goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Kebutuhan Susu Nasional Melonjak Akibat Program MBG, Mengapa Impor Masih Mendominasi?

Joko PrabowoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 13.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebutuhan Susu Nasional Melonjak Akibat Program MBG, Mengapa Impor Masih Mendominasi?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah membawa dampak besar bagi industri pengolahan susu segar di Indonesia. Di satu sisi, program ini menjadi angin segar karena memicu lonjakan permintaan konsumsi yang sangat tinggi di masyarakat. Namun, di sisi lain, lonjakan permintaan ini sekaligus mempertegas tantangan klasik yang dihadapi sektor peternakan nasional, yaitu ketergantungan yang mendalam pada pasokan luar negeri. Saat ini, sebagian besar kebutuhan susu nasional masih belum bisa dipenuhi oleh peternak lokal. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab lengkap mengenai kondisi, penyebab, dampak, serta langkah strategis industri susu nasional.

Mengapa permintaan susu di Indonesia mengalami lonjakan yang sangat pesat?

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Penyebab utama dari lonjakan permintaan ini adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar secara konsisten. Tambahan permintaan dari program tersebut langsung berimbas pada kinerja industri pengolahan susu segar di tanah air. Berdasarkan data ekonomi terbaru, sepanjang Kuartal II-2026, industri pengolahan susu segar nasional berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif sebesar 17,2% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qtq). Jika dilihat dalam skala tahunan, kinerja industri ini tumbuh hingga 29,89% secara year-on-year (yoy) pada kuartal yang sama. Angka pertumbuhan yang mendekati tiga puluh persen ini mencerminkan betapa masifnya dorongan pasar yang tercipta akibat kebijakan pemenuhan gizi tersebut.

Bagaimana kemampuan industri dalam negeri dalam memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut?

Baca Juga

Tren Harga Properti Residensial dan Pasar Kondominium Kuartal II 2026

Tren Harga Properti Residensial dan Pasar Kondominium Kuartal II 2026

Meskipun industri pengolahannya tumbuh pesat, pasokan bahan baku susu segar dari dalam negeri justru mengalami keterbatasan yang serius. Produksi susu domestik saat ini baru mampu memenuhi sekitar 25% dari total kebutuhan susu nasional. Kesenjangan ini terjadi karena kapasitas produksi peternak lokal belum berkembang secara signifikan. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2025, volume produksi susu nasional tercatat stagnan di angka 820,8 ribu ton saja. Tanpa adanya peningkatan kapasitas produksi lokal yang berarti, kesenjangan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus melonjak akan semakin melebar.

Seberapa besar ketergantungan Indonesia terhadap impor susu saat ini?

Akibat produksi lokal yang hanya mampu menutup seperempat dari total kebutuhan, Indonesia harus bersandar pada pasar global. Sebanyak 75% sisa kebutuhan susu nasional terpaksa dipasok melalui keran impor dari berbagai negara produsen. Ketergantungan yang tinggi ini tercermin dari lonjakan impor yang sangat signifikan pada tahun 2025. Pada tahun tersebut, volume impor susu ke Indonesia tercatat melonjak hingga mencapai 81%. Kenaikan impor yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa pasar domestik sangat rentan terhadap fluktuasi pasokan global karena pasokan lokal belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan yang didorong oleh program-program baru.

Berapa jumlah populasi sapi perah di Indonesia dan bagaimana upaya penambahannya?

Baca Juga

Pria Tersengat Listrik di Gardu PLN Sunter Agung Alami Luka Bakar 70 Persen

Pria Tersengat Listrik di Gardu PLN Sunter Agung Alami Luka Bakar 70 Persen

Hingga tahun 2025, total populasi sapi perah di Indonesia tercatat mencapai 500.000 ekor. Jumlah populasi ini dinilai masih sangat minim untuk menghasilkan volume susu segar yang dibutuhkan secara nasional. Guna menambah populasi yang ada, pemerintah dan pelaku industri telah melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan mendatangkan indukan dari luar negeri. Tercatat pada tahun 2025, Indonesia telah mengimpor sebanyak 15.000 ekor sapi bunting. Langkah impor sapi bunting ini ditujukan untuk mempercepat regenerasi populasi dan meningkatkan produksi susu segar di tingkat peternak lokal secara bertahap.

Apa langkah strategis yang harus diambil untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan susu ini?

Untuk menjembatani jurang pemisah antara produksi domestik dan kebutuhan nasional yang terus meningkat, Indonesia membutuhkan penambahan populasi sapi perah dalam skala yang jauh lebih besar. Berdasarkan perhitungan sektor industri, Indonesia memerlukan pasokan tambahan sekitar 1 hingga 2 juta ekor sapi bunting. Pengadaan sapi bunting dalam jumlah besar ini dinilai sebagai solusi krusial untuk meningkatkan populasi sapi perah secara instan dan mendongkrak kapasitas produksi susu segar nasional secara signifikan. Tanpa adanya langkah konkret untuk mendatangkan jutaan sapi bunting ini, target kemandirian pasokan susu untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis akan sulit tercapai dalam waktu dekat.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Makan Bergizi GratisIndustri SusuImpor SusuSapi Perah

Berita Terbaru Lainnya

Tren Harga Properti Residensial dan Pasar Kondominium Kuartal II 2026Pria Tersengat Listrik di Gardu PLN Sunter Agung Alami Luka Bakar 70 PersenTemuan 995 Senjata dan Narkoba di Sekolah Kebayoran Lama, Bagaimana Sikap Pemprov DKI?Micky van de Ven Dekati Kesepakatan Kontrak Baru dengan Tottenham HotspurFebrie Adriansyah Kooperatif Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Pencucian Uang oleh Tim 9 Kejaksaan AgungSemarak HUT ke-81 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Mulai Berkibar di Sejumlah WilayahPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai, Solusi Baru Atasi Kemacetan di Bogor SelatanPergerakan Pasar 7 Agustus 2026, IHSG Menguat ke 6.380, Rupiah Melemah, dan Harga Minyak Turun 5 Persen

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap