Apakah Anda sering merasa cemas atau tidak nyaman saat tidak memiliki jadwal kegiatan yang padat? Banyak orang di sekitar kita yang sengaja mengisi setiap jam dalam sehari dengan pekerjaan, pertemuan, atau hobi baru demi menghindari momen hening. Di balik produktivitas yang tampak luar biasa tersebut, sering kali tersimpan sebuah pertanyaan penting mengenai alasan sebenarnya kita tidak bisa diam. Apakah kesibukan yang tiada henti ini merupakan tanda dedikasi yang tinggi, ataukah sebenarnya ada masalah mendalam yang sedang berusaha kita hindari agar tidak muncul ke permukaan pikiran?
Bagaimana kesibukan dapat berfungsi sebagai pelindung dari masalah emosional?
Ketika kita memutuskan untuk terus menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, otak kita tidak sekadar bekerja menyelesaikan tugas. Di balik layar, otak dapat menciptakan semacam "baju besi" emosional yang dirancang khusus untuk melindungi diri kita. Baju besi ini berfungsi sebagai tameng pelindung yang bertugas menjaga jarak aman antara kesadaran aktif kita dengan memori pahit atau emosi negatif yang belum sempat kita selesaikan. Dengan membanjiri pikiran dengan informasi dan tugas baru, otak berhasil mengalihkan fokus perhatian sehingga kita tidak perlu merasakan kepedihan dari masalah yang ada.








