goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Aturan OJK Terkait Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Analisis Kredit Pinjaman Daring

Iswan TandirerungDiterbitkan 8 Agu 2026 - 07.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aturan OJK Terkait Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Analisis Kredit Pinjaman Daring
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan arahan terbaru mengenai perkembangan teknologi di sektor keuangan, khususnya bagi industri pinjaman daring (pindar). Pada tanggal 7 Agustus 2026, regulator keuangan tersebut secara resmi menyatakan bahwa perusahaan pinjaman daring diperbolehkan untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
atau artificial intelligence (AI) dalam mendukung kegiatan operasional mereka. Penegasan mengenai adopsi teknologi mutakhir ini disampaikan langsung oleh Agusman, yang menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK. Langkah regulator ini diharapkan dapat memberikan kejelasan arah bagi perkembangan industri finansial berbasis teknologi di tanah air.

Fokus utama dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang disetujui oleh pihak OJK ini terletak pada proses analisis kelayakan kredit calon debitur. Melalui teknologi ini, penyelenggara pinjaman daring dapat melakukan evaluasi terhadap calon penerima pinjaman secara lebih mendalam, cepat, dan terstruktur. Keputusan OJK untuk memperbolehkan penggunaan AI didasarkan pada potensi besar teknologi tersebut dalam memproses data dalam jumlah masif dengan waktu yang relatif singkat. Kendati demikian, implementasi teknologi kecerdasan buatan ini tidak bersifat wajib bagi seluruh pelaku industri, melainkan disesuaikan kembali dengan kebutuhan riil serta kondisi masing-masing perusahaan.

Dalam operasional harian perusahaan pinjaman daring, OJK mengidentifikasi beberapa proses spesifik yang dapat sangat terbantu oleh kehadiran kecerdasan buatan. Pertama, teknologi AI dapat mengoptimalkan proses penilaian kredit atau credit scoring untuk mengukur kemampuan bayar serta tingkat risiko nasabah secara lebih akurat. Kedua, kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam aspek deteksi fraud atau penipuan, sehingga dapat meminimalkan pengajuan pinjaman menggunakan data palsu atau manipulasi identitas. Ketiga, AI juga dapat dioptimalkan untuk pemantauan portofolio (portfolio monitoring) guna mengawasi kondisi pinjaman yang sedang berjalan dan mengantisipasi risiko kegagalan bayar sejak dini.

Baca Juga

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Dalami Tujuh Perusahaan di Jakarta Selatan

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Dalami Tujuh Perusahaan di Jakarta Selatan

Walaupun teknologi kecerdasan buatan menawarkan berbagai kemudahan operasional yang menjanjikan, Agusman mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi ini harus disesuaikan dengan kesiapan masing-masing Penyelenggara Pindar. OJK memandang bahwa tingkat kesiapan infrastruktur teknologi serta kapasitas sumber daya manusia di setiap perusahaan tidaklah seragam. Oleh karena itu, adopsi AI wajib mempertimbangkan tata kelola (governance) yang baik dan manajemen risiko yang matang. Penyelenggara tidak boleh terburu-buru menerapkan teknologi ini tanpa adanya fondasi manajemen risiko yang kuat agar tidak memicu kerugian di masa mendatang.

Aspek keterbukaan juga menjadi perhatian yang sangat serius bagi regulator dalam penerapan teknologi canggih ini di sektor keuangan. Agusman menyatakan bahwa para pelaku jasa keuangan pinjaman daring harus menjamin bahwa penggunaan kecerdasan buatan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Hal ini berarti keputusan-keputusan penting yang dihasilkan oleh algoritma AI, terutama yang berkaitan dengan penolakan atau persetujuan permohonan kredit nasabah, tidak boleh menjadi sebuah keputusan yang tidak jelas dasarnya. Transparansi ini sangat krusial untuk menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keadilan sistem pinjaman daring.

Baca Juga

Kebijakan Militer Amerika Serikat di Iran dan Upaya Pencarian Jalan Keluar Diplomasi

Kebijakan Militer Amerika Serikat di Iran dan Upaya Pencarian Jalan Keluar Diplomasi

Selain masalah transparansi dan akuntabilitas, OJK juga memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan operasional industri. Penyelenggara pinjaman daring diingatkan oleh Agusman untuk senantiasa memperkuat mitigasi risiko dalam pemanfaatan kecerdasan buatan demi memastikan kegiatan usaha dapat berjalan secara aman. Mitigasi risiko ini tidak hanya berupa kesiapan infrastruktur teknologi informasi semata, melainkan juga harus diwujudkan melalui pengendalian internal yang ketat di dalam perusahaan. Pengendalian internal ini berfungsi untuk memantau kinerja sistem AI secara berkala agar pemanfaatannya tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Melalui kebijakan dan arahan terperinci ini, OJK berusaha menciptakan keseimbangan yang sehat antara inovasi teknologi dan prinsip kehati-hatian di sektor jasa keuangan. Dengan adanya panduan mengenai transparansi, akuntabilitas, tata kelola, manajemen risiko, serta pengendalian internal, industri pinjaman daring diharapkan dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara optimal tanpa mengorbankan stabilitas industri secara keseluruhan. Ke depan, kesiapan masing-masing penyelenggara dalam menerapkan mitigasi risiko secara konsisten akan menjadi kunci penentu keberhasilan adopsi teknologi kecerdasan buatan ini di pasar keuangan nasional.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKKecerdasan BuatanOtoritas Jasa KeuanganPinjaman DaringAgusman

Berita Terbaru Lainnya

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Dalami Tujuh Perusahaan di Jakarta SelatanPerjanjian Pertahanan Bersama Mekkah, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Resmikan Aliansi Militer BaruKebijakan Militer Amerika Serikat di Iran dan Upaya Pencarian Jalan Keluar DiplomasiPenanganan Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Pengerahan Armada Bronto SkyliftApel Kebangsaan Jaga Jakarta Digelar di Monas Hari Ini, Simak Agenda dan Layanan GratisnyaSengketa Yayasan dan Asal-usul Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta SelatanEkosistem Usaha Bulion Indonesia Kelola Lebih dari 150 Ton Emas pada Paruh Pertama 2026BEI Akan Gelar Lelang Terbuka 11 Saham Bursa pada 1 September 2026

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap