goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Kerusuhan Komunal di Nepal Selatan, Kronologi Bentrokan, Dampak, dan Respons Pemerintah

Iswan TandirerungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 09.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kerusuhan Komunal di Nepal Selatan, Kronologi Bentrokan, Dampak, dan Respons Pemerintah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kerusuhan komunal yang melibatkan kelompok Muslim dan Hindu pecah di wilayah selatan Nepal, menewaskan sedikitnya tiga orang dan memicu pemberlakuan jam malam di sejumlah distrik. Ketegangan agama ini memaksa pemerintah setempat mengambil langkah tegas dengan mengerahkan ratusan personel aparat keamanan untuk meredam situasi yang kian memanas. Insiden ini menjadi salah satu eskalasi konflik berlatar belakang agama yang paling serius di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pengerahan pasukan kepolisian dan militer secara besar-besaran dilakukan guna mengendalikan bentrokan serta memulihkan ketertiban di tengah masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan laporan yang mengutip Anadolu Agency pada Jumat, 31 Juli 2026, rentetan bentrokan ini bermula pada Minggu malam di Distrik Sunsari. Konflik tersebut dipicu oleh sebuah perselisihan yang terjadi saat perayaan yang melibatkan dua komunitas agama. Perselisihan lokal itu dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan massal yang tidak terkendali. Massa yang mengamuk mulai melakukan tindakan perusakan secara luas, termasuk membakar kantor pemerintahan, pos polisi, dan sebuah pusat perbelanjaan. Asap pekat hitam terlihat membubung tinggi dari pusat perbelanjaan yang rusak akibat amukan massa tersebut. Selain gedung-gedung penting, sejumlah fasilitas publik lainnya turut menjadi sasaran perusakan. Sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga tidak luput dari amukan massa, dirusak hingga tergeletak begitu saja di tengah jalan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Dalam upaya membubarkan kerumunan massa yang bertindak anarkis, pihak kepolisian melepaskan tembakan. Tindakan pembubaran ini mengakibatkan seorang petani bernama Om Prakash Mehata tewas di lokasi kejadian. Selain itu, tembakan dan kekerasan yang terjadi selama bentrokan juga menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka. Situasi semakin memburuk ketika korban tewas bertambah beberapa hari kemudian. Jaya Prakash Mehata, salah satu korban dalam insiden tersebut, dinyatakan meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit pada hari Kamis.

Baca Juga

Memahami Risiko Tambang Batu Bara dari Tragedi Ledakan di Balochistan

Memahami Risiko Tambang Batu Bara dari Tragedi Ledakan di Balochistan

Kematian Jaya Prakash Mehata memicu reaksi lanjutan dari masyarakat, khususnya memantik gelombang demonstrasi baru dari kelompok Hindu di Distrik Sunsari. Protes dan kerusuhan pun meluas hingga ke distrik tetangga. Pada hari Kamis, 30 Juli 2026, kerusuhan kembali pecah di wilayah Siraha. Anggota Pasukan Polisi Bersenjata (APF) dikerahkan ke lokasi dan terlihat mengejar para demonstran guna mengendalikan kerusuhan yang baru meletus. Dalam rangkaian peristiwa kekerasan yang meluas ini, satu korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari Distrik Siraha, menggenapkan total korban tewas menjadi tiga orang.

Menghadapi eskalasi kekerasan dan demonstrasi yang terus menyebar, pemerintah memperluas pemberlakuan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan. Ratusan personel keamanan gabungan dari kepolisian dan militer terus disiagakan di berbagai titik untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan. Para pemimpin negara juga turun tangan secara langsung untuk meredakan ketegangan komunal ini. Presiden Nepal, Ramchandra Paudel, menyampaikan imbauan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan, memupuk toleransi, dan mempertahankan keharmonisan antarkomunitas di tengah krisis yang sedang berlangsung.

Baca Juga

Krisis Migrasi Ceuta, Puluhan Ribu Imigran Mulai Tinggalkan Perbatasan Spanyol di Afrika Utara

Krisis Migrasi Ceuta, Puluhan Ribu Imigran Mulai Tinggalkan Perbatasan Spanyol di Afrika Utara

Sejalan dengan imbauan Presiden, Perdana Menteri Balendra Shah juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat memperburuk keadaan. Perdana Menteri menjanjikan akan ada penyelidikan yang adil dan transparan terhadap insiden kerusuhan ini. Secara historis, meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu, Nepal telah resmi menjadi negara sekuler sejak tahun 2008. Selama ini, negara tersebut relatif terhindar dari konflik besar yang berlatar belakang agama, sehingga insiden di Nepal selatan ini menjadi perhatian serius bagi upaya menjaga stabilitas keamanan nasional.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

NepalKonflik AgamaKerusuhan KomunalSunsariSiraha

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan COIN Semester I-2026, Rugi Bersih Rp39,22 Miliar di Tengah Pemangkasan Tarif TransaksiKinerja Keuangan dan Strategi Operasional Telkom Semester I 2026Kisah J.M.L. Bohl, Pegawai Biasa yang Menjadi Tuan Tanah 1.400 Hektare di BataviaProgram Pemutihan Pajak Kendaraan Jawa Timur Agustus 2026, Syarat dan KetentuanMengenal Proyek Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya pada Produksi MigasCara Mengadaptasi Kendaraan Diesel untuk Penggunaan Biodiesel B50Memahami Risiko Tambang Batu Bara dari Tragedi Ledakan di BalochistanProgram Persiapan LPDP Kemenag bagi Santri dan Talenta PTKIN

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap