Cadangan devisa Indonesia mencatat penurunan sebesar US$ 11 miliar hingga akhir Juni 2026 jika dibandingkan dengan posisi puncaknya pada akhir tahun sebelumnya. Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa posisi cadangan devisa kini berada di angka US$ 145 miliar. Penurunan ini memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat dan pelaku pasar mengenai stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global saat ini. Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan penjelasan resmi mengenai situasi ini dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada hari Senin, 3 Agustus 2026.
Berikut adalah beberapa pertanyaan penting beserta jawaban lengkap untuk membantu memahami perkembangan terkini terkait cadangan devisa Indonesia.








