Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini memicu perhatian publik mengenai kondisi ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi pasar keuangan global yang dinamis. Bank Indonesia menjelaskan bahwa fluktuasi nilai cadangan devisa merupakan respons yang wajar terhadap pemenuhan kewajiban pembayaran luar negeri pemerintah serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meskipun mengalami penyusutan, bank sentral menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan.








