goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Temuan 996 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Kuasa Hukum Yayasan Bantah Ada Ekskul Menembak

Ding BalangDiterbitkan 10 Agu 2026 - 02.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Temuan 996 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Kuasa Hukum Yayasan Bantah Ada Ekskul Menembak
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kasus penemuan ratusan senjata di lingkungan sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) terus bergulir dengan berbagai fakta baru yang diungkap oleh pihak hukum. Penemuan ini mengejutkan publik karena area institusi pendidikan yang seharusnya steril justru diduga beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan barang-barang ilegal. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, memberikan penjelasan resmi guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat terkait keberadaan senjata-senjata tersebut.

Pihak kuasa hukum membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa senjata-senjata tersebut berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Hermawanto menegaskan bahwa sejak pertama kali sekolah di bawah naungan YHI-PP didirikan, tidak pernah ada program ekstrakurikuler menembak bagi para siswa. Penolakan ini diperkuat dengan kondisi fisik lingkungan sekolah yang dinilai sama sekali tidak mendukung untuk aktivitas olahraga menembak. Seluruh area sekolah merupakan ruang terbuka yang sehari-hari digunakan sebagai tempat bermain anak-anak, sehingga sangat berbahaya dan tidak aman jika digunakan untuk latihan menembak.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Selain membantah keberadaan ekstrakurikuler, pihak kuasa hukum juga menepis klaim bahwa penyimpanan senjata tersebut telah mengantongi izin dari pendiri yayasan. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa keberadaan senjata-senjata tersebut disetujui oleh Letjen TNI (Purn) H. KPH Soerjo Wirjohadipoetro, atau yang akrab disapa Pak Soerjo, selaku Ketua Pembina Yayasan. Namun, Hermawanto membeberkan fakta kesehatan Pak Soerjo untuk mematahkan klaim tersebut. Menurutnya, Pak Soerjo sudah mengalami sakit dan harus menggunakan kursi roda sejak tahun 2018. Kondisi kesehatan tokoh senior tersebut semakin menurun pada tahun 2020, hingga akhirnya beliau wafat pada tahun 2022 dalam usia 105 tahun. Dengan kondisi fisik yang terus menurun dalam rentang waktu tersebut, klaim pemberian izin dinilai tidak berdasar.

Baca Juga

Menko Airlangga Tinjau SUV Plug-in Hybrid Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026

Menko Airlangga Tinjau SUV Plug-in Hybrid Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026

Kasus ini menjadi semakin kompleks setelah dilakukannya penggeledahan yang mengungkap jumlah persediaan senjata dalam skala besar di lingkungan sekolah. Secara rinci, petugas menemukan sebanyak 995 pucuk senjata jenis pistol dan satu pucuk senjata api laras panjang, sehingga total senjata yang ditemukan mencapai 996 unit. Tidak hanya senjata siap pakai, di lokasi yang sama juga ditemukan peralatan yang digunakan untuk membuat peluru. Temuan ini mengindikasikan adanya aktivitas penyimpanan dan perakitan logistik persenjataan yang terorganisasi di dalam lingkungan sekolah.

Masalah di lingkungan sekolah YHI-PP ternyata tidak berhenti pada kepemilikan senjata api saja. Penyelidikan di area sekolah juga mengungkap keberadaan barang-barang terlarang lainnya yang tidak semestinya berada di lembaga pendidikan. Petugas menemukan dua linting ganja, narkoba jenis lain, alat isap sabu atau bong, serta 25 keping video porno. Temuan barang-barang ini memperkuat dugaan bahwa fasilitas sekolah telah disalahgunakan secara sepihak untuk aktivitas di luar kegiatan belajar mengajar.

Terkait asal-usul barang-barang tersebut, Hermawanto mengarahkan dugaan kepada keterlibatan pihak luar berinisial IWD. Kuasa hukum menduga bahwa penggunaan area sekolah sebagai gudang senjata memiliki kaitan erat dengan perusahaan yang dimiliki oleh IWD. Lebih lanjut, Hermawanto menegaskan bahwa IWD bukanlah ahli waris dari pendiri yayasan, melainkan pihak luar yang masuk dan diduga mencoba menguasai yayasan demi kepentingan pribadi. Pihak kuasa hukum mencurigai adanya upaya yang terstruktur dan sistematis dari IWD untuk mengambil alih aset dan pengelolaan yayasan demi keuntungan pribadi serta keluarganya.

Baca Juga

Daftar Lengkap Pemenang Penghargaan GIIAS 2026 di Exhibitor Night

Daftar Lengkap Pemenang Penghargaan GIIAS 2026 di Exhibitor Night

Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pihak IWD juga merambah ke sektor keuangan yayasan. Diketahui terdapat pinjaman kredit bank yang diajukan atas nama yayasan, namun dana hasil pinjaman tersebut tidak digunakan untuk keperluan pengembangan sekolah. Uang dari pinjaman bank tersebut justru dialokasikan untuk membangun fasilitas lapangan padel, yang pengelolaannya dipegang langsung oleh keluarga IWD. Hal ini memperkuat indikasi adanya eksploitasi aset yayasan untuk kepentingan bisnis keluarga tertentu.

Melalui klarifikasi ini, Hermawanto juga meluruskan isu mengenai konflik internal di tubuh yayasan. Ia membantah adanya konflik kepentingan di antara para pendiri asli yayasan. Keberadaan jajaran pengurus baru saat ini justru memiliki misi untuk memperbaiki tata kelola organisasi serta mengembalikan marwah awal pendirian yayasan sebagai lembaga pendidikan. Pengurus baru berkomitmen untuk membersihkan lingkungan sekolah dari segala bentuk aktivitas ilegal demi menjamin keamanan siswa dan memulihkan nama baik institusi.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Penemuan Senjata

Berita Terbaru Lainnya

Menko Airlangga Tinjau SUV Plug-in Hybrid Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026Keandalan Sasis Hino dalam Menopang Transportasi Antarkota dan Mobilitas PenumpangDaftar Lengkap Pemenang Penghargaan GIIAS 2026 di Exhibitor NightPolisi Tangkap Juru Parkir Pasar Mitra Tambora yang Ancam Pukuli PengunjungPerkembangan Kasus Cekcok Dirreskrimum Polda Sumbar dengan Pengendara yang Berakhir DamaiDukungan Menekraf untuk Padang Menuju City of Gastronomy UNESCOPenyaluran Bantuan Pascabanjir Padang dan Langkah Koordinasi Warga TerdampakMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026