goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Sumatera Targetkan 44.121 Unit

Agus KusumaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 22.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Sumatera Targetkan 44.121 Unit
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tengah mengakselerasi proyek penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Upaya ini mencakup wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, memaparkan perkembangan terbaru program prioritas ini dalam sebuah konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Program ini dirancang untuk memulihkan kehidupan para penyintas secara permanen melalui penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak.

Berapa banyak hunian tetap yang akan dibangun dan bagaimana status perkembangannya saat ini?

Pemerintah menargetkan pembangunan total sebanyak 44.121 unit huntap untuk para penyintas bencana di ketiga provinsi di Pulau Sumatera tersebut. Namun, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan penyelesaian yang besar karena sebagian besar unit belum terbangun. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan pada Agustus 2026, baru sebanyak 1.012 unit huntap yang telah selesai dibangun sepenuhnya dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, sebanyak 2.187 unit huntap lainnya saat ini baru memasuki tahap konstruksi fisik. Selisih angka yang cukup besar antara target keseluruhan dengan unit yang selesai menunjukkan bahwa sebagian besar proyek huntap masih berada dalam tahap perencanaan atau persiapan administratif sebelum konstruksi dapat dimulai.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Bagaimana pembagian skema pembangunan huntap yang disediakan bagi para penyintas?

Pembangunan huntap ini tidak menggunakan satu metode tunggal, melainkan dibagi menjadi tiga skema berbeda untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan dan pilihan warga. Skema pertama adalah insitu, yang diperuntukkan bagi warga yang memilih membangun kembali rumah di atas lahan milik mereka sendiri, dengan catatan lahan tersebut telah dinyatakan aman dari potensi bencana. Skema kedua adalah eksitu mandiri. Sedangkan skema ketiga adalah eksitu terpusat atau komunal, yang diperuntukkan bagi warga yang harus direlokasi secara berkelompok ke kawasan baru. Secara keseluruhan, total kebutuhan unit berdasarkan ketiga skema tersebut meliputi 9.123 unit untuk skema insitu, 10.660 unit untuk eksitu mandiri, dan 16.906 unit untuk eksitu komunal.

Baca Juga

Kisruh Tangsel Fun Run & Walk 2026, Dosen Hukum Sebut Ada Dugaan Penipuan

Kisruh Tangsel Fun Run & Walk 2026, Dosen Hukum Sebut Ada Dugaan Penipuan

Siapa saja lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas masing-masing skema tersebut?

Terdapat pembagian peran yang jelas antara lembaga pemerintah pusat untuk memastikan kelancaran pembangunan sesuai skema yang dipilih. Bagi masyarakat yang memilih skema insitu atau membangun kembali di lahan pribadi yang dinilai aman, proses fasilitasi pembangunannya ditangani langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebaliknya, untuk pembangunan huntap dalam kawasan relokasi komunal atau eksitu terpusat, tanggung jawab konstruksi berada di tangan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP). Keberhasilan proyek komunal ini juga sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah setempat yang bertugas menyediakan lahan yang siap bangun.

Bagaimana rincian target pembangunan huntap di setiap provinsi yang terdampak?

Kebutuhan huntap bervariasi secara signifikan di antara tiga provinsi yang menjadi sasaran program. Provinsi Aceh mencatat kebutuhan terbesar dengan total target mencapai 34.777 unit. Program huntap di Aceh ini terdiri atas 7.502 unit insitu, 8.091 unit eksitu mandiri, dan 10.313 unit eksitu terpusat. Untuk skema komunal di Aceh, proyek ini tersebar di 45 lokasi dengan luas lahan mencapai 156,13 hektare yang dirancang untuk menampung sekitar 6.220 kepala keluarga.

Di Provinsi Sumatera Utara, pemerintah menetapkan target pembangunan sebanyak 6.779 unit huntap. Jumlah tersebut terbagi menjadi 990 unit insitu, 829 unit eksitu mandiri, dan 4.182 unit eksitu komunal. Sementara itu, untuk Provinsi Sumatera Barat, target pembangunan mencakup 2.565 unit huntap, yang terdiri atas 631 unit insitu, 1.740 unit eksitu mandiri, dan 2.411 unit eksitu komunal.

Baca Juga

Jumlah Penduduk Indonesia Capai 290 Juta Jiwa pada Semester I 2026, Didominasi Generasi Z

Jumlah Penduduk Indonesia Capai 290 Juta Jiwa pada Semester I 2026, Didominasi Generasi Z

Secara kumulatif di ketiga provinsi tersebut, pembangunan huntap dengan skema komunal atau terpusat akan tersebar di 54 titik lokasi. Total lahan yang disiapkan untuk kawasan komunal ini mencapai 198,21 hektare dengan kapasitas daya tampung keseluruhan mencapai 7.973 kepala keluarga.

Siapa saja mitra kerja dan organisasi non-pemerintah yang turut mendukung program ini?

Akselerasi pembangunan puluhan ribu huntap ini tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah pusat, melainkan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang luas. Selain Kementerian PKP dan BNPB selaku pelaksana utama, program ini juga mendapatkan dukungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Lembaga sosial dan keagamaan seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta berbagai organisasi masyarakat turut berpartisipasi aktif.

Salah satu kontributor penting dari sektor non-pemerintah adalah Yayasan Buddha Tzu Chi. Yayasan ini tercatat telah membangun sebanyak 2.603 unit huntap yang tersebar di wilayah terdampak. Rincian kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi meliputi pembangunan 1.103 unit huntap di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat. Selain itu, program pemulihan pascabencana ini juga didukung oleh Danantara, pemerintah daerah setempat, serta berbagai mitra swasta lainnya untuk memastikan seluruh kebutuhan hunian bagi penyintas dapat segera terpenuhi secara bertahap.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BNPBSumateraKementerian PKPPascabencanaHunian TetapSatgas PRR

Berita Terbaru Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Capai 5,29 PersenKisruh Tangsel Fun Run & Walk 2026, Dosen Hukum Sebut Ada Dugaan PenipuanJumlah Penduduk Indonesia Capai 290 Juta Jiwa pada Semester I 2026, Didominasi Generasi ZInisiatif Kota Hijau Pekanbaru dan Kolaborasi Lintas Negara dalam Forum IMT-GT 2026Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A Capai Progres 85,20 PersenBRI Dukung Langkah Pemerintah Optimalkan Pengelolaan Kas Negara Lewat Penempatan Dana SALKejaksaan Agung Sita Dokumen dari Penggeledahan Rumah Don Ritto di BandungSilang Pendapat Status Tersangka Febrie Adriansyah antara Kuasa Hukum dan Kejaksaan Agung

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap