Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tengah mengakselerasi proyek penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Upaya ini mencakup wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, memaparkan perkembangan terbaru program prioritas ini dalam sebuah konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Program ini dirancang untuk memulihkan kehidupan para penyintas secara permanen melalui penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak.
Berapa banyak hunian tetap yang akan dibangun dan bagaimana status perkembangannya saat ini?
Pemerintah menargetkan pembangunan total sebanyak 44.121 unit huntap untuk para penyintas bencana di ketiga provinsi di Pulau Sumatera tersebut. Namun, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan penyelesaian yang besar karena sebagian besar unit belum terbangun. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan pada Agustus 2026, baru sebanyak 1.012 unit huntap yang telah selesai dibangun sepenuhnya dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, sebanyak 2.187 unit huntap lainnya saat ini baru memasuki tahap konstruksi fisik. Selisih angka yang cukup besar antara target keseluruhan dengan unit yang selesai menunjukkan bahwa sebagian besar proyek huntap masih berada dalam tahap perencanaan atau persiapan administratif sebelum konstruksi dapat dimulai.








