goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Bisnis

Strategi Sudono Salim Mengambil Keputusan Bisnis dan Membangun Fondasi Usaha

Agus KusumaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Sudono Salim Mengambil Keputusan Bisnis dan Membangun Fondasi Usaha
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sudono Salim, yang juga dikenal luas dengan nama Liem Sioe Liong, merupakan salah satu tokoh utama yang sukses menjadi konglomerat di Indonesia. Keberhasilannya dalam membangun fondasi bisnis yang kuat ternyata tidak lepas dari metode pengambilan keputusan yang sangat khas dan terencana. Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana sang pengusaha merintis serta mengembangkan berbagai usahanya dari awal, terdapat beberapa langkah dan prinsip penting yang selalu ia terapkan. Metode ini secara unik menggabungkan antara kepekaan dalam melihat peluang kemitraan bisnis, kehati-hatian memilih lokasi kerja berdasarkan prinsip tata letak tradisional, serta pencarian petunjuk spiritual secara mendalam sebelum mengeksekusi sebuah proyek berskala besar.

Langkah pertama yang senantiasa dipegang teguh oleh Salim sebelum memulai proyek bisnis berskala besar adalah mencari petunjuk spiritual sekaligus menjalankan sejumlah ritual. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Salim secara rutin menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar tiga jam, dan ia biasa melakukannya hingga tiga sampai lima kali dalam setahun. Saat berkunjung ke kawasan Gunung Kawi, ia biasanya berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa. Di tempat tersebut, ia meminta petunjuk dengan cara menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi yang memiliki tulisan tertentu. Proses ini dilakukan sampai ada sebatang lidi yang keluar, lalu tulisan pada lidi tersebut dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal. Salim sangat memercayai petunjuk ini dan meyakini bahwa mengabaikannya berpotensi membuat dirinya mengambil keputusan keliru yang berujung pada kerugian finansial yang besar.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Baca Juga

Cara Membaca Pergerakan Harta 5 Orang Paling Tajir di Muka Bumi

Cara Membaca Pergerakan Harta 5 Orang Paling Tajir di Muka Bumi

Langkah kedua adalah memperhatikan keharmonisan lokasi kerja melalui penerapan feng shui yang diyakini membawa keberuntungan, meskipun hal itu berarti harus mengorbankan kenyamanan fisik. Prinsip ini terlihat sangat jelas ketika Salim bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai Gang of Four bersiap memulai usaha bersama pada tahun 1968. Kelompok bisnis tersebut beranggotakan Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad. Saat merintis usaha itu, Salim justru bersikeras menggunakan sebuah ruangan sempit yang hanya dilengkapi satu meja, satu telepon, dua kursi, dan tanpa pendingin udara. Menurut pandangannya, lokasi tersebut memiliki feng shui yang sangat baik. Keputusan ini pada akhirnya membuahkan hasil, karena bisnis yang dijalankan bersama Gang of Four berkembang pesat dan menjadi fondasi bagi ekspansi berbagai usaha Salim di kemudian hari.

Langkah ketiga dalam strategi bisnisnya adalah kejelian memanfaatkan momentum pertemuan yang tidak direncanakan untuk menjalin sebuah kemitraan strategis. Sebuah contoh nyata dari prinsip ini terjadi pada tahun 1975, ketika terjadi pertemuan antara Sudono Salim dan Mochtar Riady dalam sebuah penerbangan menuju Hong Kong. Dalam percakapan yang mengalir selama penerbangan tersebut, Riady mengungkapkan secara langsung keinginannya untuk membangun sebuah bank baru. Di saat yang bersamaan, Salim mengaku bahwa dirinya memang sedang mencari sosok yang mampu dan kompeten untuk mengelola Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Pertemuan tidak terduga di udara ini kemudian membuka jalan bagi keduanya untuk saling melengkapi dan berkolaborasi secara serius.

Baca Juga

Panduan Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif Pasar Keuangan

Panduan Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif Pasar Keuangan

Langkah terakhir adalah menyelaraskan tawaran kerja sama atau proyek bisnis dengan panduan spiritual yang telah didapatkan sebelumnya. Keputusan Salim untuk menjalin kemitraan dengan Mochtar Riady ternyata juga dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal. Sekembalinya dari menemui peramal di Gunung Kawi, Salim dengan penuh keyakinan menyatakan, "aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mohctar". Penyelarasan antara peluang bisnis dan keyakinan spiritual ini membawa dampak yang sangat besar bagi kelangsungan usaha mereka. Di bawah kepemimpinan Riady, BCA berhasil tumbuh dan berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an hingga saat ini.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sudono SalimMochtar RiadyBCAGunung KawiKonglomerat IndonesiaSejarah Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Risiko Tambang Batu Bara dari Tragedi Ledakan di BalochistanProgram Persiapan LPDP Kemenag bagi Santri dan Talenta PTKINPengalihan Penumpang dan Pemenuhan Hak Tiket Pasca-Kebakaran KM Prince Soya di SamarindaKrisis Migrasi Ceuta, Puluhan Ribu Imigran Mulai Tinggalkan Perbatasan Spanyol di Afrika UtaraPersiapan Pemasangan PLTS Atap dan Dinamika Harga di Sektor ResidensialKerusuhan Komunal di Nepal Selatan, Kronologi Bentrokan, Dampak, dan Respons PemerintahFakta Pengamanan Belasan Remaja Diduga Hendak Tawuran di Tapos DepokCara Menyesuaikan Pemasangan Pagar Mal Sesuai Rencana Penertiban Pemprov DKI Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap