goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Kasus Penutupan Rekening Trump Organization oleh Capital One, Latar Belakang dan Duduk Perkara

Ding BalangDiterbitkan 3 Agu 2026 - 08.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Penutupan Rekening Trump Organization oleh Capital One, Latar Belakang dan Duduk Perkara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kasus penutupan ratusan rekening milik Trump Organization oleh Capital One Financial terus berlanjut di ranah hukum. Untuk pertama kalinya, Capital One secara resmi mengaitkan penutupan rekening-rekening tersebut dengan hasil kajian terkait pencegahan pencucian uang atau anti-money laundering (AML). Pernyataan resmi ini disampaikan melalui dokumen pengadilan yang diajukan pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah pengajuan dokumen hukum tersebut merupakan bagian dari upaya bank untuk membatalkan gugatan yang diajukan oleh perusahaan milik keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
. Melalui dokumen pengadilan yang sama, pihak Capital One berupaya membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa penutupan ratusan rekening tersebut dilakukan karena alasan politik atau merupakan bentuk diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Perselisihan antara Capital One dan perusahaan keluarga Trump ini bermula ketika pihak bank memberikan pemberitahuan resmi pada Maret 2021. Dalam pemberitahuan tersebut, bank menyampaikan rencananya untuk menutup lebih dari 300 rekening yang terafiliasi dengan Trump. Empat tahun berselang, tepatnya pada Maret 2025, Trump Organization bersama Eric Trump yang merupakan putra dari Donald Trump, memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke pengadilan federal di Florida. Dalam proses hukum yang berjalan, pengadilan federal di Miami tercatat telah dua kali menolak gugatan yang diajukan oleh Trump Organization. Meskipun mengalami penolakan, hakim yang menangani perkara tersebut tetap memberikan kesempatan kepada para penggugat untuk memperbaiki dokumen dan mengajukan kembali gugatan mereka.

Baca Juga

Kolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar Yen

Kolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar Yen

Dalam materi gugatan yang diajukan ke pengadilan, para penggugat menuduh bahwa rekening-rekening mereka ditutup karena keyakinan woke yang dianut oleh Capital One. Pihak penggugat juga menuding bahwa bank tersebut memiliki keinginan untuk menyesuaikan diri dengan suasana politik pasca-kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS. Menanggapi tuduhan tersebut, Capital One memberikan pembelaan dengan merujuk pada pedoman perbankan yang berlaku. Bank menyatakan bahwa pola transaksi yang diidentifikasi oleh tim mereka termasuk di antara jenis aktivitas yang ditandai dalam panduan perbankan federal. Meskipun mengaitkan penutupan dengan kajian pencegahan pencucian uang, Capital One secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menuduh Trump Organization melakukan praktik pencucian uang secara ilegal.

Proses hukum berlanjut ketika pihak penggugat mengajukan versi terbaru dari gugatan mereka pada bulan Juli. Merespons pengajuan terbaru ini, Capital One menyatakan bahwa gugatan versi Juli tersebut masih memiliki masalah mendasar yang sama dengan dua gugatan sebelumnya. Isu penutupan rekening ini juga sejalan dengan langkah kebijakan yang diambil oleh Donald Trump. Pada Agustus 2025, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang secara khusus melarang praktik debanking atau penghentian layanan perbankan yang bersifat diskriminatif. Langkah hukum terkait isu debanking ini juga tidak hanya ditujukan kepada Capital One. Pada Januari 2026, Trump tercatat melayangkan gugatan terhadap JPMorgan Chase dengan tuduhan serupa mengenai praktik penghentian layanan perbankan.

Baca Juga

Alasan Donald Trump Menunda Serangan Baru ke Iran dan Kondisi Terkini Timur Tengah

Alasan Donald Trump Menunda Serangan Baru ke Iran dan Kondisi Terkini Timur Tengah

Perselisihan hukum antara Donald Trump dan berbagai lembaga keuangan besar bukanlah hal yang baru. Pada tahun 2019, Trump pernah menggugat Capital One dan Deutsche Bank. Gugatan tersebut diajukan dalam upaya mencegah kedua lembaga perbankan itu menyerahkan catatan keuangan kepada Kongres AS. Terkait dengan Deutsche Bank, lembaga keuangan tersebut juga pernah menghadapi sorotan publik mengenai kepatuhan perbankan. Sebuah laporan menyebutkan bahwa sejumlah profesional AML di Deutsche Bank pernah menandai serangkaian transaksi yang dianggap mencurigakan, namun para eksekutif bank dituduh mengabaikan temuan tersebut. Menanggapi beredarnya informasi itu, pihak Deutsche Bank dengan tegas membantah laporan yang menyudutkan jajaran eksekutif mereka.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatPencucian UangCapital OneTrump OrganizationDebanking

Berita Terbaru Lainnya

Kolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar YenCara Menyelidiki Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan SelatanFasilitas Hotel Jannah Firdaus Makkah untuk Jamaah IndonesiaProyeksi Pergerakan IHSG Awal Agustus Serta Deretan Saham Pilihan AnalisPenjelasan PLN Terkait Pemadaman Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang SelatanPenyebab dan Dampak Pemadaman Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan pada Senin PagiSyarat dan Aturan Memasuki Hutan Leweung Gede Kampung Adat Kuta di CiamisPemadaman Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan 3 Agustus 2026, Wilayah Terdampak dan Penjelasan PLN

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap