goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Strategi Investasi Sosial Berkelanjutan Menurut CEO Olahkarsa Unggul Ananta

Marulitua PardedeDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Investasi Sosial Berkelanjutan Menurut CEO Olahkarsa Unggul Ananta
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bangun Bangsa Conference 2026 resmi digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, pada hari Kamis (6/8). Konferensi tahun ini mengusung tema "Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy" untuk membahas arah pembangunan ekonomi inklusif di tanah air. Salah satu sesi yang menjadi perhatian utama adalah panel diskusi bertajuk "Designing Community Investment for Social Impact". Dalam sesi tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Olahkarsa, Unggul Ananta, mengupas tuntas berbagai hambatan yang membuat program investasi sosial perusahaan kerap menemui kegagalan. Guna mengurai solusi atas permasalahan tersebut, berikut adalah rangkuman tanya jawab lengkap mengenai strategi investasi sosial yang berdampak nyata.

Pertanyaan: Mengapa program investasi sosial atau community investment sering kali gagal memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat?

Jawaban: Menurut penjelasan Unggul Ananta, kegagalan sebagian besar program investasi sosial berakar pada ketidakselarasan antara jadwal pelaksanaan program dan realitas di lapangan. Banyak perusahaan yang merancang dan mengeksekusi program pemberdayaan semata-mata demi mengikuti siklus anggaran tahunan internal korporasi. Padahal, kebutuhan riil dan dinamika perkembangan masyarakat tidak bisa dipaksa tunduk pada kalender keuangan perusahaan. Ketika program dijalankan secara terburu-buru demi mengejar tenggat penyerapan anggaran tahunan, dampak yang dihasilkan menjadi sangat dangkal dan tidak memiliki daya tahan jangka panjang setelah proyek dinyatakan selesai.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Pertanyaan: Berapa lama durasi pendampingan yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi?

Baca Juga

Kasus Video Pornografi Sesama Jenis di Medan, Modus dan Jeratan Hukumnya

Kasus Video Pornografi Sesama Jenis di Medan, Modus dan Jeratan Hukumnya

Jawaban: Proses perubahan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput membutuhkan waktu yang cukup panjang. Unggul Ananta menegaskan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat umumnya baru dapat benar-benar tercapai pada tahun ketiga, keempat, atau bahkan kelima sejak program kemitraan dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak bisa diperlakukan sebagai proyek instan sekali selesai. Diperlukan komitmen pendampingan dalam jangka menengah hingga jangka panjang dari pihak perusahaan untuk memandu masyarakat melewati fase transisi hingga mereka benar-benar siap mandiri.

Pertanyaan: Bagaimana tahapan awal yang ideal dalam merencanakan program investasi sosial agar tepat sasaran?

Jawaban: Perencanaan investasi sosial yang matang tidak boleh dilakukan berdasarkan asumsi sepihak dari manajemen perusahaan. Proses ini harus diawali dengan asesmen komprehensif langsung di wilayah sasaran. Instrumen utama yang wajib digunakan dalam tahap awal ini adalah pemetaan sosial (social mapping) serta pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping). Melalui kedua pemetaan tersebut, perusahaan dapat memetakan potensi wilayah, kerentanan sosial, serta peta kekuatan aktor lokal yang akan memengaruhi jalannya program pemberdayaan.

Pertanyaan: Apa perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan masyarakat yang harus diidentifikasi dalam proses asesmen?

Baca Juga

Fakta Kebakaran Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Jakarta Selatan

Fakta Kebakaran Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Jakarta Selatan

Jawaban: Saat turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, tantangan terbesar bagi tim perencana adalah membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) masyarakat. Sering kali, proses asesmen awal yang kurang mendalam hanya menangkap aspirasi berupa keinginan sesaat masyarakat yang belum tentu memecahkan masalah utama mereka. Investasi sosial yang sukses harus mampu menggali dan menyasar kebutuhan mendasar yang berdampak pada kemandirian jangka panjang. Jika perusahaan keliru dan hanya memenuhi keinginan tanpa menyentuh kebutuhan pokok, maka efektivitas program tersebut akan sangat rendah.

Pertanyaan: Bagaimana cara memastikan agar program pemberdayaan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan setempat?

Jawaban: Proses adaptasi lokal merupakan kunci agar program pemberdayaan dapat diterima dengan baik dan berkelanjutan. Upaya adaptasi ini dapat dioptimalkan dengan cara melibatkan tokoh lokal (local leaders) untuk berperan aktif sebagai agen perubahan (agents of change) di dalam komunitas mereka sendiri. Tokoh lokal memiliki legitimasi sosial dan pemahaman mendalam tentang adat, budaya, serta dinamika internal komunitas mereka. Dengan memosisikan mereka di garda depan pemberdayaan, program akan lebih mudah disesuaikan dengan kondisi setempat dan menumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi di kalangan warga.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pemberdayaan MasyarakatOlahkarsaInvestasi SosialUnggul Ananta

Berita Terbaru Lainnya

Kasus Video Pornografi Sesama Jenis di Medan, Modus dan Jeratan HukumnyaSiaran Langsung Final Piala Presiden 2026 Gratis di YouTube RANS EntertainmentKPK Dalami Dugaan Rangkaian Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing Terkait Kasus SuapFakta Kebakaran Gudang SDN Srengseng Sawah 04 Jakarta SelatanRumah Sakit di Indonesia Perkuat Layanan untuk Hadapi Ancaman Penyakit JantungTragedi Sampoong Department Store, Kronologi Runtuhnya Mal yang Menewaskan 502 OrangKPK Kembali Periksa Rudy Tanoe Terkait Kasus Korupsi Bansos Beras 2020Kemensos Tangguhkan Penyaluran Bansos bagi 1,49 Juta Penerima Terindikasi Judi Online

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap