Musim kemarau di Indonesia kerap menghadirkan tantangan serius berupa krisis air bersih dan kekeringan yang meluas di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Peluang fenomena ini untuk mencapai kategori kuat sangat terbuka lebar. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa pemantauan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik menunjukkan indeks Nino 3.4 telah melampaui ambang batas untuk kategori El Nino kuat. Bersamaan dengan itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga diproyeksikan terjadi mulai September hingga Desember 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa informasi iklim tersebut sejalan dengan prakiraan yang telah dirilis pada Maret dan Mei 2026.








