goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Politik

Nasib Blokade Selat Hormuz, Membedah Klaim Amerika Serikat dan Bantahan Keras Iran

Togar PanjaitanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 08.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nasib Blokade Selat Hormuz, Membedah Klaim Amerika Serikat dan Bantahan Keras Iran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Jalur pelayaran Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian global setelah munculnya pernyataan yang saling bertolak belakang antara Amerika Serikat dan Iran. Selat ini merupakan gerbang maritim yang sangat krusial bagi ketahanan energi global karena dilewati oleh sekitar seperlima dari total pasokan energi dunia. Ketegangan terbaru mencuat ketika pejabat tinggi Washington mengisyaratkan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut sudah sangat dekat. Di sisi lain, Teheran justru membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung saat ini. Perbedaan pandangan yang tajam ini menimbulkan ketidakpastian baru di pasar energi internasional yang sedang mengamati perkembangan di kawasan Teluk.

Pihak Amerika Serikat menunjukkan optimisme tinggi mengenai tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sempat menyatakan pada hari Selasa bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz kemungkinan besar dapat terjadi paling cepat pada hari Rabu. Senada dengan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah wawancara dengan Axios pada hari Minggu mengungkapkan bahwa Washington sedang mengambil posisi yang tidak terlalu menonjol, dengan menyebut bahwa mereka hanya setengah bernegosiasi dengan Teheran. Sinyalemen mengenai dekatnya kesepakatan ini juga diperkuat oleh pernyataan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Bagi pihak Washington, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan jalur perdagangan maritim yang vital tersebut.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Namun, narasi optimistis dari Washington tersebut segera dimentahkan oleh pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan secara terbuka bahwa Teheran saat ini sama sekali tidak terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Menurut Araghchi, seluruh komunikasi dan pertukaran pesan yang terjadi antara kedua negara selama ini selalu dilakukan melalui pihak perantara, bukan lewat dialog langsung. Araghchi juga menekankan bahwa adanya pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Oman tidak boleh ditafsirkan sebagai tanda bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali dalam waktu dekat. Penegasan ini memperlihatkan adanya jurang pemisah yang lebar antara klaim sepihak Amerika Serikat dan realitas diplomasi dari sudut pandang Iran.

Baca Juga

PT Pertamina Resmikan Integrasi Layanan Informasi Publik untuk Perkuat Tata Kelola

PT Pertamina Resmikan Integrasi Layanan Informasi Publik untuk Perkuat Tata Kelola

Sikap keras Iran juga terlihat dari daftar tuntutan yang mereka ajukan sebagai syarat pembukaan kembali selat tersebut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz hanya akan terjadi jika Washington bersedia mencabut blokade laut dan seluruh sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Iran. Tidak hanya itu, Teheran juga menuntut penarikan mundur seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari kawasan Teluk, pembayaran pampasan perang, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Selain tuntutan tersebut, media pemerintah Iran bahkan telah memublikasikan draf rencana undang-undang yang sedang ditinjau oleh parlemen, yang isinya secara resmi melarang kapal-kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel untuk melintasi Selat Hormuz.

Meskipun menolak klaim Amerika Serikat, Iran tidak sepenuhnya menutup pintu diplomasi regional. Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa Teheran dan Oman, negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, sebenarnya sudah hampir mencapai kesepakatan teknis mengenai navigasi. Kesepakatan yang sedang digodok ini secara spesifik mengatur tentang penentuan rute transit yang aman bagi kapal-kapal komersial. Berdasarkan draf proposal kesepakatan tersebut, lalu lintas kapal yang masuk ke kawasan Teluk nantinya akan diarahkan untuk melewati wilayah perairan Iran. Sebaliknya, lalu lintas kapal yang keluar dari kawasan Teluk akan diarahkan untuk melintasi wilayah perairan Oman. Skema ini dirancang sebagai bagian dari penentuan rute transit yang aman bagi navigasi kedua negara.

Ketegangan yang terjadi saat ini tidak lepas dari riwayat konflik bersenjata yang sempat mereda beberapa waktu lalu. Sebelumnya, sempat terjadi jeda pertempuran singkat antara militer Amerika Serikat dan Iran menyusul disepakatinya sebuah nota kesepahaman pada tanggal 17 Juni. Namun, masa tenang tersebut tidak bertahan lama. Periode jeda tersebut segera disusul oleh gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal yang diluncurkan oleh Iran terhadap kapal-kapal pelayaran di Selat Hormuz serta negara-negara Teluk lainnya. Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan berupa serangan udara dari pihak militer Amerika Serikat. Saat ini, batas waktu 60 hari yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk merundingkan kesepakatan akhir dilaporkan akan segera berakhir dalam waktu kurang dari sepekan, menambah tekanan waktu pada proses diplomasi yang berjalan lambat.

Baca Juga

Megawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian Jakarta

Megawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian Jakarta

Ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz ini langsung berdampak pada aktivitas perdagangan dan pasar komoditas global. Berdasarkan data dari firma intelijen perdagangan Kpler, lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz mengalami penurunan drastis sebesar 33 persen pada hari Jumat. Penurunan volume pelayaran ini langsung memicu reaksi di pasar minyak mentah. Harga minyak mentah berjangka Brent sebagai patokan internasional mengalami kenaikan lebih dari 1 persen dan ditutup pada level US$83,55 (Rp1.487.190) per barel pada hari Jumat. Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga naik sekitar 1 persen ke level US$78,18 (Rp1.391.604) per barel. Meski ada lonjakan di akhir pekan, harga minyak global secara keseluruhan sebenarnya masih mencatat penurunan lebih dari 7 persen sepanjang pekan tersebut.

Hingga saat ini, masa depan Selat Hormuz masih diselimuti ketidakpastian yang mendalam. Perbedaan tajam antara klaim sepihak Amerika Serikat yang menjanjikan pembukaan blokade dan ketegasan Iran yang mengajukan syarat-syarat berat menunjukkan bahwa jalan menuju stabilitas di kawasan tersebut masih sangat panjang. Selama tuntutan pembebasan aset, pencabutan sanksi, dan penarikan pasukan militer belum menemui titik temu, jalur energi dunia ini tampaknya akan tetap berada dalam bayang-bayang ketegangan militer dan fluktuasi ekonomi global.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GeopolitikSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Arah IHSG dan Rekomendasi Saham Potensial Pekan IniPrabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Bahas Mandatori B50 hingga Efisiensi BUMNSinyal Istana Terkait Isu Reshuffle Kabinet Usai 17 AgustusRencana Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Polda JatengPencapaian Tim Indonesia dalam Kejuaraan Asia Hoki Bawah Air CMAS 2026Kebakaran Mal di Makassar, Kronologi, Penanganan Damkar, dan Kondisi PengunjungPeristiwa Kabut Asap Jembatan Ampera dan Karhutla Bromo Sepekan LaluPerkembangan Hukum Kasus Tenggelamnya KM Nurul Salsa di Kepulauan Selayar

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026