goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Kerugian Pemegang Saham Whoosh Bengkak Jadi Rp5,13 Triliun, Laba Bersih KAI Turun Tajam

Joko PrabowoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kerugian Pemegang Saham Whoosh Bengkak Jadi Rp5,13 Triliun, Laba Bersih KAI Turun Tajam
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus pemegang saham langsung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), mencatatkan pembengkakan kerugian bersih yang sangat tajam pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan catatan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, PSBI membukukan kerugian bersih mencapai Rp5,13 triliun dari operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Angka kerugian yang dibukukan hanya dalam waktu setengah tahun tersebut menunjukkan laju pembengkakan yang sangat cepat dibandingkan periode sebelumnya. Nilai kerugian bersih sebesar Rp5,13 triliun ini secara resmi telah melampaui total kerugian bersih PSBI sepanjang tahun 2025 secara penuh, yang saat itu tercatat berada di angka Rp4,99 triliun. Kondisi ini memperlihatkan adanya tantangan finansial yang semakin berat bagi konsorsium pengelola proyek kereta cepat tersebut dalam menjaga keberlangsungan operasionalnya.

Membengkaknya kerugian ini memberikan tekanan yang sangat nyata pada posisi neraca keuangan PSBI per Juni 2026. Hingga akhir semester pertama tahun ini, total liabilitas atau kewajiban PSBI tercatat telah mencapai angka Rp21,55 triliun. Jumlah kewajiban tersebut kini telah melampaui total aset yang dimiliki oleh perusahaan, yang tercatat sebesar Rp21,53 triliun. Situasi defisit ini berbanding terbalik dan sangat kontras jika dibandingkan dengan posisi keuangan pada akhir tahun 2025, di mana PSBI pada saat itu masih memiliki bantalan ekuitas yang bernilai positif di kisaran Rp5,1 triliun.

Baca Juga

Kinerja Keuangan PT HM Sampoerna Tbk Semester I 2026 dan Tantangan Segmen Kretek Tangan

Kinerja Keuangan PT HM Sampoerna Tbk Semester I 2026 dan Tantangan Segmen Kretek Tangan

Sebagai entitas pemegang saham mayoritas di dalam konsorsium PSBI dengan porsi kepemilikan mencapai 58,53 persen, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI turut menanggung beban terberat dari pembengkakan rugi ini. Bagian kerugian dari proyek Whoosh yang harus diserap dan ditanggung oleh KAI melonjak tajam hingga lebih dari tiga kali lipat. Sebelumnya, bagian rugi tersebut tercatat sebesar Rp948 miliar, namun kini telah membengkak secara signifikan menjadi Rp3 triliun.

Beban kerugian dari entitas asosiasi ini berdampak langsung pada kinerja keuangan konsolidasian KAI secara keseluruhan, meskipun bisnis inti perusahaan sebenarnya sedang menunjukkan performa yang sangat solid. Pendapatan dari sektor angkutan perkeretaapian KAI berhasil tumbuh positif sebesar 6,7 persen, sementara laba usahanya juga melesat hingga 26 persen secara tahunan (year-on-year). Sayangnya, momentum pertumbuhan operasional yang kuat tersebut nyaris tergerus habis oleh beban rugi dari proyek kereta cepat. Akibatnya, laba bersih konsolidasian KAI mengalami penurunan drastis sebesar 73 persen menjadi hanya tersisa Rp314 miliar.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Allo Bank Kuartal II 2026, Pertumbuhan Laba, Aset, dan Kualitas Kredit

Kinerja Keuangan Allo Bank Kuartal II 2026, Pertumbuhan Laba, Aset, dan Kualitas Kredit

Selain menggerus capaian laba bersih konsolidasian, kondisi keuangan PSBI yang tertekan juga membuat nilai investasi KAI pada konsorsium tersebut merosot tajam. Nilai tercatat investasi KAI di PSBI terpangkas secara drastis dari Rp4,79 triliun pada akhir tahun 2025 menjadi tinggal Rp1,79 triliun pada posisi bulan Juni 2026. Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko lanjutan dari penurunan nilai investasi ini, KAI bahkan telah membukukan cadangan penurunan nilai atau impairment dalam jumlah yang besar, yakni sebesar Rp1,55 triliun.

Tidak hanya berdampak pada pembukuan laba rugi dan nilai investasi, rentetan kerugian ini juga menyedot likuiditas perusahaan secara signifikan. Dalam kurun waktu enam bulan pertama di tahun 2026, total kas dan setara kas yang dimiliki oleh KAI turun tajam dari Rp6,76 triliun menjadi Rp4,85 triliun. Secara keseluruhan, total eksposur KAI terhadap ekosistem Whoosh dan PSBI saat ini diperkirakan telah mencapai angka Rp11,7 triliun. Nilai eksposur yang cukup masif tersebut merepresentasikan sekitar 11 persen dari total aset KAI secara keseluruhan, yang tercatat mencapai Rp104,79 triliun per Juni 2026.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNKAIWhooshKereta CepatPSBIKCIC

Berita Terbaru Lainnya

Antisipasi Pelaku Usaha Hadapi Dampak Perebutan Sumber Daya dan Isu Senjata Nuklir Global1 Agustus 2026 Hari Apa? Mengenal Makna dan Sejarah Girlfriend DayMalam Puncak Hoegeng Awards 2026, Kehadiran Tokoh, Kategori, dan Proses SeleksiCara Merespons Kondisi Darurat Orang Tenggelam Berdasarkan Insiden Sungai CiliwungProgram Bahtra Peduli, Aksi Distribusi Sembako Rutin Setiap Hari Jumat di Sulawesi TenggaraPengungkapan 769 Kasus Curanmor oleh Polda Metro Jaya dalam Operasi Berantas JayaAkses dan Jadwal Menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan MonasKronologi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap