goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Sains & Lingkungan

Cara Menyelidiki Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan

Iswan TandirerungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 09.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menyelidiki Fenomena Udang Naik ke Daratan di Kalimantan Selatan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Baru-baru ini, aliran sungai di Kalimantan Selatan menjadi sorotan akibat munculnya sejumlah besar udang ke permukaan air hingga merayap naik ke daratan. Kejadian tidak biasa ini memicu banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menginvestigasi penyebab pasti di balik anomali tersebut. Secara kodratnya, udang tergolong sebagai biota akuatik demersal, yaitu makhluk hidup yang lebih banyak beraktivitas di area dasar perairan. Oleh karena itu, perilaku udang yang beranjak dari dasar sungai menjadi pertanda kuat akan adanya masalah serius di habitat alami mereka. Untuk menyelidiki fenomena ini, terdapat serangkaian langkah observasi dan analisis lingkungan yang perlu dipahami.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama dalam menyelidiki anomali ini adalah melakukan pemeriksaan klinis terhadap udang yang naik ke daratan. Pengecekan ini bertujuan untuk melihat apakah ada tanda-tanda penyakit yang menyerang populasi udang di aliran sungai tersebut. Jika udang-udang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit secara klinis, maka dugaan terbesar mengarah pada menurunnya kualitas air di lingkungan tersebut. Masalah di area dasar perairan ini pada umumnya berhubungan erat dengan tingkat oksigen terlarut yang sudah berada di ambang batas kritis.

Langkah kedua adalah menganalisis penumpukan material di dasar perairan yang berpotensi memicu krisis oksigen. Penurunan kadar oksigen ini umumnya dipicu oleh penumpukan bahan organik dalam jumlah tinggi di area dasar sungai. Aktivitas mikroba dalam menguraikan material organik tersebut menyerap oksigen yang sangat banyak. Hal ini mengakibatkan stok oksigen untuk hewan-hewan dasar air, termasuk udang, menurun drastis sehingga mereka terpaksa naik ke daratan untuk mencari udara.

Baca Juga

Kolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar Yen

Kolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar Yen

Selain mengamati udang, langkah investigasi berikutnya adalah membandingkan dampak fenomena tersebut terhadap spesies lain di perairan yang sama, seperti ikan. Berbeda dengan udang, ikan merupakan hewan pelagis yang berhabitat di kolom air bagian atas sehingga lebih mampu bertahan hidup. Lapisan air pada area permukaan umumnya menyimpan cadangan oksigen yang lebih memadai ketimbang area dasar. Jika ikan di sungai tersebut tidak ikut naik ke daratan, hal ini semakin mengonfirmasi bahwa masalah utama berpusat pada dasar sungai.

Langkah krusial selanjutnya adalah melakukan pengujian laboratorium. Guru Besar Budidaya Perairan IPB University, Prof Sri Nuryati, memberikan panduan penting terkait investigasi ini. Beliau merekomendasikan agar pihak-pihak berwenang secepatnya mengumpulkan contoh air maupun endapan sedimen langsung dari lokasi kejadian. Pengambilan sampel langsung dari lokasi sangat penting agar hasil uji laboratorium dapat secara akurat mengungkap penyebab pasti dari krisis lingkungan yang memaksa udang naik ke permukaan.

Penyelidikan fenomena sungai ini juga perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan makro di Kalimantan Selatan yang saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan cuaca. Sebagai contoh, musim kemarau yang berkepanjangan telah mengakibatkan area persawahan di Provinsi Kalimantan Selatan dilanda kekeringan dan berisiko mengalami gagal panen atau puso. Di sisi lain, BPBD Kalsel juga bergerak cepat melakukan proses pembasahan kembali atau rewetting pada area lahan gambut yang berstatus kritis untuk mengantisipasi meluasnya ancaman kebakaran.

Baca Juga

Memastikan Status Armada Operasional Pertamina Pascakecelakaan di Tanah Bumbu

Memastikan Status Armada Operasional Pertamina Pascakecelakaan di Tanah Bumbu

Di samping masalah kekeringan, tantangan pada infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan perairan juga terjadi di wilayah ini. Erosi sungai telah mengakibatkan ruas Jalan Martapura Lama Km 5,5 Sungai Lulut menjadi ambles. Menyikapi kerusakan tersebut, pihak PUPR Kalsel tengah mempertimbangkan opsi penutupan jalan secara menyeluruh guna melakukan perbaikan yang diperkirakan memakan waktu satu bulan. Dinamika lingkungan sungai dan kondisi alam ini bisa saja secara tidak langsung memengaruhi ekosistem perairan di sekitarnya.

Meski dihadapkan pada fenomena lingkungan dan infrastruktur yang menantang, aktivitas sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut tetap berjalan. Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Kalsel yang difokuskan di Gedung Idham Khalid, Kota Banjarbaru, pada Kamis (23/7), turut diramaikan oleh kehadiran ratusan anak yang mewakili tingkat PAUD, TK, SD, sampai SMP. Memperhatikan seluruh aspek lingkungan dan sosial ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi daerah saat fenomena alam terjadi, sekaligus menegaskan pentingnya investigasi terukur untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kalimantan SelatanLingkunganUdang Naik ke DaratanKualitas AirIPB University

Berita Terbaru Lainnya

Memilih Kendaraan Daihatsu yang Sesuai Kebutuhan Mobilitas di Era Transisi ElektrifikasiEvaluasi Operator dan Penertiban Manifes Pasca-Kebakaran KMP Mutiara Sentosa IISorotan GIIAS 2026, Minat Tinggi Toyota Land Cruiser FJ hingga Mobil Baru DaihatsuPemadaman Listrik di Jakarta dan Tangerang Selatan, Penyebab dan Cara Melaporkan GangguanJadwal Tayang dan Link Streaming Dream To You Episode 7-8Panduan Penggunaan dan Penerapan Logo Resmi HUT RI 2026Semifinal Piala Presiden 2026, Jadwal, Siaran Langsung, dan Aturan Tanpa TiketKolaborasi Amerika Serikat dan Jepang dalam Intervensi Nilai Tukar Yen

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap