Kerusuhan komunal yang melibatkan kelompok Muslim dan Hindu pecah di wilayah selatan Nepal, menewaskan sedikitnya tiga orang dan memicu pemberlakuan jam malam di sejumlah distrik. Ketegangan agama ini memaksa pemerintah setempat mengambil langkah tegas dengan mengerahkan ratusan personel aparat keamanan untuk meredam situasi yang kian memanas. Insiden ini menjadi salah satu eskalasi konflik berlatar belakang agama yang paling serius di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pengerahan pasukan kepolisian dan militer secara besar-besaran dilakukan guna mengendalikan bentrokan serta memulihkan ketertiban di tengah masyarakat yang terdampak.
Berdasarkan laporan yang mengutip Anadolu Agency pada Jumat, 31 Juli 2026, rentetan bentrokan ini bermula pada Minggu malam di Distrik Sunsari. Konflik tersebut dipicu oleh sebuah perselisihan yang terjadi saat perayaan yang melibatkan dua komunitas agama. Perselisihan lokal itu dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan massal yang tidak terkendali. Massa yang mengamuk mulai melakukan tindakan perusakan secara luas, termasuk membakar kantor pemerintahan, pos polisi, dan sebuah pusat perbelanjaan. Asap pekat hitam terlihat membubung tinggi dari pusat perbelanjaan yang rusak akibat amukan massa tersebut. Selain gedung-gedung penting, sejumlah fasilitas publik lainnya turut menjadi sasaran perusakan. Sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga tidak luput dari amukan massa, dirusak hingga tergeletak begitu saja di tengah jalan.








