberry agar Tetap Segar dan Bebas JamurProyeksi IHSG, Berpotensi Melemah di Tengah Kekhawatiran Penurunan Daya Beli MasyarakatKemitraan Strategis RANS dan Mayora Group Serta Rencana Ekspansi Bisnis Pasca-IPORupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.795, IHSG Menguat 18,44 PoinMeminta Tanpa Meminta, Perilaku Dry-Begging yang Bikin CanggungBGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 JamStrategi Tekanan Ekonomi Donald Trump terhadap Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap