goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Faktor Penyebab IHSG Stagnan di Level 6.234 pada Awal Agustus 2026

Yohanes IpoiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 23.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Faktor Penyebab IHSG Stagnan di Level 6.234 pada Awal Agustus 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan pada perdagangan sesi pertama hari Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, indeks acuan di Bursa Efek Indonesia ini berada di level 6.234,29. Posisi tersebut mencerminkan penurunan yang sangat tipis, yakni sebesar 1,83 poin atau 0,03 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di posisi 6.236,13. Sebelum perdagangan awal pekan ini dimulai, IHSG memang sudah diproyeksikan akan bergerak dengan volatilitas tinggi setelah pada pekan sebelumnya sempat ditutup menguat sebesar 0,64 persen ke level 6.236,13.

Aktivitas transaksi di lantai bursa sepanjang sesi pertama hari ini tercatat cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp7,68 triliun. Adapun volume perdagangan yang terjadi menyentuh angka 23,09 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 1,39 juta kali. Dinamika pasar pada sesi pertama ini memperlihatkan pergerakan yang cukup berimbang, di mana sebanyak 323 saham terpantau menguat dan 294 saham mengalami penurunan. Sementara itu, terdapat 169 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Di antara emiten yang melantai di bursa, saham-saham seperti DCII, BBCA, dan SRAJ menjadi beberapa emiten pemberat yang menekan kinerja indeks pada sesi tersebut.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Kondisi yang dialami pasar saham domestik ini terjadi di tengah melemahnya bursa saham di kawasan Asia-Pasifik yang secara kompak dibuka di zona merah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 terpantau melemah sebesar 1,43 persen, sedangkan indeks Topix juga mengalami penurunan sebesar 1,45 persen. Pelemahan yang jauh lebih tajam melanda bursa saham Korea Selatan, di mana indeks Kospi dilaporkan anjlok hingga mencapai 4,57 persen. Sementara itu di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga tidak mampu bertahan di zona hijau dan mengalami koreksi sebesar 0,36 persen pada perdagangan hari yang sama.

Baca Juga

Target Pemulihan Kapasitas PLTP Sarulla Melalui Tambahan Investasi Baru

Target Pemulihan Kapasitas PLTP Sarulla Melalui Tambahan Investasi Baru

Dari sisi eksternal, pelaku pasar tengah mencermati dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Sentimen positif sempat muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan ini dinilai membuka peluang terjadinya deeskalasi konflik di kawasan tersebut. Sementara dari dalam negeri, para investor juga bersikap waspada dan memantau sejumlah rilis data penting. Beberapa data yang menjadi perhatian domestik antara lain realisasi inflasi untuk bulan Juli, data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan Indonesia, hingga jalannya konferensi pers yang diadakan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Selain data-data tersebut, pasar juga masih menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal II-2026. Dari kancah global, perhatian para pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi penting lainnya. Rilis data yang dinantikan tersebut meliputi data aktivitas manufaktur serta data perdagangan dari China, hingga laporan data ketenagakerjaan yang akan dirilis oleh Amerika Serikat. Semua data ini diproyeksikan akan memengaruhi keputusan investasi para pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga

Laba Bersih ICBP Turun 33 Persen pada Semester I-2026, Ini Penyebab Utamanya

Laba Bersih ICBP Turun 33 Persen pada Semester I-2026, Ini Penyebab Utamanya

Melihat pergerakan modal, sepanjang pekan lalu investor asing sebenarnya mencatatkan aksi beli bersih atau net buy yang cukup besar senilai Rp7,10 triliun di seluruh pasar. Namun, angka net buy tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya transaksi jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang bernilai sekitar Rp9,33 triliun. Transaksi ini terjadi di pasar negosiasi dengan menggunakan harga penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO). Jika transaksi jumbo saham MAPI tersebut tidak diikutsertakan, investor asing sebenarnya mencatatkan aksi jual bersih atau net sell yang berkisar di angka Rp2 triliun di pasar reguler.

Tekanan jual oleh investor asing pada perdagangan pekan lalu terkonsentrasi pada sejumlah saham unggulan di tanah air. Saham-saham yang banyak dilepas oleh asing di antaranya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru menjadi incaran dan banyak dibeli oleh investor asing. Saham-saham yang dibidik asing tersebut meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Timah Tbk (TINS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiIHSGPasar SahamBursa Efek Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Terkait Penurunan Harga PertamaxPotensi Dampak Kebijakan Mandatori B50 terhadap Volume Ekspor Kelapa Sawit IndonesiaDewas KPK Catat 15 Aduan Pelanggaran Etik Sepanjang Semester I 2026Target Pemulihan Kapasitas PLTP Sarulla Melalui Tambahan Investasi BaruIstri Polisi Diduga Bunuh Diri di Medan Helvetia, Kronologi dan Fakta TerkiniLaba Bersih ICBP Turun 33 Persen pada Semester I-2026, Ini Penyebab UtamanyaAksi Jual Bersih Asing Rp363,53 Miliar Bayangi Sesi Pertama IHSGSatlantas Polresta Banjarmasin Tindak 20 Pelanggar Lalu Lintas untuk Tekan Balap Liar

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap