Bagaimana cara BEM Unair menyambut mahasiswa baru pada tahun 2026? Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) menyambut mahasiswa baru dengan cara yang tak biasa pada tahun 2026. Mereka mengajak para mahasiswa baru untuk mengingat kembali peristiwa hilangnya dua mahasiswa Unair di era reformasi 1998. Dalam penyambutan tersebut, pengurus BEM Unair mengajak mahasiswa baru untuk membentangkan sebuah poster berukuran 5x1 meter. Poster tersebut bertuliskan 'Kembalikan Herman-Bimo, Mahasiswa Unair yang dinyatakan hilang sejak 1998'. Menurut Ketua BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, poster tersebut dibentangkan pada saat pengukuhan mahasiswa baru yang diselenggarakan pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Pembentangan poster ini ditujukan sebagai bentuk pemberitahuan kepada para mahasiswa baru bahwa terdapat mahasiswa Unair yang menjadi korban penghilangan paksa pada masa rezim orde baru.
Siapa sebenarnya sosok Herman dan Bimo yang disebutkan dalam poster tersebut? Sosok yang disebutkan dalam poster tersebut adalah Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugrah. Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair pada tahun 1998. M Rizqi Senja Virawan menyatakan bahwa kedua mahasiswa tersebut hilang dan belum kembali hingga saat ini, sebagaimana disampaikannya pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kedua aktivis tersebut menjadi penanda bahwa rahim pergerakan Unair sudah lahir di masa lampau. Hal ini juga menegaskan posisi Universitas Airlangga sebagai salah satu kampus yang mahasiswanya turut menjadi korban penghilangan ketika masa reformasi sedang berlangsung.








