goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Lingkungan

Antisipasi dan Mitigasi Dampak Krisis Air Bersih Sepanjang Musim Kemarau 2026

Yohanes IpoiDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Antisipasi dan Mitigasi Dampak Krisis Air Bersih Sepanjang Musim Kemarau 2026
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Musim kemarau di Indonesia kerap menghadirkan tantangan serius berupa krisis air bersih dan kekeringan yang meluas di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Peluang fenomena ini untuk mencapai kategori kuat sangat terbuka lebar. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa pemantauan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik menunjukkan indeks Nino 3.4 telah melampaui ambang batas untuk kategori El Nino kuat. Bersamaan dengan itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga diproyeksikan terjadi mulai September hingga Desember 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa informasi iklim tersebut sejalan dengan prakiraan yang telah dirilis pada Maret dan Mei 2026.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Kombinasi fenomena iklim ini berdampak langsung pada durasi dan intensitas musim kemarau di Indonesia. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau tahun 2026 terjadi pada Agustus hingga September. Sebanyak 437 zona musim, yang mencakup sekitar 48,77 persen dari total wilayah Indonesia, diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan bahwa musim kemarau secara umum diperkirakan baru berakhir pada pertengahan Oktober 2026, sebelum hujan kembali turun pada bulan November.

Dampak dari cuaca yang lebih kering ini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Laporan menunjukkan bahwa kekeringan dan krisis air bersih telah melanda Kabupaten Tangerang, Banten, Lumajang, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di Kelurahan Keranggan, Kota Tangerang Selatan, warga terpaksa kembali mengandalkan distribusi air bersih setelah sumur-sumur mereka mengering. Peneliti Senior Rekayasa Lingkungan dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Ignasius D.A. Sutapa, menjelaskan bahwa El Nino menekan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menurunkan curah hujan 20 hingga 70 persen dari kondisi normal.

Baca Juga

Jadwal Lengkap dan Informasi Pramusim Manchester City Musim 2026/2027

Jadwal Lengkap dan Informasi Pramusim Manchester City Musim 2026/2027

Selain kuantitas air yang menurun drastis, krisis ini memicu masalah pada kualitas sumber air yang tersisa. Ignasius D.A. Sutapa memaparkan bahwa penurunan debit sungai mengurangi kapasitas badan air untuk mengencerkan polutan dari limbah domestik maupun aktivitas pertanian. Hal ini menyebabkan konsentrasi polutan menjadi jauh lebih tinggi, yang kemudian memicu terjadinya ledakan populasi alga dan bau tidak sedap. Lebih lanjut, Ignasius menyoroti bahwa Indonesia masih terjebak dalam paradigma dari banjir ke kekeringan. Air hujan pada musim penghujan sebagian besar dibuang begitu saja ke laut, alih-alih disimpan atau ditampung sebagai cadangan.

Untuk memitigasi dampak dari musim kemarau panjang, terdapat beberapa langkah adaptasi yang direkomendasikan. Di sektor pertanian, BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam serta pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Langkah antisipasi juga sangat diperlukan untuk menghadapi potensi kenaikan risiko kebakaran hutan dan lahan. Risiko ini diperkirakan meningkat secara signifikan di wilayah Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.

Baca Juga

Dino Patti Djalal Mengingatkan Ancaman Deforestasi Papua Terhadap Target Emisi

Dino Patti Djalal Mengingatkan Ancaman Deforestasi Papua Terhadap Target Emisi

Sebagai bagian dari upaya mitigasi aktif, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca saat ini terus berlangsung di beberapa wilayah. Operasi ini bertujuan memitigasi kebakaran hutan dan lahan sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air. Di tingkat pemerintahan pusat, persiapan menghadapi musim kemarau juga terus dimatangkan. Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri pada Selasa, 28 Juli 2026, guna membahas langkah antisipasi musim kemarau. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa secara total neraca air nasional saat ini masih memadai dan berada dalam kondisi aman.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El NinoMusim KemarauKrisis Air BersihBMKGMitigasi Bencana

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Risiko Tambang Batu Bara dari Tragedi Ledakan di BalochistanProgram Persiapan LPDP Kemenag bagi Santri dan Talenta PTKINPengalihan Penumpang dan Pemenuhan Hak Tiket Pasca-Kebakaran KM Prince Soya di SamarindaKrisis Migrasi Ceuta, Puluhan Ribu Imigran Mulai Tinggalkan Perbatasan Spanyol di Afrika UtaraPersiapan Pemasangan PLTS Atap dan Dinamika Harga di Sektor ResidensialKerusuhan Komunal di Nepal Selatan, Kronologi Bentrokan, Dampak, dan Respons PemerintahFakta Pengamanan Belasan Remaja Diduga Hendak Tawuran di Tapos DepokCara Menyesuaikan Pemasangan Pagar Mal Sesuai Rencana Penertiban Pemprov DKI Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap