goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengapa Nigeria yang Dulu Menguasai Pasar Sawit Dunia Kini Harus Mengimpor dari Malaysia?

Joko PrabowoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 21.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Nigeria yang Dulu Menguasai Pasar Sawit Dunia Kini Harus Mengimpor dari Malaysia?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sejarah mencatat bahwa tanaman kelapa sawit sebenarnya berasal dari Nigeria, sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Barat. Pada masa keemasannya dahulu, negara ini merupakan kekuatan utama yang mendominasi pasar minyak nabati global. Nigeria tercatat pernah menguasai pangsa pasar dengan memasok sekitar 43 persen kebutuhan minyak sawit di seluruh dunia. Namun, kejayaan tersebut kini telah bergeser secara drastis seiring berjalannya waktu.

Saat ini, kontribusi Nigeria terhadap pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) global telah merosot tajam hingga tersisa sekitar 2 persen saja. Penurunan yang sangat signifikan ini membuat Nigeria kehilangan statusnya sebagai raja sawit dunia. Negara tempat asal tanaman kelapa sawit ini sekarang justru harus berjuang keras memenuhi kebutuhan domestiknya dan memilih untuk belajar dari keberhasilan negara lain, khususnya Malaysia, dalam mengelola industri kelapa sawit secara modern.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Bagaimana kondisi keseimbangan antara kebutuhan dan produksi minyak sawit di Nigeria saat ini?

Saat ini, Nigeria mengalami ketidakseimbangan yang cukup besar antara tingkat konsumsi dalam negeri dengan kapasitas produksi lokal. Kebutuhan minyak sawit di Nigeria diperkirakan mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Di sisi lain, kemampuan produksi minyak sawit domestik di negara tersebut baru mampu mencapai kisaran 1,5 juta ton per tahun. Kesenjangan pasokan yang mencapai lebih dari satu juta ton tersebut terpaksa dipenuhi melalui kebijakan impor dari negara-negara produsen utama, termasuk Malaysia, Indonesia, serta beberapa negara produsen lainnya. Ketergantungan terhadap impor ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut laporan dari lembaga UN Comtrade, Nigeria harus mengeluarkan dana sekitar US$155 juta sepanjang tahun 2024 hanya untuk mengimpor minyak sawit demi mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Baca Juga

Sinergi Kelompok Usaha Bersama BPD dan Upaya Penguatan Bank Daerah

Sinergi Kelompok Usaha Bersama BPD dan Upaya Penguatan Bank Daerah

Apa penyebab utama penurunan drastis produksi kelapa sawit di Nigeria?

Kemunduran produksi kelapa sawit di Nigeria sebagian besar dipengaruhi oleh struktur pengelolaan perkebunan yang belum modern. Menurut penjelasan dari Joe Onyiuke, yang menjabat sebagai Presiden Oil Palm Growers Association of Nigeria (OPGAN), sebagian besar aktivitas produksi kelapa sawit di negara tersebut masih berskala kecil dan belum terintegrasi dengan baik. Sekitar 80 persen dari total produksi kelapa sawit di Nigeria saat ini masih dihasilkan oleh petani kecil. Para petani ini pada umumnya mengelola tanaman kelapa sawit yang tumbuh secara semi-liar. Selain keterbatasan lahan dan kualitas tanaman, proses pemanenan serta pengolahan buah sawit di tingkat petani juga masih mengandalkan metode tradisional yang sangat sederhana. Hal ini menyebabkan produktivitas dan kualitas minyak sawit yang dihasilkan jauh tertinggal dibandingkan dengan standar industri modern di negara lain.

Mengapa Malaysia menjadi rujukan utama bagi Nigeria untuk membenahi industri sawitnya?

Baca Juga

Diskon Alat Elektronik di Transmart Full Day Sale hingga Jutaan Rupiah

Diskon Alat Elektronik di Transmart Full Day Sale hingga Jutaan Rupiah

Malaysia telah membuktikan diri sebagai salah satu raksasa industri kelapa sawit dunia dengan pengelolaan yang sangat efisien dan berorientasi ekspor. Pada tahun 2025, Malaysia tercatat berhasil memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit. Dari total produksi yang sangat besar tersebut, Malaysia mampu mengekspor minyak sawit ke lebih dari 150 negara di berbagai belahan dunia. Keberhasilan industri kelapa sawit ini memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Malaysia. Pada tahun 2025, sektor ini menyumbang devisa ekspor sebesar US$27,5 miliar, yang setara dengan sekitar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia. Selain kontribusi finansial terhadap perekonomian negara, industri kelapa sawit di Malaysia juga menjadi sumber penghidupan yang penting dengan menopang sekitar tiga juta lapangan kerja bagi masyarakatnya.

Bagaimana bentuk interaksi dan kerja sama konkret antara Nigeria dan Malaysia dalam sektor sawit?

Kebutuhan impor Nigeria yang tinggi menjadi peluang kerja sama bilateral yang erat dengan Malaysia. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Malaysia tercatat telah mengekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit beserta produk-produk turunannya ke Nigeria untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan di negara tersebut. Selain transaksi perdagangan fisik, langkah strategis juga diambil oleh lembaga promosi Malaysia. Malaysian Palm Oil Council (MPOC), di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer Belvinder Sron, telah mendirikan kantor perwakilan resmi di Lagos, Nigeria. Kehadiran kantor perwakilan MPOC di Lagos ini bertujuan untuk memfasilitasi hubungan dagang yang lebih erat, sekaligus mempermudah transfer pengetahuan teknis agar Nigeria dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kelapa sawit dari Malaysia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi MalaysiaHubungan Bilateral

Berita Terbaru Lainnya

Siaran Langsung Chelsea vs Milan di Indonesia Super Cup 2026, Link Live Streaming dan Jadwal LengkapHasil SEA V-Cup 2026 Hari Ini, Indonesia Takluk 0-3 dari ThailandPenyesuaian Tinggi Pagar Pusat Perbelanjaan di Surabaya demi Keindahan KotaPengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran LamaJadwal dan Lokasi Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Pekan DepanSituasi Kampung Walesi Pascapenembakan di Festival Budaya Lembah Baliem ke-34Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan DibatalkanSinergi Kabupaten Bandung dan KPK RI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026