goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Lingkungan

Cara Mendukung Pelestarian Terumbu Karang Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Nyaring JalungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mendukung Pelestarian Terumbu Karang Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Indonesia dikenal sebagai pusat Segitiga Karang Dunia atau Coral Triangle. Kawasan perlindungan laut ini sangat luas, mencakup area sebesar 6 juta kilometer persegi yang melintasi enam negara anggota Coral Triangle Initiative. Keenam negara tersebut meliputi Indonesia sebagai jantung utama, kemudian disusul oleh Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia menyumbang antara 10 hingga 16 persen dari total luas terumbu karang secara global. Ekosistem laut ini terbukti perkasa dalam menopang kehidupan pesisir, namun tetap memiliki batas ketahanan terhadap perubahan lingkungan. Bagi masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin berkontribusi dalam upaya pelestarian, ada beberapa panduan dan langkah pemahaman yang bisa diterapkan.

Langkah pertama dalam menjaga ekosistem ini adalah mengenali kekayaan keanekaragaman hayati yang ada di perairan kita. Laut Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 590 spesies karang keras, yang mewakili sekitar 71 persen dari total spesies karang global. Selain itu, ekosistem perairan ini juga menjadi habitat bagi hingga 2.200 jenis ikan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Mitchell B. Lyons dan tim, terumbu karang dangkal secara global memiliki luas mencapai 348.361 kilometer persegi dengan luas habitat karang sebesar 80.213 kilometer persegi. Meskipun secara keseluruhan terumbu karang hanya mencakup 1 persen dari lautan dunia, ekosistem ini mampu menyediakan habitat bagi setidaknya 25 persen kehidupan laut. Memahami nilai ekonomi dari terumbu karang juga menjadi langkah penting untuk mendorong pelestariannya. Sebagai perbandingan, lembaga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan bahwa nilai komersial perikanan Amerika Serikat yang bergantung dari ekosistem terumbu karang mencapai lebih dari 100 juta dolar AS per tahun.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Baca Juga

Petambak Kutai Kartanegara Diajak Tanam Mangrove Guna Pulihkan Produktivitas

Petambak Kutai Kartanegara Diajak Tanam Mangrove Guna Pulihkan Produktivitas

Langkah kedua adalah memantau stabilitas dan batas toleransi terumbu karang terhadap anomali suhu permukaan laut. Sebuah studi komprehensif dari Tries Blandine Razak beserta timnya membuktikan bahwa tutupan karang di Indonesia tetap stabil pada periode tahun 2004 hingga 2023. Kondisi stabil ini terutama terpantau di wilayah Indonesia bagian timur. Pemantauan dalam riset tersebut dilakukan secara intensif pada 394 lokasi terumbu permanen yang tersebar di 32 wilayah. Hasilnya mencatat bahwa 26 lokasi menunjukkan kondisi yang kurang lebih stabil, dua lokasi mengalami perbaikan, dan hanya empat lokasi yang kondisinya cenderung memburuk. Ketahanan ini terjadi meskipun suhu permukaan laut di area penelitian telah mengalami peningkatan sebesar 0,12 hingga 0,28 derajat Celsius per dekade selama periode tahun 2010 hingga 2016. Namun, semua pihak harus tetap waspada. Tutupan karang akan mengalami penurunan yang sangat signifikan jika gelombang panas laut melewati ambang batas kritis, yaitu hingga 12 degree-heating weeks (DHW).

Langkah ketiga adalah memitigasi dampak pemutihan karang akibat kenaikan suhu permukaan laut. Secara global, antara bulan Januari 2023 hingga September 2025, tercatat sekitar 84,4 persen terumbu karang dunia yang tersebar di 83 wilayah mengalami pemutihan. Peristiwa ini merupakan peristiwa pemutihan karang global keempat sekaligus tercatat sebagai rekor terbesar dalam sejarah. Dampak nyata dari fenomena pemanasan ini juga dirasakan langsung di Indonesia. Peristiwa pemutihan terumbu karang telah didokumentasikan terjadi di wilayah Selat Dampier, Raja Ampat. Pengawasan ketat terhadap area-area rentan seperti ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan ekosistem melampaui batas pemulihan alaminya.

Baca Juga

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Pulang Pisau

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Pulang Pisau

Langkah keempat adalah mendukung inisiatif konservasi dan program restorasi aktif yang telah terbukti memberikan hasil positif. Salah satu upaya nyata saat ini sedang dijalankan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui program konservasi dan restorasi bernama Koralestari. Program ini berfokus pada tiga lokasi prioritas di Indonesia yang mencakup sekitar 4 juta hektare Kawasan Konservasi Perairan dan sekitar 50.000 hektare kawasan terumbu karang. Selain inisiatif lembaga swadaya, dukungan juga harus diberikan pada program pemerintah. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan rehabilitasi ekosistem terumbu karang di Sub Zona Rehabilitasi Kawasan Konservasi Nasional Pulau Pieh, Sumatera Barat. Berdasarkan data pemantauan rehabilitasi rutin di kawasan tersebut, tingkat kelangsungan hidup terumbu karang hasil transplantasi sangat sukses karena mencapai 97 persen. Melalui penerapan langkah-langkah pelestarian ini, ketahanan ekosistem laut Indonesia dapat terus dipertahankan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

terumbu karangkonservasi lautpemutihan karangKoralestariSegitiga Karang Dunia

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan Apindo Terkait Pemasangan Pagar Tinggi di Pusat PerbelanjaanCara Merekam Layar di Windows dan Mac Menggunakan Fitur BawaanCara Memantau Persiapan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-NagoyaPanduan Memahami Status Siaga Cuaca Panas Ekstrem di Italia dan DampaknyaRealisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Akhir Juli 2026Petambak Kutai Kartanegara Diajak Tanam Mangrove Guna Pulihkan ProduktivitasRencana Penertiban Parkir Liar Truk di Kawasan Jalan Terminal Mengwi, BadungDitjenpas Ungkap Fakta Kasus Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap