goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Gaya Hidup

Fenomena The Grayening dan Alasan Dunia Semakin Kehilangan Warna

Nyaring JalungDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fenomena The Grayening dan Alasan Dunia Semakin Kehilangan Warna
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pernahkah Anda menyadari bahwa lingkungan di sekitar kita kini tampak lebih seragam dan minim warna? Fenomena hilangnya warna-warni dari berbagai objek sehari-hari ini ramai dibicarakan di internet dengan istilah The Grayening. Istilah tersebut merujuk pada situasi ketika dunia secara perlahan beralih ke warna-warna kelabu. Padahal, jika kita menengok kembali ke masa seperempat abad yang lalu, dunia masih terasa sangat meriah. Pada era tersebut, jalan raya diramaikan oleh mobil dan sepeda motor berwarna biru, merah, hingga hijau toska. Komputer buatan Apple pun diproduksi dengan beragam varian warna cerah seperti biru, hijau, oranye, merah, dan ungu, sementara restoran Pizza Hut sangat identik dengan dominasi warna merahnya yang khas.

Perubahan visual ke arah monokrom ini bukan sekadar perasaan atau nostalgia belaka, melainkan fakta yang didukung oleh penelitian. Pada tahun 2020, Science Museum Group di Inggris melakukan analisis terhadap lebih dari 7.000 foto koleksi benda sehari-hari yang mencakup kurun waktu dari awal tahun 1800-an hingga masa kini. Objek yang diteliti sangat beragam, mulai dari kamera, telepon, hingga mesin telegraf. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa warna abu-abu gelap menjadi warna yang paling mendominasi. Warna tersebut muncul dalam lebih dari 80 persen foto yang dianalisis, menegaskan bahwa benda-benda di sekitar manusia memang mengalami penyusutan variasi warna seiring berjalannya waktu.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Tren dominasi warna netral ini juga tercermin sangat jelas dalam industri otomotif global. Berdasarkan laporan dari BASF Coatings pada tahun 2025, warna-warna netral menguasai 88 persen pangsa pasar otomotif dunia. Secara rinci, warna putih memimpin dengan porsi 38 persen, diikuti oleh hitam sebesar 23 persen, abu-abu sebanyak 19 persen, dan perak sebesar 8 persen. Sebaliknya, warna-warna cerah hanya menyisakan porsi 12 persen dari total produksi mobil baru secara global. Warna merah, yang dahulu sempat menjadi simbol ikonik di jalanan, kini hanya menyumbang sekitar 3 persen dari keseluruhan pasar otomotif dunia.

Baca Juga

Fakta Lengkap Penebangan Pohon Liar di Jalan R.E. Martadinata Bandung dan Langkah Hukum Pemerintah Daerah

Fakta Lengkap Penebangan Pohon Liar di Jalan R.E. Martadinata Bandung dan Langkah Hukum Pemerintah Daerah

Mengapa dunia menjadi semakin kelabu? Para ahli menawarkan berbagai sudut pandang sosiologis dan estetika. Sosiolog asal Amerika Serikat, George Ritzer, dalam esainya yang berjudul The McDonaldization of Society pada tahun 1983, menjelaskan adanya pergeseran masyarakat modern menuju rasionalisasi yang bertumpu pada efisiensi, prediktabilitas, kalkulabilitas, dan kontrol. Di sisi lain, sosiolog media asal Inggris, John Tomlinson, mengaitkan fenomena ini dengan teori imperialisme budaya. Dari segi estetika, kecenderungan menghindari warna memiliki akar sejarah yang panjang. Filsuf Jerman Immanuel Kant memperkenalkan konsep formalisme dalam estetika melalui karyanya Critique of Judgment pada tahun 1790.

Pandangan yang menomorduakan warna juga ditelusuri oleh kritikus seni David Batchelor dalam bukunya Chromophobia, yang menyebutkan bahwa budaya Barat sejak zaman Yunani kuno cenderung lebih mengutamakan garis dan bentuk. Hal ini diperkuat oleh arsitek Austria Adolf Loos yang menyatakan bahwa evolusi budaya identik dengan hilangnya ornamen dari benda fungsional. Arsitek Le Corbusier bahkan mengampanyekan penggunaan cat putih setelah mengunjungi Acropolis di Yunani. Gaya arsitektur International Style yang mendominasi dunia sejak dekade 1930-an pun turut melanggengkan tren ini melalui penggunaan kaca, baja, dan beton yang hampir selalu berwarna abu-abu.

Baca Juga

Memahami Kronologi dan Fakta Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu

Memahami Kronologi dan Fakta Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu

Meski dominasi abu-abu begitu kuat, dinamika warna di berbagai belahan dunia menunjukkan pola pertumbuhan yang bervariasi. Berdasarkan laporan BASF Coatings pada tahun 2025, warna hijau tercatat sebagai warna kromatik dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Di wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika, warna hijau bahkan telah melampaui posisi warna merah sebagai pilihan warna mobil. Di Amerika Serikat, pangsa pasar mobil berwarna kromatik juga mulai mengalami kenaikan hampir dua poin persentase dibanding tahun sebelumnya, dengan warna seperti krem, cokelat, dan ungu yang mulai mendapatkan momentum. Namun, di kawasan Asia Pasifik, dominasi warna-warna akromatik seperti abu-abu justru dilaporkan semakin kuat dan terus meningkat.

Sementara itu di Indonesia, terdapat fenomena unik terkait persepsi warna cat yang populer di masyarakat. Salah satu pilihan cat termurah di tanah air adalah warna hijau tokek atau gecko green, yang sangat populer hingga sering kali mendapat julukan sebagai hijau miskin. Secara historis, warna cat ini awalnya digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (MMD). Popularitas warna hijau tokek ini menjadi salah satu pengecualian menarik di tengah tren global yang terus bergerak menuju dunia yang semakin minim warna.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

The GrayeningWarnaTren GlobalSosiologiDesainArsitektur

Berita Terbaru Lainnya

Ramai Fenomena Mal Pasang Pagar, Polda Metro Jaya Buka SuaraMemahami Modus Peredaran Ganja Jaringan Medan-Jakarta-Bandung Melalui InstagramPanduan Laga Pre-Season Tour Indonesia 2026, Aston Villa Melawan Indonesia All StarMasa Depan Bisnis Kecantikan dan Persaingan di Era Beauty TechManajemen Risiko Investasi Saham Teknologi agar Terhindar dari Margin CallKinerja Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk pada Semester I-2026Peringatan Iran terhadap Bulgaria dan Siprus Terkait Operasi Militer Amerika SerikatMenyusun Rencana Perjalanan Wisata Berbasis Kereta Api ala Rute Kepresidenan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap