goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Proyeksikan Dunia Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Joko PrabowoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 15.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Proyeksikan Dunia Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memberikan pernyataan penting mengenai arah kondisi perekonomian global yang saat ini tengah bergulir. Dalam sebuah acara pengarahan media atau media briefing yang diselenggarakan secara daring pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Destry Damayanti mengungkapkan proyeksinya terkait kebijakan moneter dunia. Ia menyatakan secara tegas bahwa dunia akan menghadapi era suku bunga yang tinggi dalam waktu lama. Situasi perekonomian global yang diprediksi akan bertahan dengan tingkat suku bunga acuan yang tinggi dalam jangka waktu yang panjang ini lazim dikenal di kalangan pelaku pasar keuangan dengan istilah higher for longer.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Pernyataan yang disampaikan oleh Destry Damayanti tersebut merupakan tanggapan atas dinamika kebijakan moneter di tingkat internasional. Pandangan mengenai era suku bunga tinggi ini ia sampaikan sebagai bentuk respons langsung terhadap hasil keputusan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pertemuan strategis tersebut diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat, yang secara luas dikenal dengan nama The Federal Reserve atau The Fed. Hasil keputusan rapat dari bank sentral Amerika Serikat tersebut telah diumumkan dan menjadi perhatian publik pada hari Kamis dini hari waktu Indonesia, tepatnya pada tanggal 30 Juli 2026.

Dalam pengumuman hasil pertemuan Federal Open Market Committee tersebut, The Federal Reserve secara resmi menetapkan kebijakan suku bunganya. Hasil keputusan rapat kebijakan suku bunga The Fed tersebut pada dasarnya sebatas mempertahankan suku bunga acuan mereka, yakni Fed Fund Rate, untuk tetap berada di level 3,50 persen hingga 3,75 persen. Meskipun bank sentral Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada kesempatan ini, Destry Damayanti mencatat adanya pandangan yang sangat tegas dari otoritas moneter tersebut. Ia mengamati bahwa dari pernyataan resmi yang dibacakan oleh Ketua The Fed, sangat terasa bahwa mereka masih bersikap hawkish terhadap kondisi perekonomian.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Harita Nickel pada Semester I 2026

Kinerja Keuangan Harita Nickel pada Semester I 2026

Sikap hawkish yang ditunjukkan oleh pimpinan The Federal Reserve tersebut memberikan indikasi kuat mengenai langkah kebijakan moneter mereka ke depan. Destry Damayanti menegaskan bahwa The Fed telah memberikan sinyal yang sangat jelas bahwa mereka akan memusatkan fokus untuk menekan gejolak inflasi yang terjadi di negara Amerika Serikat. Fokus utama bank sentral Amerika Serikat untuk terus mengendalikan tingkat inflasi domestiknya tersebut pada akhirnya menunjukkan adanya potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan. Hal inilah yang menjadi landasan mengapa era higher for longer diproyeksikan akan mewarnai pasar global.

Kondisi suku bunga The Fed yang berpotensi terus meningkat atau bertahan di level tinggi ini dipastikan akan membawa konsekuensi luas bagi pergerakan pasar keuangan internasional. Destry Damayanti menyatakan bahwa tren suku bunga acuan yang tinggi di tingkat global pada akhirnya mau tidak mau akan memengaruhi tekanan pada imbal hasil surat berharga di berbagai belahan dunia. Tekanan terhadap imbal hasil atau yield obligasi ini tidak hanya akan dirasakan oleh negara-negara maju, tetapi juga dipastikan akan memberikan dampak langsung pada instrumen surat berharga di Indonesia.

Baca Juga

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 72 Emiten Akibat Keterlambatan Laporan Keuangan

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 72 Emiten Akibat Keterlambatan Laporan Keuangan

Lebih lanjut, Destry Damayanti secara khusus menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang masuk dalam kategori emerging market. Ia menyatakan bahwa lingkungan ekonomi global dengan tren higher for longer yang sedang dihadapi oleh dunia saat ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap negara-negara emerging markets. Dinamika suku bunga tinggi yang diproyeksikan berlangsung lama ini akan memengaruhi kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, situasi ini juga akan secara langsung memengaruhi arah perumusan dan langkah-langkah kebijakan ekonomi strategis yang akan diambil oleh Bank Indonesia maupun pemerintah Indonesia di masa mendatang.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaThe FedDestry DamayantiEkonomi GlobalSuku BungaFOMC

Berita Terbaru Lainnya

Pentingnya Perlindungan Pohon Perkotaan, Sorotan Kasus Penebangan di Kota BandungJadwal Kapal Semarang-Sampit Agustus 2026 dan Harga TiketRangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Menyambut HUT ke-81 RIKinerja Keuangan Harita Nickel pada Semester I 2026Cara Kementerian Pekerjaan Umum Mengatasi Ancaman Kekeringan Melalui Optimalisasi Infrastruktur AirPanduan Memahami Isu Strategis Kebijakan Perkotaan, Ekonomi, dan GeopolitikBEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 72 Emiten Akibat Keterlambatan Laporan KeuanganAdopsi Kendaraan Listrik Tambang, Kontraktor Harapkan Keringanan Pajak Alat Berat

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap