Insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Prince Soya di Pelabuhan Samarinda menjadi perhatian utama bagi masyarakat, khususnya bagi para calon penumpang yang telah merencanakan perjalanan laut mereka. Kapal penumpang yang dikenal memiliki kapasitas angkut hingga 1.800 orang tersebut sedianya dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Samarinda pada hari Minggu pukul 14.00 WITA. Namun, rencana pelayaran tersebut harus menghadapi kendala yang tidak terduga ketika insiden kebakaran terjadi beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan. Petugas jaga pelabuhan pertama kali mendeteksi adanya kebakaran pada pukul 11.02 WITA, di mana kepulan asap hitam pekat terlihat secara jelas bersumber dari bagian dek kapal. Memahami situasi terkini dan skema penanganan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menjadi langkah penting bagi calon penumpang agar perjalanan mereka tetap dapat terlaksana dengan baik.
Sebagai bagian dari proses mengurus perjalanan pasca-insiden, calon penumpang perlu mengetahui bahwa otoritas pelabuhan telah mengendalikan situasi darurat di lokasi kejadian. Segera setelah kepulan asap hitam pekat terdeteksi dari bagian dek KM Prince Soya, tim gabungan pemadam kebakaran bersama Pelindo langsung bergerak cepat mengerahkan armada untuk melakukan pemadaman terpadu. Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak KSOP yang turut menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran guna mempercepat proses penjinakan api di area dermaga. Melalui penanganan terpadu ini, KSOP Kelas I Samarinda memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepastian tidak adanya korban jiwa ini dikonfirmasi karena pada saat api mulai menyala, kapal sedang dalam posisi bersandar dan sama sekali tidak berpenumpang, sehingga masyarakat dan calon penumpang tidak perlu merasa cemas terkait aspek keselamatan di area pelabuhan.








