goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Perkembangan Penggunaan Pay Later dan Kinerja Perusahaan Pembiayaan di Indonesia

Ding BalangDiterbitkan 8 Agu 2026 - 06.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perkembangan Penggunaan Pay Later dan Kinerja Perusahaan Pembiayaan di Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Penyaluran fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 57,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026. Angka pertumbuhan yang tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar menggunakan metode pembayaran tunda untuk membeli berbagai barang kebutuhan mereka. Berdasarkan data keuangan terbaru, total penyaluran fasilitas beli sekarang bayar nanti dari perusahaan pembiayaan telah menyentuh angka Rp13,40 triliun pada pertengahan tahun 2026. Tren ini menunjukkan pergeseran kebiasaan konsumsi masyarakat yang kian mengandalkan kemudahan transaksi digital.

Jika ditarik ke bulan sebelumnya, pertumbuhan kinerja BNPL di sektor perusahaan pembiayaan atau multifinance ini memang memperlihatkan tren akselerasi yang konsisten. Pada Mei 2026, pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 53,78 persen secara tahunan. Kenaikan menjadi 57,02 persen pada bulan berikutnya membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap layanan ini terus menebal dari waktu ke waktu. Kemudahan akses serta integrasi dengan berbagai platform belanja daring menjadi salah satu pendorong utama mengapa masyarakat semakin nyaman menggunakan fasilitas BNPL yang disediakan oleh perusahaan pembiayaan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Tidak hanya di sektor perusahaan pembiayaan, ekspansi layanan pay later juga terjadi sangat masif di sektor perbankan. Data menunjukkan bahwa total baki debet atau outstanding pay later perbankan telah mencapai Rp30,71 triliun pada Juni 2026. Nilai outstanding tersebut tumbuh sebesar 33,54 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kendati demikian, persentase pertumbuhan di sektor perbankan pada Juni 2026 ini sebenarnya mengalami sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026, di mana pertumbuhan tahunannya sempat menyentuh angka sekitar 37 persen. Meskipun melambat secara persentase pertumbuhan tahunan, nominal outstanding yang terkumpul tetap menunjukkan angka yang sangat besar di industri keuangan tanah air.

Baca Juga

Ekosistem Usaha Bulion Indonesia Kelola Lebih dari 150 Ton Emas pada Paruh Pertama 2026

Ekosistem Usaha Bulion Indonesia Kelola Lebih dari 150 Ton Emas pada Paruh Pertama 2026

Dari sisi jangkauan pengguna, layanan pay later perbankan telah menjangkau puluhan juta nasabah di seluruh penjuru Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, jumlah penyaluran pay later oleh perbankan tercatat telah menjangkau hingga 32,80 juta rekening. Angka ini mencerminkan penetrasi produk keuangan yang sangat luas di tengah masyarakat. Menariknya, meskipun total outstanding perbankan mencapai puluhan triliun rupiah, rata-rata baki debet atau saldo utang per rekening nasabah tergolong masih relatif kecil. Rata-rata baki debet per rekening pay later perbankan berada di kisaran Rp940 ribu. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat menggunakan fasilitas ini untuk transaksi ritel dengan nilai nominal yang tidak terlalu besar untuk setiap transaksi individu.

Seiring dengan lonjakan penggunaan pay later, kualitas pembiayaan tetap menjadi aspek penting yang dipantau secara ketat oleh pelaku industri dan regulator. Kabar baiknya, kualitas pembiayaan BNPL pada perusahaan pembiayaan menunjukkan tren perbaikan. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross untuk BNPL di perusahaan pembiayaan berhasil turun menjadi 3,09 persen pada Juni 2026. Posisi ini membaik dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sempat berada di level 3,44 persen. Penurunan rasio NPF gross ini salah satunya didukung oleh adanya perbaikan kualitas pembayaran dari para debitur yang menggunakan fasilitas tersebut. Hal ini menandakan bahwa meskipun masyarakat semakin aktif berbelanja menggunakan pay later, tingkat kepatuhan dalam membayar cicilan juga mengalami peningkatan.

Baca Juga

Aturan OJK Terkait Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Analisis Kredit Pinjaman Daring

Aturan OJK Terkait Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Analisis Kredit Pinjaman Daring

Untuk mengantisipasi risiko di masa depan dan menjaga tren positif ini, regulator terus memberikan arahan kepada para pelaku industri. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), Agusman, memberikan penekanan khusus terkait hal ini. Agusman menyatakan bahwa perusahaan pembiayaan perlu terus memperkuat penerapan manajemen risiko serta memegang teguh prinsip kehati-hatian. Langkah penguatan ini dinilai sangat krusial guna menjaga agar kualitas pembiayaan tetap sehat dan terhindar dari lonjakan kredit bermasalah di masa-masa mendatang, terutama di tengah gairah masyarakat yang sedang tinggi-tingginya dalam memanfaatkan fasilitas BNPL.

Secara keseluruhan, data di pertengahan tahun 2026 ini memberikan gambaran komprehensif mengenai peta perkembangan pay later di Indonesia. Baik dari sisi perusahaan pembiayaan maupun perbankan, instrumen pembayaran ini telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama dalam pembiayaan konsumsi masyarakat. Pertumbuhan yang kuat, yang diimbangi dengan perbaikan kualitas pembayaran debitur serta pengawasan yang ketat terhadap manajemen risiko, diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan. Bagi masyarakat konsumen, fenomena ini menjadi pengingat penting untuk selalu bijak dalam mengelola batas kredit agar manfaat kemudahan pay later tidak berbalik menjadi beban finansial yang memberatkan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PerbankanPay LaterBNPLPerusahaan Pembiayaan

Berita Terbaru Lainnya

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Dalami Tujuh Perusahaan di Jakarta SelatanPerjanjian Pertahanan Bersama Mekkah, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Resmikan Aliansi Militer BaruKebijakan Militer Amerika Serikat di Iran dan Upaya Pencarian Jalan Keluar DiplomasiPenanganan Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Pengerahan Armada Bronto SkyliftApel Kebangsaan Jaga Jakarta Digelar di Monas Hari Ini, Simak Agenda dan Layanan GratisnyaSengketa Yayasan dan Asal-usul Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta SelatanEkosistem Usaha Bulion Indonesia Kelola Lebih dari 150 Ton Emas pada Paruh Pertama 2026Aturan OJK Terkait Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Analisis Kredit Pinjaman Daring

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap