Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA). Keputusan pembekuan sementara ini mulai diberlakukan secara resmi oleh otoritas bursa pada tanggal 4 Agustus 2026. Langkah taktis ini diambil setelah pergerakan harga saham dari emiten berkode BAJA tersebut mengalami peningkatan kumulatif yang sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Otoritas bursa menilai perlu melakukan intervensi guna menjaga stabilitas pasar, mencegah fluktuasi harga yang terlalu ekstrem, serta memastikan aktivitas perdagangan di pasar modal dalam negeri tetap berjalan dengan teratur, wajar, dan efisien.
Pergerakan harga saham BAJA memang menunjukkan lonjakan yang luar biasa dalam kurun waktu sebulan ke belakang. Berdasarkan data pergerakan pasar, saham PT Saranacentral Bajatama Tbk mencatat kenaikan sebesar 88,8 persen hanya dalam waktu satu bulan terakhir. Lonjakan harga yang sangat pesat ini membawa nilai saham BAJA bertengger di posisi Rp 304 per lembar saham. Jika ditelisik dalam rentang waktu yang lebih pendek, kinerja saham ini juga memperlihatkan akselerasi yang tidak kalah cepat, di mana dalam sepekan terakhir sebelum suspensi diberlakukan, harganya sudah melonjak naik sebesar 35,7 persen. Dengan tingkat harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh PT Saranacentral Bajatama Tbk saat ini tercatat mencapai angka Rp 547,2 miliar, sebuah nilai yang cukup signifikan bagi emiten di sektornya.








