goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Politik

Perubahan Peta Perang Saudara Myanmar, Taktik Baru Junta dan Tantangan Diplomasi Regional

Agus KusumaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 07.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perubahan Peta Perang Saudara Myanmar, Taktik Baru Junta dan Tantangan Diplomasi Regional
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Militer Myanmar dilaporkan telah meluncurkan taktik medan perang baru serta serangan intensif yang berhasil memukul mundur kelompok-kelompok bersenjata di wilayah Bago tengah dan Dawei selatan. Langkah eskalasi taktis ini didukung oleh skema wajib militer besar-besaran serta dukungan kritis dari sekutu utama mereka, yakni China. Menurut analis independen Aung Ko Ko, perkembangan ini menunjukkan bahwa militer Myanmar, yang sebelumnya diperkirakan berada di ambang kehancuran, ternyata belum runtuh. Sebaliknya, junta militer berhasil bertahan, baik secara politik maupun secara militer, di tengah gempuran konflik yang terus berkecamuk.

Meski militer berhasil memperkuat posisinya di medan perang, para pemantau konflik menyoroti adanya eskalasi tajam dalam serangan militer terhadap warga sipil baru-baru ini. Konflik mematikan ini berakar dari kudeta pada Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan sah pimpinan peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi. Sejak peristiwa tersebut, perang saudara di Myanmar telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, memaksa jutaan warga mengungsi dari rumah mereka, serta menghancurkan perekonomian negara tersebut secara signifikan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Di tengah situasi yang dinamis ini, Dewan Pengarah Munculnya Persatuan Demokratik Federal (SCEF), yang bertindak sebagai badan payung bagi organisasi bersenjata etnis besar sekaligus pemerintah bayangan, terus berupaya mencari jalan keluar. Juru bicara SCEF, Saw Nimrod, menegaskan komitmen kelompoknya untuk mencapai solusi politik yang dinegosiasikan. Menariknya, Morgan Michaels, seorang peneliti dari International Institute for Strategic Studies, mengamati bahwa SCEF tampaknya telah meninggalkan tujuan publik mereka sebelumnya untuk menggulingkan Tatmadaw atau militer Myanmar. Menurut Michaels, prospek konflik ini dalam waktu dekat adalah pergerakan menuju tahap awal yang ia sebut sebagai 'pembicaraan tentang pembicaraan'.

Baca Juga

Ancaman Tindakan Militer Israel di Tengah Negosiasi Amerika Serikat dan Iran

Ancaman Tindakan Militer Israel di Tengah Negosiasi Amerika Serikat dan Iran

Untuk memfasilitasi jalannya dialog yang bermakna, SCEF mendesak militer Myanmar untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil dan membebaskan semua tahanan politik. Selain itu, badan payung tersebut juga menuntut adanya supremasi sipil serta mendesak militer untuk sepenuhnya keluar dari peran politik apa pun. Upaya diplomasi ini mendapat perhatian dari negara tetangga, di mana SCEF menyatakan komitmennya untuk mencapai penyelesaian politik setelah melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Thailand dan Filipina pada bulan lalu. Di sisi lain, para menteri luar negeri dari kedua negara anggota ASEAN tersebut juga telah mengadakan pertemuan terpisah dengan komite negosiasi militer Myanmar guna menjajaki peluang perdamaian.

Dari pihak junta, pemerintah baru Myanmar yang mulai menjabat setelah pemilihan umum rekayasa militer sempat menyerukan dialog dengan kelompok bersenjata sebelum batas waktu 31 Juli. Kepala junta yang kini menjabat sebagai presiden, Min Aung Hlaing, juga menyampaikan kepada parlemen pekan lalu bahwa perdamaian adalah keinginan dan harapan terbesar mereka. Namun, dalam praktiknya, Min Aung Hlaing belum menerima SCEF sebagai mitra perundingan resmi. Pemerintah Naypyitaw lebih memilih untuk melakukan diskusi bilateral secara terpisah dengan masing-masing kelompok bersenjata individu. Sementara itu, Thailand kini mengambil peran kunci dalam mendorong kembalinya keterlibatan blok regional ASEAN dengan Myanmar. Min Aung Hlaing sendiri dijadwalkan untuk mengunjungi Thailand pada hari Kamis dan Jumat pekan ini.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Tren Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Tren Pertumbuhan Ekonomi

Meskipun ada upaya diplomasi, jalan menuju perdamaian yang sesungguhnya masih sangat terjal. Seorang pejabat senior Thailand menyatakan bahwa prioritas utama Bangkok saat ini adalah mengurangi kekerasan, memperluas akses bantuan kemanusiaan, serta mencegah tumpahan konflik meluas ke wilayah Thailand. Richard Horsey dari International Crisis Group menilai bahwa proses perdamaian yang sejati memerlukan konsesi dari semua pihak menuju hasil yang disepakati bersama. Namun, konsesi semacam itu tampaknya masih sangat jauh bagi sebagian besar kelompok yang bertikai. Kerumitan ini kian terlihat dengan sikap diamnya beberapa kelompok bersenjata etnis utama; Serikat Nasional Karen, Organisasi Kemerdekaan Kachin, Front Nasional Chin, dan Partai Progresif Nasional Karenni tidak memberikan tanggapan sama sekali saat dimintai komentar mengenai situasi terkini ini.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MyanmarASEANDiplomasiPerang SaudaraJunta Militer

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026Ketimpangan Pengeluaran Masyarakat Indonesia Meningkat di Tengah Penurunan KemiskinanRekor Baru Spider-Man hingga Pembatalan Proyek Blade Marvel StudiosDetail Harga, Spesifikasi, dan Skema Pemesanan Honda Super-ONE di IndonesiaSinergi Pentahelix dan Transformasi Pelayanan Keimigrasian di Sulawesi UtaraProspek dan Tantangan Ekonomi Indonesia Setelah Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Siap Tempur di AstanaAncaman Tindakan Militer Israel di Tengah Negosiasi Amerika Serikat dan Iran

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap