Potongan roket bekas dari perusahaan SpaceX diperkirakan akan menabrak permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026. Kendaraan luar angkasa yang sempat membawa dua wahana pendarat komersial pada awal 2025 tersebut telah kehabisan bahan bakar. Akibatnya, roket tidak dapat kembali ke Bumi maupun melanjutkan perjalanan ke luar angkasa, sehingga gaya gravitasi menariknya menuju Kawah Einstein, sebuah kawasan terisolasi di Bulan.
Insiden benturan ini diproyeksikan berlangsung dengan kecepatan mencapai 8.700 km/jam. Meski tidak membahayakan Bumi secara langsung, tabrakan tersebut berpotensi menciptakan kawah baru dengan lebar antara 20 sampai 30 meter dan memicu kepulan debu yang membubung hingga beberapa kilometer. Kejadian ini menyoroti rentannya lingkungan Bulan yang statis, di mana jejak kaki peninggalan astronot program Apollo sejak 57 tahun lalu bahkan masih bertahan utuh tanpa perubahan.
Ancaman kerusakan akibat benda buatan manusia ini mengungkap celah dalam tata kelola antariksa internasional. Berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa 1967 (Outer Space Treaty), klaim kepemilikan teritorial di Bulan memang dilarang keras. Namun, aturan perlindungan lingkungan terkait aktivitas entitas swasta masih sangat minim. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat secara hukum memikul tanggung jawab penuh atas segala operasional perusahaan domestiknya, termasuk SpaceX.







