goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen ke Level Terendah Sejak 13 Juli

Nyaring JalungDiterbitkan 4 Agu 2026 - 11.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen ke Level Terendah Sejak 13 Juli
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pasar minyak mentah global mengalami guncangan hebat pada perdagangan awal pekan ini. Pada perdagangan Senin (3/8), harga minyak dunia anjlok sekitar 7 persen, menandai level terendah dalam tiga pekan terakhir bagi komoditas energi tersebut. Penurunan tajam ini menyeret harga kontrak berjangka Brent untuk pengiriman terdekat turun sebesar USD 6,35 atau sekitar 7 persen, hingga akhirnya ditutup pada posisi USD 83,77 per barel. Angka penutupan Brent tersebut tercatat sebagai titik terendah sejak tanggal 13 Juli. Sementara itu, pelemahan yang signifikan juga terjadi pada harga minyak mentah standar Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), yang merosot sebesar USD 4,33 atau 5,1 persen ke level USD 80,34 per barel. Untuk kontrak Brent bulan Oktober, harga terpantau menyusut 4,7 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan kontrak Oktober pada hari Jumat pekan sebelumnya. Pergerakan harga yang merosot tajam ini mencerminkan sensitivitas pasar yang sangat tinggi terhadap isu-isu global terbaru.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Pergerakan harga yang fluktuatif ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Penurunan harga minyak mulai terjadi setelah adanya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Trump memutuskan untuk menunda rencana serangan baru terhadap Iran demi membuka ruang bagi tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat antara kedua belah pihak. Trump mengeklaim bahwa akan ada pembicaraan yang berlangsung pada sore hari, yang kemudian ia jadikan alasan utama untuk membatalkan rencana serangan militer tersebut. Meskipun demikian, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada pihak Iran. Ia memperingatkan bahwa kepemimpinan Iran menghadapi risiko pemenggalan jika mereka tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Hal ini membuat pelaku pasar sempat berspekulasi mengenai kemungkinan meredanya ketegangan.

Namun, klaim sepihak dari Washington tersebut segera mendapatkan bantahan keras dari pihak Teheran. Pada Senin (3/8), pihak Iran secara tegas menyatakan bahwa sama sekali tidak ada komunikasi yang terjalin dengan pihak Amerika Serikat, baik berupa pembicaraan yang sedang berlangsung maupun rencana pertemuan yang akan datang. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, secara resmi membantah klaim Trump mengenai adanya negosiasi maupun agenda pertemuan yang telah dijadwalkan tersebut. Baghaei menyatakan bahwa informasi mengenai pertemuan itu tidak benar. Lebih lanjut, pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana sama sekali untuk menerima kunjungan delegasi asing ataupun mengirimkan utusan negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang. Bantahan ini langsung mematahkan harapan pasar akan adanya dialog damai yang cepat.

Baca Juga

Riwayat Lahan Proyek Waduk di Kramat Jati yang Berubah Menjadi TPS Liar

Riwayat Lahan Proyek Waduk di Kramat Jati yang Berubah Menjadi TPS Liar

Perbedaan pernyataan yang sangat kontras antara AS dan Iran ini menimbulkan ketidakpastian baru di kalangan pelaku pasar komoditas. Menurut analisis dari pihak Ritterbusch, kemerosotan tajam harga minyak pada hari Senin tersebut cenderung merupakan bentuk reaksi berlebihan dari para pelaku pasar terhadap komentar yang dilontarkan oleh Trump. Analis Ritterbusch menjelaskan bahwa pasar merespons berlebihan pernyataan Trump yang menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat. Padahal, pada akhir pekan sebelumnya, pasar sempat diliputi kekhawatiran yang sangat tinggi akibat ancaman serangan besar-besaran dari pihak AS yang disebut-sebut akan segera terjadi. Perubahan narasi yang begitu cepat dari ancaman perang menjadi klaim kesepakatan damai inilah yang memicu aksi jual di pasar minyak mentah secara mendadak karena spekulan bergegas menyesuaikan posisi mereka.

Di samping faktor ketegangan geopolitik di Timur Tengah, tekanan terhadap harga komoditas energi ini juga dipengaruhi oleh situasi domestik di Amerika Serikat sendiri. Donald Trump kembali mendesak perusahaan-perusahaan minyak untuk menurunkan harga bensin bagi konsumen di AS. Secara khusus, ia mengkritik tajam Chevron dan Exxon Mobil karena dinilai meraup keuntungan yang terlalu besar di tengah situasi ekonomi saat ini. Dampak dari sentimen domestik ini turut berimbas pada pasar bahan bakar turunan di AS, di mana harga bensin dan diesel mengalami pelemahan sekitar 5 persen sepanjang sesi perdagangan pada hari Senin (3/8). Desakan politik dalam negeri AS ini menambah sentimen negatif bagi pergerakan harga minyak secara keseluruhan di pasar global.

Baca Juga

Rencana Insentif Mobil Listrik Berbaterai NMC untuk Memperkuat Hilirisasi Nikel

Rencana Insentif Mobil Listrik Berbaterai NMC untuk Memperkuat Hilirisasi Nikel

Situasi pasar minyak global saat ini masih diselimuti oleh ketidakpastian yang sangat tinggi bagi para pelaku industri dan investor. Meskipun harga minyak sempat turun ke level terendah sejak pertengahan Juli akibat ekspektasi meredanya konflik, ketiadaan dialog nyata antara AS dan Iran menunjukkan bahwa risiko geopolitik di kawasan Teluk belum sepenuhnya mereda. Para pelaku pasar kini harus mencermati perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah penurunan harga ini akan bertahan lama atau justru kembali berbalik arah seiring dengan ketidakpastian politik internasional yang terus berkembang secara dinamis dari hari ke hari.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Harga MinyakDonald TrumpIranAmerika SerikatEkonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

Riwayat Lahan Proyek Waduk di Kramat Jati yang Berubah Menjadi TPS LiarRencana Insentif Mobil Listrik Berbaterai NMC untuk Memperkuat Hilirisasi NikelPemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis hingga Tingkat RTPemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya Wisata Usai Insiden di Pantai SemetiCara Seskab Teddy Indra Wijaya Merawat Jaringan yang Perlu Dicontoh PolitisiMengapa LPS Membantah Fenomena Masyarakat Makan Tabungan?Hasil DA8 Tadi Malam, Sakhi Tersenggol dan Jadwal Grup 5 Top 37Tawaran 36 Unit Lapis Baja AWAV dan Penguatan Pertahanan TNI di Balik Pertemuan Indonesia-Thailand

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap