Pernahkah Anda menyadari bahwa lingkungan di sekitar kita kini tampak lebih seragam dan minim warna? Fenomena hilangnya warna-warni dari berbagai objek sehari-hari ini ramai dibicarakan di internet dengan istilah The Grayening. Istilah tersebut merujuk pada situasi ketika dunia secara perlahan beralih ke warna-warna kelabu. Padahal, jika kita menengok kembali ke masa seperempat abad yang lalu, dunia masih terasa sangat meriah. Pada era tersebut, jalan raya diramaikan oleh mobil dan sepeda motor berwarna biru, merah, hingga hijau toska. Komputer buatan Apple pun diproduksi dengan beragam varian warna cerah seperti biru, hijau, oranye, merah, dan ungu, sementara restoran Pizza Hut sangat identik dengan dominasi warna merahnya yang khas.
Perubahan visual ke arah monokrom ini bukan sekadar perasaan atau nostalgia belaka, melainkan fakta yang didukung oleh penelitian. Pada tahun 2020, Science Museum Group di Inggris melakukan analisis terhadap lebih dari 7.000 foto koleksi benda sehari-hari yang mencakup kurun waktu dari awal tahun 1800-an hingga masa kini. Objek yang diteliti sangat beragam, mulai dari kamera, telepon, hingga mesin telegraf. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa warna abu-abu gelap menjadi warna yang paling mendominasi. Warna tersebut muncul dalam lebih dari 80 persen foto yang dianalisis, menegaskan bahwa benda-benda di sekitar manusia memang mengalami penyusutan variasi warna seiring berjalannya waktu.








