goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Peran InfraNexia dalam Mengelola Konektivitas Wholesale Pasca Spin-Off Tahap 2 Telkom

Yohanes IpoiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 15.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peran InfraNexia dalam Mengelola Konektivitas Wholesale Pasca Spin-Off Tahap 2 Telkom
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana langkah restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan memengaruhi peta bisnis telekomunikasi di tanah air? Pertanyaan ini menjadi sangat krusial bagi para pelaku industri, investor, dan pengamat ekonomi seiring dengan berjalannya proses pemisahan unit usaha atau spin-off infrastruktur telekomunikasi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Melalui entitas pengelolanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau yang kini dikenal luas sebagai InfraNexia, langkah strategis korporasi ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan efisiensi, optimalisasi jaringan, serta penyediaan konektivitas yang lebih kokoh di tingkat nasional.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Proses pemisahan bisnis ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan transisi yang terencana secara matang dan bertahap. Langkah awal dari restrukturisasi ini telah ditandai dengan pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang mulai efektif berlaku sejak Januari 2026. Kini, korporasi tengah bersiap sepenuhnya untuk menyambut dan melaksanakan proses lanjutan, yaitu Spin-Off InfraCo Tahap 2. Nilai transaksi untuk tahapan kedua ini tergolong sangat fantastis karena mencapai angka Rp49,9 triliun. Melalui skema bisnis ini, Telkom tetap memegang kendali penuh atas arah kebijakan anak usahanya tersebut dengan kepemilikan saham mayoritas yang mencapai lebih dari 99 persen di InfraNexia.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, bersama Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, langkah korporasi ini menjadi bagian integral dari akselerasi strategi TLKM 30. Secara spesifik, program restrukturisasi ini difokuskan pada pilar "unlock value" atau pembukaan nilai ekonomi baru melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur yang bernilai tinggi. Selain memperkuat struktur internal dari TelkomGroup, langkah pelepasan unit usaha ini juga berjalan selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset-aset BUMN agar dapat dikelola secara lebih kompetitif dan memiliki tata kelola yang jauh lebih efisien.

Baca Juga

Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Cetak Warren Buffett Cilik dengan Biaya Rp34 Juta

Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Cetak Warren Buffett Cilik dengan Biaya Rp34 Juta

Dampak dari rampungnya transfer portofolio bisnis dan aset ini akan membawa perubahan yang sangat besar terhadap kapasitas operasional yang dimiliki oleh InfraNexia. Setelah seluruh proses pengalihan aset selesai dilakukan, InfraNexia diproyeksikan akan memiliki lebih dari 90 persen dari total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dikuasai langsung oleh Telkom selaku perusahaan induk. Skala kepemilikan aset yang masif ini menempatkan perusahaan pada posisi strategis untuk mengelola bentangan jaringan serat optik yang sangat luas di tanah air. Secara terperinci, entitas ini akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik. Dari total panjang kabel tersebut, di dalamnya mencakup pula 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang menjadi urat nadi utama penghubung komunikasi antarpulau di Indonesia.

Dengan kendali atas aset infrastruktur jaringan yang sedemikian besar, apa saja jenis layanan yang akan ditawarkan oleh perusahaan ini kepada pasar? Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, memimpin kesiapan operasional perusahaan untuk menyediakan berbagai layanan utama yang berfokus pada pasar wholesale atau grosir. Portofolio layanan inti dari InfraNexia nantinya akan mencakup penyediaan 5G backhaul untuk mendukung generasi seluler terbaru, layanan wholesale network, jaringan FTTx, hingga skema berbagi infrastruktur pasif atau passive infrastructure sharing. Melalui ragam layanan ini, operator telekomunikasi lain dapat memanfaatkan jaringan yang dikelola oleh InfraNexia untuk memperluas jangkauan layanan mereka sendiri tanpa harus membangun infrastruktur fisik baru dari awal.

Baca Juga

Investasi BPI Danantara Rp44,5 Triliun di JBS NV untuk Pasar Daging Regional

Investasi BPI Danantara Rp44,5 Triliun di JBS NV untuk Pasar Daging Regional

Model bisnis pemisahan infrastruktur semacam ini bukanlah hal baru di industri telekomunikasi dunia, melainkan sebuah tren global yang terbukti sukses. Langkah strategis yang diambil oleh TelkomGroup ini sejalan dengan praktik global yang telah diterapkan secara luas oleh berbagai operator telekomunikasi internasional terkemuka di berbagai negara. Beberapa contoh operator dunia yang telah menempuh jalur pemisahan serupa antara lain Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telef贸nica, dan KPN. Pemisahan fungsi antara penyedia infrastruktur dengan penyedia layanan terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya investasi ganda, serta mempercepat penetrasi jaringan broadband.

Mengingat skala transaksi yang sangat besar dan melibatkan aset negara yang bernilai tinggi, aspek kepatuhan hukum menjadi prioritas utama yang dikawal ketat oleh manajemen. TelkomGroup memastikan bahwa seluruh rangkaian proses transaksi spin-off ini berjalan dengan memenuhi semua ketentuan hukum serta regulasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini mencakup pengawasan erat dan pemenuhan seluruh aturan dari otoritas pasar modal, termasuk kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan pengawasan regulasi yang ketat ini, proses transisi diharapkan dapat berjalan transparan, akuntabel, serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham dan masyarakat luas pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TelkomInfraNexiaSpin-Off BUMNInfrastruktur Telekomunikasi

Berita Terbaru Lainnya

Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Cetak Warren Buffett Cilik dengan Biaya Rp34 JutaInvestasi BPI Danantara Rp44,5 Triliun di JBS NV untuk Pasar Daging RegionalKemitraan Baznas RI dan KHCF Yordania untuk Layanan Kesehatan PalestinaSisi Lain Menyibukkan Diri dan Masalah yang Ingin DihindariCherrypop 2026 Hadirkan Repelita Musik di Candi PrambananSinyal Tekanan Daya Beli di Balik Hasrat Menabung Masyarakat yang MeningkatPejabat Eselon BGN Berkantor di Daerah untuk Perkuat Pengawasan Makan Bergizi GratisEvakuasi Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Petugas Selamatkan Satu Orang dari Lantai 15

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap