goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

IHSG Kembali ke 6.000 di Tengah Keluarnya Dana Asing pada 2026

Ding BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 14.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Kembali ke 6.000 di Tengah Keluarnya Dana Asing pada 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatatkan dinamika yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Mengawali tahun dari posisi 8.748,13, indeks saham utama Indonesia ini sempat mengalami tekanan berat hingga terkoreksi lebih dari 30%. Namun, di tengah tantangan tersebut, IHSG berhasil bangkit dan kembali menembus level psikologis 6.000. Penguatan ini terlihat jelas pada penutupan perdagangan tanggal 13 Juli 2026, ketika indeks tercatat menguat sebesar 113,48 poin atau sekitar 1,92% sehingga berada di level 6.186,36. Tren pemulihan ini terus berlanjut hingga akhir bulan, di mana IHSG mampu bertahan di posisi 6.196,43 per tanggal 30 Juli 2026.

Pemulihan nilai indeks ini terjadi di tengah arus keluar modal asing yang cukup masif dari pasar saham

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
domestik. Data perdagangan mencatat bahwa nilai jual bersih (net sell) oleh investor asing telah mencapai angka Rp71,17 triliun hingga 30 Juli 2026. Tekanan jual dari pihak asing ini diketahui sangat terkonsentrasi pada saham-saham di sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Menariknya, ketika dana asing keluar dalam jumlah besar, investor domestik justru tampil sebagai penopang utama. Aksi beli yang dilakukan oleh investor lokal, terutama dari kalangan investor ritel, menjadi faktor kunci yang mendukung IHSG untuk kembali naik dan bertahan di atas batas psikologis 6.000.
Baca Juga

Kinerja Keuangan Telkom Semester Pertama 2026, Pendapatan Konsolidasi Capai Rp 75,9 Triliun

Kinerja Keuangan Telkom Semester Pertama 2026, Pendapatan Konsolidasi Capai Rp 75,9 Triliun

Dukungan kuat dari investor domestik ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelaku pasar modal di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dihimpun, total investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 28,96 juta Single Investor Identification (SID) per tanggal 30 Juni 2026. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 42,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara lebih spesifik, jumlah investor saham saja telah menyentuh angka 9,56 juta SID per April 2026, yang berarti terdapat pertumbuhan sebesar 11,14% dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025. Peningkatan basis investor lokal inilah yang membantu menyerap tekanan jual asing di pasar saham nasional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada tiga penyebab utama yang memicu pelemahan indeks sepanjang semester pertama tahun 2026. Ketiga faktor tersebut meliputi tingginya ketidakpastian global, persepsi investor terhadap arah kebijakan domestik, serta adanya rebalancing atau penyesuaian ulang portofolio dana global. Kondisi ini turut diperberat oleh sejumlah indikator makroekonomi dalam negeri. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat turun ke angka 46,9 pada bulan Juni 2026, yang menandakan bahwa sektor manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Selain itu, tingkat inflasi tahunan juga mengalami kenaikan menjadi 3,34% secara tahunan (yoy). Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei 2026 bahkan mencatatkan defisit sebesar US$1,61 miliar, yang merupakan defisit pertama kalinya sejak April 2020. Meskipun data makroekonomi menunjukkan sejumlah tekanan, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Baca Juga

Profil Ubaidillah Amin dan Hambra Samal sebagai Komisaris Baru Pelindo

Profil Ubaidillah Amin dan Hambra Samal sebagai Komisaris Baru Pelindo

Di samping faktor ekonomi makro, pasar keuangan domestik juga diwarnai oleh perubahan di pucuk pimpinan bank sentral. Pada tanggal 25 Juli 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan pribadi. Merespons kekosongan kursi kepemimpinan tersebut, Dewan Gubernur kemudian menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat gubernur sementara yang mulai bertugas secara efektif per tanggal 26 Juli 2026. Sementara itu, sebagai perbandingan dengan instrumen investasi di pasar global pada periode yang berdekatan, indeks S&P 500 di Amerika Serikat berada di posisi 7.572 pada 13 Juli 2026. Pada waktu yang sama, aset kripto Bitcoin juga terpantau diperdagangkan di kisaran harga US$64.000.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaIHSGPasar SahamEkonomi IndonesiaOtoritas Jasa KeuanganInvestor Ritel

Berita Terbaru Lainnya

Kalender Hijriah Agustus 2026 Lengkap dengan Jadwal Puasa Sunah dan Maulid NabiCara Mendukung Pelestarian Terumbu Karang Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan IklimKronologi dan Penanganan Kebakaran di Hotel Pullman Jakarta BaratCara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirCara Memantau Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MKPanduan Perkembangan Isu Terkini Sektor Publik, Lingkungan, dan GlobalKinerja Keuangan Telkom Semester Pertama 2026, Pendapatan Konsolidasi Capai Rp 75,9 TriliunProfil Ubaidillah Amin dan Hambra Samal sebagai Komisaris Baru Pelindo

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap