goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Perkembangan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional 2026

Iswan TandirerungDiterbitkan 10 Agu 2026 - 17.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perkembangan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Masyarakat Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam memahami pengelolaan keuangan. Berdasarkan data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, tingkat pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus mengalami peningkatan secara nasional. Hasil survei kolaboratif ini dirilis secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan temuan tersebut dalam konferensi pers Hasil SNLIK Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung BPS, Jakarta, pada Senin, 10 Agustus 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa indeks

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
literasi keuangan
nasional pada tahun 2026 berhasil menyentuh angka 69,57 persen. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 2,93 persen basis poin dibandingkan dengan hasil SNLIK 2025 yang berada di posisi 66,64 persen.

Selain pemahaman yang membaik, akses terhadap produk dan layanan keuangan atau indeks inklusi keuangan nasional juga mencatatkan pertumbuhan. Pada tahun 2026, indeks inklusi keuangan naik sebesar 0,87 persen menjadi 93,61 persen, dari yang sebelumnya 92,74 persen pada tahun 2025. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat tidak hanya sekadar mengenal instrumen keuangan, tetapi juga sudah mulai memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Cara Menyiasati Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS di Sektor Riil dan Rumah Tangga

Cara Menyiasati Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS di Sektor Riil dan Rumah Tangga

Meskipun secara umum menunjukkan tren kenaikan, terdapat perbedaan performa yang cukup kontras antara sektor keuangan konvensional dan syariah. Indeks literasi keuangan konvensional mencatatkan pertumbuhan positif yang setara dengan indeks nasional, yakni mencapai 69,57 persen atau naik 2,93 persen basis poin dari periode sebelumnya. Sebaliknya, tingkat literasi keuangan syariah justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,35 persen basis poin, menyusut dari 43,42 persen pada tahun 2025 menjadi 43,07 persen pada tahun 2026. Penurunan ini menjadi catatan penting bagi para regulator untuk lebih mengoptimalkan edukasi keuangan berbasis syariah di masa mendatang.

Kesenjangan juga terlihat cukup jelas jika meninjau sebaran data berdasarkan wilayah geografis. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan indeks literasi keuangan tertinggi di Indonesia, dengan capaian sebesar 84,01 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Provinsi Kalimantan Selatan yang mencatatkan indeks sebesar 79,69 persen, disusul oleh Bali yang mencapai 78,77 persen. Distribusi data ini memperlihatkan bahwa wilayah perkotaan dan daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi masih mendominasi tingkat pemahaman finansial yang matang.

Baca Juga

ETF Emas Diresmikan, Pegadaian Jadi Bullion Bank Penyedia Emas Fisik di BEI

ETF Emas Diresmikan, Pegadaian Jadi Bullion Bank Penyedia Emas Fisik di BEI

Perbedaan angka literasi antardaerah ini menunjukkan tantangan nyata dalam meratakan edukasi keuangan di Indonesia. Meskipun DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Bali memimpin dengan angka yang cukup tinggi, wilayah-wilayah lain masih harus dipacu agar tidak tertinggal jauh dari rata-rata nasional. Upaya pemerataan ini krusial agar peningkatan inklusi keuangan yang sudah mencapai 93,61 persen dapat diimbangi dengan tingkat literasi yang memadai di setiap provinsi, sehingga meminimalkan risiko penyalahgunaan produk keuangan oleh masyarakat yang belum sepenuhnya paham.

Sinergi berkelanjutan antara BPS, OJK, dan LPS diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan data SNLIK 2026 ini. Fokus edukasi ke depan tampaknya perlu diarahkan pada penguatan literasi keuangan syariah yang sempat terkoreksi, serta penyebaran program edukasi ke wilayah di luar Jawa dan pusat ekonomi utama. Dengan langkah taktis yang terarah, target untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sepenuhnya melek finansial dan terlindungi secara hukum dapat tercapai secara bertahap.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Otoritas Jasa KeuanganInklusi KeuanganLiterasi Keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Persib di Kualifikasi ACL Two 2026/2027 Melawan Manila DiggerPersiapan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Dari Pemusatan Latihan Bali hingga Laga Krusial di JeddahCara Menyiasati Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS di Sektor Riil dan Rumah TanggaETF Emas Diresmikan, Pegadaian Jadi Bullion Bank Penyedia Emas Fisik di BEIPeluang Besar Art Toys Indonesia Tembus Transaksi Rp 17 Miliar di Pasar Korea SelatanPramono Harap STY Bawa Persija Juara saat Jakarta Genap 500 TahunPersiapan Dua Lapangan Latihan untuk Tim FIFA ASEAN Cup 2026 di JakartaPria di Kuningan Tega Bunuh Ibu Kandung karena Kesal Dibangunkan Salat Subuh

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026