goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Megapolitan

Memahami Rencana Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Lahan 100 Hektare di Banten

Yohanes IpoiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Rencana Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Lahan 100 Hektare di Banten
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan regional dengan memanfaatkan lahan seluas 100 hektare di Ciangir, Banten. Proyek strategis ini didukung dengan alokasi anggaran mencapai Rp 1 triliun. Bagi masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin memahami jalannya proyek ini, penting untuk mengetahui tahapan pembagian lahan, rencana komoditas, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Rencana pemanfaatan ini ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni pada peninjauan lokasi hari Jumat, 31 Juli 2026. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama untuk memahami proyek ini adalah dengan mencermati pembagian alokasi lahan seluas hampir 100 hektare tersebut. Lahan milik Pemprov DKI Jakarta ini tidak akan dikelola oleh satu instansi, melainkan dibagi untuk beberapa fungsi strategis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapatkan alokasi lahan seluas 40 hektare. Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dharma Jaya dialokasikan area seluas 20 hektare untuk fokus pada sektor peternakan. Sebagian dari sisa lahan tersebut juga akan diserahkan sebagai bentuk kontribusi dari Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian HAM. Pembagian ini menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan aset daerah.

Langkah kedua adalah mengidentifikasi jenis komoditas pangan yang akan dikembangkan di kawasan Ciangir. Proyek ini mengintegrasikan beberapa sektor pangan sekaligus untuk memaksimalkan hasil. Untuk sektor peternakan, kawasan ini ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Kehadiran ribuan sapi ini bertujuan menjamin pasokan daging di Jakarta, terutama saat menghadapi momen penting seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Selain sapi, lahan ini juga akan dikembangkan untuk peternakan ayam, budidaya ikan, dan sektor lainnya. Pengembangan juga mencakup sektor pertanian yang lebih luas untuk menghasilkan komoditas penting seperti jagung dan padi.

Baca Juga

Peran Kerja Sama Elite dalam Mencegah Kegagalan Negara Menurut Presiden Prabowo

Peran Kerja Sama Elite dalam Mencegah Kegagalan Negara Menurut Presiden Prabowo

Langkah ketiga adalah memantau jadwal pembangunan dan memperjelas fungsi utama lahan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Konstruksi fisik di lokasi ini dijadwalkan akan segera dimulai sekitar bulan November dengan total investasi yang mendekati angka Rp 1 triliun. Satu hal penting yang perlu ditegaskan adalah status fungsi lahan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegaskan bahwa lahan di Ciangir ini murni diperuntukkan bagi pengembangan sektor ketahanan pangan. Tempat ini dipastikan bukan merupakan lokasi penampungan sampah alternatif seperti halnya kawasan Bantargebang.

Langkah keempat adalah mengamati dampak sosial ekonomi terhadap warga sekitar dan pola pengelolaannya. Proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi nyata bagi penyerapan lapangan kerja di wilayah Banten. Gubernur DKI Jakarta telah meminta kepada Direktur Utama Dharma Jaya untuk memberdayakan sekitar 200 warga lokal dalam operasional peternakan di lahan tersebut. Pengelolaan langsung oleh BUMD Dharma Jaya ini disambut baik oleh Gubernur Banten Andra Soni. Beliau menyampaikan rasa syukurnya atas penanganan langsung proyek ini oleh BUMD milik DKI Jakarta serta kolaborasi yang terjalin erat antara kedua wilayah.

Baca Juga

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Langkah kelima adalah melihat bagaimana sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dibangun melalui proyek ini. Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya mengaku kerap mengingatkan Pramono Anung terkait keberadaan lahan milik DKI di wilayah Banten agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Keputusan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi pusat ketahanan pangan dinilai akan membawa dampak positif yang luas. Andra Soni meyakini bahwa rencana ini tidak hanya bermanfaat bagi warga Jakarta yang mendapat kepastian suplai protein, tetapi juga membawa keuntungan bagi warga Banten dan Indonesia pada umumnya.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungKetahanan PanganPemprov DKIBantenDharma JayaAndra Soni

Berita Terbaru Lainnya

Ramai Fenomena Mal Pasang Pagar, Polda Metro Jaya Buka SuaraMemahami Modus Peredaran Ganja Jaringan Medan-Jakarta-Bandung Melalui InstagramPanduan Laga Pre-Season Tour Indonesia 2026, Aston Villa Melawan Indonesia All StarMasa Depan Bisnis Kecantikan dan Persaingan di Era Beauty TechManajemen Risiko Investasi Saham Teknologi agar Terhindar dari Margin CallKinerja Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk pada Semester I-2026Peringatan Iran terhadap Bulgaria dan Siprus Terkait Operasi Militer Amerika SerikatMenyusun Rencana Perjalanan Wisata Berbasis Kereta Api ala Rute Kepresidenan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap