goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Syarat Iran Buka Selat Hormuz dan Dampaknya terhadap Pelayaran Global

Ding BalangDiterbitkan 9 Agu 2026 - 10.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Syarat Iran Buka Selat Hormuz dan Dampaknya terhadap Pelayaran Global
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Bagaimanakah nasib pelayaran internasional di Selat Hormuz setelah ketegangan regional yang terus meningkat baru-baru ini? Pertanyaan ini menjadi sangat krusial bagi stabilitas ekonomi global, mengingat selat tersebut merupakan urat nadi utama bagi distribusi pasokan minyak dunia. Jawaban atas kepastian pembukaan kembali jalur laut ini kini berada di tangan Amerika Serikat, setelah pihak Iran mengajukan sejumlah syarat berat yang harus dipenuhi oleh Washington terlebih dahulu.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Pemerintah Iran menetapkan beberapa poin krusial sebagai prasyarat pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional. Poin-poin tersebut meliputi pencabutan blokade laut, penghapusan sanksi ekonomi, penarikan seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah, hingga pembayaran ganti rugi perang. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa langkah nyata dari Washington harus mendahului pembukaan selat tersebut. Selain itu, dewan tersebut juga menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan serangan terhadap sekutu-sekutu regional Iran serta menyudahi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan Iran.

Tuntutan-tuntutan ini mencuat di tengah tenggat waktu negosiasi yang semakin kritis bagi kedua negara. Berdasarkan kesepakatan sementara yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran pada bulan Juni lalu, pembahasan mengenai jadwal pencabutan sanksi, rencana kompensasi, dan status aset-aset Iran yang dibekukan seharusnya dirumuskan dalam kesepakatan final. Namun, masa 60 hari yang dialokasikan bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir tersebut kini hanya menyisakan waktu sedikit di atas sepekan. Situasi diplomasi semakin memanas setelah Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan kritik tajam melalui media sosial X pada hari Kamis. Ia menuduh Donald Trump hanya menjalankan apa yang disebutnya sebagai diplomasi teater.

Baca Juga

Pelatihan Tepung Mokaf IPB University untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Pelatihan Tepung Mokaf IPB University untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Ketidakpastian di jalur pelayaran ini langsung berdampak nyata pada aktivitas perdagangan dan pasar energi global. Pada hari Jumat, volume lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz tercatat merosot tajam hingga 33 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya. Ketegangan semakin nyata setelah Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) melaporkan bahwa salah satu kapal tankernya menjadi sasaran serangan rudal saat melintasi selat tersebut pada hari Sabtu. Meski insiden itu berhasil dikendalikan tanpa adanya korban cedera, Pemerintah Uni Emirat Arab mengecam keras serangan terhadap kapal yang berafiliasi dengan ADNOC tersebut. Imbas dari gangguan keamanan ini, harga minyak mentah dunia langsung merangkak naik. Kontrak berjangka Brent ditutup menguat lebih dari satu persen di level 83,55 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik sekitar satu persen menjadi 78,18 dolar AS per barel.

Di sisi lain, terdapat upaya paralel untuk mengamankan navigasi harian melalui jalur diplomasi regional. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat menyatakan bahwa Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran di selat tersebut. Skema yang tengah dibahas menetapkan bahwa kapal yang masuk akan melewati wilayah perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar akan menggunakan wilayah perairan Oman. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, juga membenarkan adanya diskusi mengenai mekanisme keselamatan pelayaran ini antara Iran dan negara-negara Teluk. Bahkan, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sempat menyatakan optimisme kepada CNBC pada hari Selasa bahwa kesepakatan pembukaan selat dengan kebebasan bergerak bisa tercapai secepatnya pada hari Rabu.

Baca Juga

Peradi Profesional Perluas Akses Pendidikan Hukum demi Tingkatkan Mutu dan Etika Advokat

Peradi Profesional Perluas Akses Pendidikan Hukum demi Tingkatkan Mutu dan Etika Advokat

Namun, pernyataan optimis dari pihak Amerika Serikat tersebut bertolak belakang dengan sikap internal militer Iran. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sardar Mohbi, menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya tunduk pada kondisi khusus yang ditetapkan Iran dan tidak memiliki kaitan dengan negosiasi teknis pelayaran bersama Oman. Hingga saat ini, sebagian besar kapal yang masih melintas terpaksa menggunakan rute perairan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh lembaga intelijen perdagangan Kpler. Di samping itu, masa depan pelayaran bagi negara tertentu tampaknya akan tetap tertutup karena draf aturan yang dipublikasikan media pemerintah Iran melarang keras kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel untuk melintas. Dengan tenggat waktu negosiasi bilateral yang semakin dekat dan adanya perbedaan pandangan antara jalur diplomasi dengan sikap militer IRGC, kepastian mengenai kapan Selat Hormuz akan kembali dibuka secara bebas masih dipenuhi ketidakpastian.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Saham Pilihan Investor Asing Saat IHSG Menguat pada Sesi IPerjalanan Kopi Kapal Api, Dari Kemasan Kertas Cokelat hingga Menembus Pasar EksporPelatihan Tepung Mokaf IPB University untuk Pemberdayaan Ekonomi PerempuanPeradi Profesional Perluas Akses Pendidikan Hukum demi Tingkatkan Mutu dan Etika AdvokatKolaborasi Baznas RI dan Kemenko PM Salurkan Bantuan Ekonomi Umat di GresikKemenpar Dorong Wisata Yacht untuk Perkuat Ekosistem Wisata Bahari IndonesiaRencana Pembangunan Terafab Texas oleh SpaceX dan TeslaJadwal SEA V-Cup 2026 Putri 9 Agustus, Indonesia vs Filipina

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026