Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah tegas untuk memperbarui seluruh rambu bahaya di berbagai destinasi wisata guna menekan risiko kecelakaan laut. Keputusan ini diperkuat setelah terjadinya musibah fatal yang menimpa empat orang wisatawan di tebing ekstrem Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat. Pihak berwenang kini bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas keselamatan di area publik. Berikut adalah rincian informasi penting dan jawaban atas pertanyaan umum terkait kebijakan keselamatan wisata terbaru di Kabupaten Lombok Tengah.
Mengapa Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memutuskan untuk memperbarui rambu bahaya di kawasan wisata?
Pemasangan rambu keselamatan baru ini dipicu oleh kondisi fasilitas penanda bahaya saat ini yang dinilai sudah tidak memadai. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lali Muhammad Hatta, menjelaskan bahwa rambu-rambu peringatan sebenarnya sudah pernah terpasang di berbagai lokasi strategis. Kendati demikian, banyak dari rambu tersebut yang saat ini telah rusak atau hilang. Kehilangan dan kerusakan penanda bahaya tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pengunjung yang belum memahami medan wisata setempat.








