PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) bersama dengan entitas anaknya, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), telah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang positif pada periode semester pertama tahun 2026. Laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 ini menunjukkan bahwa secara umum kedua perusahaan berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid. Namun demikian, dinamika perekonomian berupa pelemahan nilai tukar rupiah memberikan tantangan tersendiri. Pelemahan mata uang ini menyebabkan laba bersih kedua perusahaan terkoreksi karena adanya peningkatan rugi selisih kurs yang belum terealisasi, khususnya yang berasal dari kegiatan pendanaan perusahaan.
Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana rincian pencapaian penjualan neto konsolidasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada paruh pertama tahun 2026? Berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, Indofood berhasil membukukan nilai penjualan neto konsolidasi mencapai Rp 65,53 triliun. Pencapaian ini merupakan sebuah peningkatan sebesar 9 persen apabila dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana perseroan mencatatkan penjualan neto senilai Rp 59,84 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan angka penjualan tersebut, laba usaha yang diraih oleh Indofood turut mengalami kenaikan sebesar 14 persen. Angka laba usaha ini naik menjadi Rp 13,29 triliun dari perolehan sebelumnya yang berada di angka Rp 11,69 triliun. Perseroan juga terbukti mampu menjaga marjin laba usaha mereka agar tetap stabil di kisaran angka 20,3 persen.








