Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau melemah pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, dengan penurunan sebesar 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp18.029 per dolar AS. Menurut Rully Nova, pelemahan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah Brent yang menembus level 84 dolar AS per barel akibat konflik antara AS dan Iran yang memperburuk gangguan pasokan energi di Selat Hormuz hingga Laut Merah, serta defisit neraca perdagangan Indonesia yang masih berlanjut. Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa jika level Rp18.000 terlampaui, pergerakan rupiah berpotensi terus melemah menuju kisaran Rp18.200 per dolar AS. Kondisi ini menuntut langkah antisipasi cepat dari masyarakat dan pelaku usaha guna meminimalkan efek domino yang ditimbulkan.








