Sudono Salim, yang juga dikenal luas dengan nama Liem Sioe Liong, merupakan salah satu tokoh utama yang sukses menjadi konglomerat di Indonesia. Keberhasilannya dalam membangun fondasi bisnis yang kuat ternyata tidak lepas dari metode pengambilan keputusan yang sangat khas dan terencana. Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana sang pengusaha merintis serta mengembangkan berbagai usahanya dari awal, terdapat beberapa langkah dan prinsip penting yang selalu ia terapkan. Metode ini secara unik menggabungkan antara kepekaan dalam melihat peluang kemitraan bisnis, kehati-hatian memilih lokasi kerja berdasarkan prinsip tata letak tradisional, serta pencarian petunjuk spiritual secara mendalam sebelum mengeksekusi sebuah proyek berskala besar.
Langkah pertama yang senantiasa dipegang teguh oleh Salim sebelum memulai proyek bisnis berskala besar adalah mencari petunjuk spiritual sekaligus menjalankan sejumlah ritual. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Salim secara rutin menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar tiga jam, dan ia biasa melakukannya hingga tiga sampai lima kali dalam setahun. Saat berkunjung ke kawasan Gunung Kawi, ia biasanya berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa. Di tempat tersebut, ia meminta petunjuk dengan cara menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi yang memiliki tulisan tertentu. Proses ini dilakukan sampai ada sebatang lidi yang keluar, lalu tulisan pada lidi tersebut dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal. Salim sangat memercayai petunjuk ini dan meyakini bahwa mengabaikannya berpotensi membuat dirinya mengambil keputusan keliru yang berujung pada kerugian finansial yang besar.








