Kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang menjerat seorang pria bernama Saepul (26) kini memasuki babak baru setelah mantan atasannya memberikan penjelasan resmi kepada publik. Pemilik kedai pisang cokelat (piscok) yang berlokasi di area Stasiun Pondok Cina (Pocin), Depok, akhirnya buka suara guna memberikan klarifikasi mendalam mengenai status hubungan kerja pelaku dengan usahanya tersebut. Langkah ini diambil oleh pihak manajemen guna meluruskan berbagai informasi yang beredar di masyarakat serta media sosial terkait keterlibatan pelaku dalam operasional harian kedai sebelum dirinya diringkus oleh aparat kepolisian.
Berdasarkan klarifikasi tertulis yang diunggah melalui akun Instagram resmi milik usaha kuliner tersebut, yaitu @piscokselamatpagi, pihak manajemen membenarkan bahwa Saepul memang pernah tercatat sebagai karyawan di kedai mereka. Namun, masa kerja pria berusia 26 tahun tersebut tergolong sangat singkat dan bersifat sementara. Saepul diketahui baru bekerja di kedai piscok itu selama kurang lebih satu bulan hingga satu setengah bulan saja sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti secara mendadak. Pihak pemilik kedai juga secara tegas menyatakan bahwa peran Saepul selama bekerja sangat terbatas dan tidak memiliki akses ke proses pembuatan bahan baku utama kuliner mereka.








