goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Pendidikan

Wisuda Kedua Politeknik Tempo, Kesiapan Kerja Lulusan dan Tantangan Inovasi Nasional

Ding BalangDiterbitkan 3 Agu 2026 - 00.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wisuda Kedua Politeknik Tempo, Kesiapan Kerja Lulusan dan Tantangan Inovasi Nasional
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Politeknik Tempo menyelenggarakan wisuda kedua pada Sabtu, 12 Juli 2025. Acara pengukuhan kelulusan ini berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat. Melalui sidang senat terbuka, sebanyak 25 mahasiswa secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana terapan. Para wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi, yakni Produksi Media, Desain Media, dan Manajemen Pemasaran Internasional. Momen ini menjadi langkah penting bagi institusi dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi dinamika dunia industri saat ini.

Keunggulan pendidikan vokasi yang diterapkan terlihat dari tingginya tingkat kesiapan kerja para lulusan. Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, menyampaikan bahwa sebagian besar peserta yang diwisuda hari ini telah bekerja sebelum resmi meraih gelar sarjana terapan. Sementara itu, mahasiswa lainnya yang belum bekerja dipastikan masih aktif mengikuti program magang di berbagai perusahaan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi yang diberikan mampu menjembatani kebutuhan antara dunia akademik dan industri secara langsung.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Meskipun tingkat keterserapan kerja lulusan tergolong tinggi, Shalfi Andri mengingatkan agar pekerjaan tidak dijadikan satu-satunya tolak ukur keberhasilan dari proses pendidikan. Ia berpesan kepada para lulusan untuk tidak menjadikan pekerjaan sebagai tujuan akhir dalam perjalanan karier mereka. Menurutnya, pendidikan tidak berhenti pada momen kelulusan saja, melainkan terus berlanjut pada kehidupan setelahnya. Oleh karena itu, mentalitas untuk terus belajar dan mengembangkan diri harus selalu ditanamkan di mana pun para lulusan berada.

Baca Juga

Aksi BEM Unair Mengingatkan Mahasiswa Baru pada Aktivis Reformasi 1998

Aksi BEM Unair Mengingatkan Mahasiswa Baru pada Aktivis Reformasi 1998

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik selama masa perkuliahan, Politeknik Tempo juga menetapkan tiga lulusan terbaik dari masing-masing program studi pada wisuda kali ini. Predikat lulusan terbaik dari jurusan Desain Media berhasil diraih oleh Maya Syafira Haryanti. Selanjutnya, Laila Rahmatillah dinobatkan sebagai lulusan terbaik dari program studi Manajemen Pemasaran Internasional. Sementara itu, dari program studi Produksi Media, gelar lulusan terbaik diberikan secara resmi kepada Ariadne Khatarina Moniaga.

Prosesi wisuda ini turut diisi dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria. Mantan Rektor IPB University tersebut menyoroti peluang dunia kerja di industri kreatif serta tingginya kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil. Sektor media dan kreatif dinilai terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi digital. Namun, Arif juga memberikan catatan kritis mengenai kondisi di dalam negeri, di mana permasalahan utama Indonesia saat ini adalah inovasi di bidang teknologi yang masih tergolong lambat jika dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga

Merumuskan Rekomendasi Kebijakan dari Hasil Riset Tim Ekspedisi Patriot 2026

Merumuskan Rekomendasi Kebijakan dari Hasil Riset Tim Ekspedisi Patriot 2026

Untuk mengatasi ketertinggalan tersebut, Arif mengajak seluruh pihak untuk terus memacu inovasi, terlebih Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi. Penduduk usia produktif Indonesia saat ini tercatat merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Rasio ketergantungan diproyeksikan akan mencapai titik terendah sebesar 46,9 persen pada periode 2028 hingga 2031. Momentum krusial ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar bangsa Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui karya nyata dan inovasi berkelanjutan.

Kemajuan suatu bangsa, menurut pandangan Arif, selalu ditopang oleh inovasi dari rakyatnya. Ia mengambil contoh ekosistem inovasi di Cina yang mampu mencatatkan lebih dari satu juta pendaftaran hak paten setiap tahunnya. Ekosistem yang kuat tersebut bahkan memampukan Cina memproduksi kendaraan listrik BYD hingga berhasil mengalahkan dominasi Tesla di pasar global. Berkaca dari pencapaian tersebut, Arif merasa optimistis bahwa Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ada jika generasi muda memiliki pola pikir yang tepat. Kunci utamanya terletak pada kemauan untuk terus belajar, kemampuan beradaptasi, serta kegigihan mental dalam berinovasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BRINPoliteknik TempoWisudaSarjana TerapanPendidikan VokasiArif Satria

Berita Terbaru Lainnya

Strategi PT Pollux Hotels Group Tbk Menghadapi Ketidakpastian Bisnis di Era Suku Bunga TinggiRencana Penyatuan Indonesia Raya dan Alasan Gagasan Tersebut Batal TerlaksanaCara Damkar Jakarta Barat Bantu Proses Pemakaman Jenazah Obesitas di Kebon JerukMenjaga Keselamatan di Perlintasan Kereta Api Tanpa Plang Berdasarkan Insiden Serdang BedagaiKisah Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraProfil Shanks dan Pengaruhnya terhadap Masa Depan Luffy di Dunia One PiecePenerapan Energi Ramalan Shio Tikus dan Kerbau pada Senin, 3 Agustus 2026Panduan dan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Keutamaannya

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap