goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Investasi

Menerapkan Strategi Investasi Kuantitatif ala Jim Simons di Pasar Modal

Joko PrabowoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 01.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menerapkan Strategi Investasi Kuantitatif ala Jim Simons di Pasar Modal
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Dunia investasi global sering kali didominasi oleh nama-nama besar seperti Warren Buffett, George Soros, dan Peter Lynch. Namun, ada satu sosok akademisi yang berhasil melampaui kinerja para investor legendaris tersebut dengan memanfaatkan kekuatan matematika dan statistika sebagai metode pelaksanaan investasinya. Beliau adalah James "Jim" Simons, seorang dosen matematika asal Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai investor kawakan. Ia merupakan pendiri perusahaan manajemen investasi kuantitatif bernama Renaissance Technologies. Hingga akhir hayatnya pada 10 Mei 2024 di New York City dalam usia 86 tahun, Simons dikenal sebagai salah satu pengajar terkaya di dunia. Kekayaannya tercatat mencapai US$30,7 miliar atau setara dengan Rp482 triliun, yang menempatkannya di posisi ke-51 sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes. Bagi Anda yang ingin memahami bagaimana perusahaan hedge fund miliknya sukses mencatatkan rata-rata keuntungan 60% setiap tahunnya, berikut adalah prinsip dasar yang diterapkan oleh Jim Simons.

Langkah pertama untuk mengikuti jejak kejeniusan Simons adalah dengan menggeser fokus investasi pada metode kuantitatif matematis. Simons membuktikan bahwa matematika dapat menjadi alat utama untuk meneliti perdagangan di bursa saham. Ketertarikan Simons pada pencarian keuntungan finansial bermula dari kebutuhan hidup sehari-hari, seperti yang ia ceritakan dalam otobiografinya yang terbit pada tahun 2019. Demi mencari cara menghasilkan uang lebih banyak, ia mendirikan perusahaan bernama iStar bermodalkan kemampuan matematikanya. Melalui iStar, Simons berupaya mendapatkan uang dengan cara meneliti dan menghitung secara matematis dinamika perdagangan bursa saham, yang kemudian membuka ide bisnis baru di sektor investasi.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah kedua adalah membangun model perdagangan berbasis data dengan melibatkan para ahli di bidang eksakta. Pada tahun 1982, Simons mendirikan firma investasi Renaissance Technologies. Di perusahaan ini, ia mengumpulkan banyak ahli matematika untuk bekerja sama. Semua pakar tersebut diberi tugas serupa, yakni menciptakan model perdagangan, menganalisis informasi, dan membuat prediksi atas dinamika pasar saham. Hingga saat ini, perusahaannya masih eksis dan diisi oleh para ahli matematika, fisika, dan komputer. Semuanya bertugas secara khusus di sektor pasar modal untuk memastikan hasil investasi yang optimal melalui metode kuantitatif.

Baca Juga

Daftar Orang Terkaya di Dunia Juli 2026, Kekayaan Elon Musk Turun

Daftar Orang Terkaya di Dunia Juli 2026, Kekayaan Elon Musk Turun

Langkah ketiga adalah menjaga keseimbangan antara profesi akademis dan pengembangan bisnis. Simons membuktikan bahwa kesuksesan di pasar modal dapat berjalan beriringan dengan dedikasi di dunia pendidikan. Lulusan S3 dari University of Berkeley pada tahun 1961 di usia 23 tahun ini tercatat pernah menjadi dosen di Harvard University. Selama hidupnya, ia membagi waktu antara mengajar di banyak kampus dan menjalankan bisnis investasinya secara bersamaan. Selain itu, rekam jejaknya juga mencatat bahwa ia sempat membantu Kementerian Pertahanan Amerika Serikat sebagai pemecah kode matematis.

Langkah keempat adalah mengelola dana secara terukur dan memahami pembatasan akses dalam produk investasi tingkat tinggi. Salah satu dana kelolaan paling terkenal milik Renaissance Technologies adalah Medallion Fund. Pada periode tahun 1988 hingga 2018, Medallion Fund andalan perusahaan ini sukses menghasilkan keuntungan lebih dari US$100 miliar. Pengembalian tahunan rata-rata tercatat sebesar 66% sebelum biaya pengelolaan aset yang sangat besar, dan menjadi 39% setelah dipotong biaya tersebut. Angka ini secara konsisten melampaui kinerja banyak investor besar lainnya pada periode yang sama. Meski demikian, Medallion Fund sudah bertahun-tahun tidak dapat diakses oleh masyarakat umum dan hanya mengelola dana dari Simons beserta rekan-rekannya.

Baca Juga

Strategi PT Pollux Hotels Group Tbk Menghadapi Ketidakpastian Bisnis di Era Suku Bunga Tinggi

Strategi PT Pollux Hotels Group Tbk Menghadapi Ketidakpastian Bisnis di Era Suku Bunga Tinggi

Langkah terakhir adalah mengelola hasil investasi dengan bijak, termasuk memberikan kembali sebagian kekayaan kepada masyarakat luas. Setelah pensiun dan menjalani sisa hidupnya, Jim Simons tetap aktif dalam berbagai kegiatan filantropis di Amerika Serikat. Ia diketahui menyumbangkan banyak uang untuk kepentingan umat dan kesejahteraan publik. Jejak langkah Simons memberikan pelajaran berharga bahwa perpaduan antara disiplin ilmu eksakta, ketekunan dalam mengolah data pasar, serta keseimbangan hidup dapat menciptakan keberhasilan investasi yang sangat luar biasa dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jim SimonsRenaissance TechnologiesInvestasi KuantitatifMedallion FundMatematika

Berita Terbaru Lainnya

Mempelajari Keamanan Siber Secara Otodidak dan Melaporkan Celah Sistem Secara LegalStrategi Membangun Paviliun Pameran Daerah Berkaca dari Pencapaian Deli SerdangKasus Keracunan MBG di Semarang, Penyebab dan Kebijakan Zero Tolerance BGNMemahami Hasil Final VNL 2026 Putra dan Kronologi Kemenangan PolandiaHasil Final VNL 2026 Putra, Polandia Raih Gelar Juara Usai Kalahkan Amerika SerikatDaftar Orang Terkaya di Dunia Juli 2026, Kekayaan Elon Musk TurunStrategi PT Pollux Hotels Group Tbk Menghadapi Ketidakpastian Bisnis di Era Suku Bunga TinggiRencana Penyatuan Indonesia Raya dan Alasan Gagasan Tersebut Batal Terlaksana

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap