goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Sinergi Kelompok Usaha Bersama BPD dan Upaya Penguatan Bank Daerah

Ding BalangDiterbitkan 8 Agu 2026 - 21.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sinergi Kelompok Usaha Bersama BPD dan Upaya Penguatan Bank Daerah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pertemuan penting bagi industri perbankan daerah berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026. CNBC Indonesia menggelar acara Regional Bank Summit 2026 dengan mengusung tema besar "Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional". Forum diskusi strategis ini mempertemukan para regulator, pimpinan Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Di antara para pembicara yang hadir dalam dialog yang dipandu oleh Shania Alatas tersebut adalah Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, serta Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim, Winardi Legowo. Diskusi ini menyoroti langkah taktis dan kolaborasi perbankan daerah melalui skema Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Apa tujuan utama pembentukan Kelompok Usaha Bersama bagi Bank Pembangunan Daerah?

Kelompok Usaha Bersama atau KUB merupakan bentuk kolaborasi antar-BPD yang dinilai sangat relevan untuk memperkuat posisi bank daerah di pasar nasional. Menurut Agus Haryoto Widodo, pembentukan KUB ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi anggotanya. Manfaat utama yang diincar meliputi penguatan struktur permodalan, percepatan ekspansi bisnis di berbagai wilayah, serta pencapaian efisiensi yang lebih baik saat membangun layanan digital. Tidak hanya itu, sinergi melalui wadah KUB ini juga diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh masing-masing bank pembangunan daerah agar dapat bersaing lebih kompetitif.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Apa saja tantangan yang sering muncul dalam proses implementasi KUB di lapangan?

Baca Juga

Penyesuaian Tinggi Pagar Pusat Perbelanjaan di Surabaya demi Keindahan Kota

Penyesuaian Tinggi Pagar Pusat Perbelanjaan di Surabaya demi Keindahan Kota

Meskipun menawarkan banyak keuntungan strategis, penyatuan BPD ke dalam satu wadah KUB tidak terlepas dari berbagai hambatan nyata. Berdasarkan penjelasan Agus Haryoto Widodo, tantangan utama mencakup adanya perbedaan visi serta kepentingan dari masing-masing BPD yang terlibat. Selain itu, tingkat kesiapan modal dan penguasaan teknologi yang tidak merata di antara bank daerah turut menjadi ganjalan. Hambatan psikologis dan institusional juga muncul dalam bentuk kekhawatiran dari pengelola daerah mengenai potensi hilangnya identitas asli BPD masing-masing setelah bergabung dalam kelompok usaha bersama tersebut.

Bagaimana pandangan Bank Jatim mengenai tolok ukur keberhasilan sebuah KUB BPD?

Winardi Legowo selaku Direktur Utama Bank Jatim menekankan bahwa kesuksesan jangka panjang dari KUB BPD tidak boleh diukur secara sempit. Keberhasilan aliansi ini tidak hanya ditentukan oleh tercapainya target modal minimal sebesar Rp3 triliun. Bagi Bank Jatim, faktor krusial yang menentukan adalah adanya kesepakatan yang solid mengenai visi dan misi di antara seluruh anggota KUB. Lebih lanjut, Winardi menegaskan bahwa manfaat dari kerja sama ini harus dipastikan saling menguntungkan bagi setiap pihak yang bergabung. Hal ini dapat dicapai melalui penciptaan sinergi ekosistem bisnis yang konkret dan terintegrasi, bukan sekadar pemenuhan aspek administratif permodalan semata.

Apa saja faktor penting yang menentukan kesuksesan industri perbankan secara umum?

Baca Juga

Pengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran Lama

Pengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran Lama

Dalam diskusi tersebut, pihak Bank Jatim menguraikan beberapa pilar utama yang menentukan daya tahan dan kesuksesan sebuah lembaga perbankan. Winardi Legowo menyebutkan ada lima faktor penting yang saling berkaitan erat. Faktor-faktor tersebut meliputi aspek permodalan yang kuat, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, keandalan sistem operasional, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, serta kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Kelima elemen ini menjadi pondasi yang harus terus diperkuat oleh setiap BPD agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendorong pembangunan.

Bagaimana peluang dan tantangan sinergi antara BPD dengan Bank Perkreditan Rakyat?

Kerja sama antara BPD dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan dalam memperkuat ekosistem perbankan komunitas. Namun, Bank Jatim mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam mewujudkan kolaborasi ini, seperti target bisnis yang belum selaras serta biaya operasional yang cenderung tinggi untuk proses sinkronisasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, BPD dan BPR dapat menerapkan strategi berbagi segmen pasar dalam penyaluran kredit serta melakukan sinergi dalam penyediaan layanan digitalisasi. Dari sudut pandang Bank Jakarta, potensi kerja sama ini harus diletakkan dalam struktur hukum dan operasional yang tepat. Agus Haryoto Widodo menyarankan agar sinergi BPD dan BPR diwujudkan dalam bentuk program kemitraan seperti linked program yang dirancang sedemikian rupa agar tidak memindahkan atau mengalihkan risiko dari satu pihak kepada pihak lainnya.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank JatimPerbankan Daerah

Berita Terbaru Lainnya

Siaran Langsung Chelsea vs Milan di Indonesia Super Cup 2026, Link Live Streaming dan Jadwal LengkapHasil SEA V-Cup 2026 Hari Ini, Indonesia Takluk 0-3 dari ThailandPenyesuaian Tinggi Pagar Pusat Perbelanjaan di Surabaya demi Keindahan KotaPengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran LamaJadwal dan Lokasi Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Pekan DepanSituasi Kampung Walesi Pascapenembakan di Festival Budaya Lembah Baliem ke-34Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan DibatalkanSinergi Kabupaten Bandung dan KPK RI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026