goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Migrasi di Perbatasan Ceuta, Perjuangan dan Risiko Penyeberangan Menuju Uni Eropa

Agus KusumaDiterbitkan 3 Agu 2026 - 00.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Migrasi di Perbatasan Ceuta, Perjuangan dan Risiko Penyeberangan Menuju Uni Eropa
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ceuta, sebuah wilayah enklave Spanyol yang terletak di pesisir Afrika Utara, kembali menjadi pusat perhatian akibat lonjakan arus migrasi yang signifikan. Wilayah daratan ini berbatasan langsung dengan Maroko, menjadikannya salah satu titik perlintasan bagi orang-orang yang ingin mencari penghidupan di Eropa. Sejak akhir Juli, kawasan ini terus mengalami peningkatan jumlah kedatangan yang memaksa otoritas setempat untuk bertindak cepat. Puncaknya terpantau pada Sabtu, 1 Agustus, ketika ratusan migran kembali melakukan upaya nekat untuk menerobos perbatasan, baik melalui jalur darat maupun jalur laut, dengan satu harapan besar yakni dapat memasuki wilayah

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Uni Eropa
.

Menghadapi lonjakan arus migrasi yang terjadi tanpa henti tersebut, aparat keamanan Spanyol tidak tinggal diam. Mereka segera mengerahkan personel militer dan kepolisian secara besar-besaran untuk mengamankan seluruh area perbatasan. Pengamanan ketat ini membuat para migran harus mencari celah dan menempuh berbagai cara yang sangat berbahaya. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah migran terlihat berjalan kaki menyusuri sisi perbatasan wilayah Maroko. Sementara itu, sebagian lainnya memilih jalur yang jauh lebih berisiko dengan nekat berenang melintasi perairan Pantai El Tarajal menuju wilayah Ceuta. Mereka menerjang ombak laut hanya dengan mengandalkan pelampung seadanya demi menghindari pantauan petugas keamanan yang berjaga.

Baca Juga

Memahami Akar Konflik AS dan ICC dalam Upaya Trump Melindungi Netanyahu

Memahami Akar Konflik AS dan ICC dalam Upaya Trump Melindungi Netanyahu

Para migran yang mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan berbahaya ini diketahui berasal dari berbagai negara di benua Afrika, termasuk di antaranya adalah Somalia dan Sudan. Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan tekad mereka, terbukti dari berbagai taktik bertahan hidup yang dilakukan selama penyeberangan laut. Salah satu contohnya adalah seorang migran asal Somalia bernama Filiss yang berusia 32 tahun. Ia terpantau menyeberangi laut menuju Ceuta dengan hanya berpegangan pada sebuah pelampung ban. Kisah perjuangan lain datang dari seorang remaja berusia 17 tahun asal Sudan bernama Moussa Khamiss. Menyadari risiko perjalanan air yang basah dan berisiko tinggi, Moussa berinisiatif membawa dokumen pribadinya dengan menyimpannya di dalam botol plastik agar tetap kering selama ia mengarungi lautan.

Perjalanan panjang dan berat melintasi laut serta daratan ini sangat menguras energi, sehingga tidak sedikit migran yang mengalami kondisi kritis setibanya di perbatasan. Personel militer Spanyol yang bertugas di lapangan bahkan harus turun tangan untuk mengevakuasi seorang migran yang ditemukan dalam kondisi sangat kelelahan setelah berenang menyeberangi perbatasan dari Maroko. Migran tersebut segera mendapatkan penanganan medis yang sangat dibutuhkan. Di samping itu, upaya penghindaran dari pemeriksaan petugas juga memunculkan kejadian tak terduga lainnya. Militer Spanyol sempat menemukan seorang migran yang berusaha bersembunyi di dalam sebuah terowongan yang terletak di dekat kawasan Pantai El Tarajal.

Baca Juga

Bentrokan Berdarah di Kashmir, Puluhan Demonstran Tewas dan Akses Informasi Diblokir

Bentrokan Berdarah di Kashmir, Puluhan Demonstran Tewas dan Akses Informasi Diblokir

Sayangnya, lonjakan arus migrasi menuju wilayah enklave Spanyol ini juga diwarnai dengan tragedi kemanusiaan yang memakan banyak korban jiwa. Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta secara resmi mengungkapkan bahwa sedikitnya 57 jenazah telah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol. Tragedi ini belum sepenuhnya usai, karena otoritas terkait memperkirakan jumlah korban masih sangat mungkin untuk bertambah, mengingat masih ada kemungkinan korban lain yang tertinggal atau tenggelam di wilayah perairan maupun daratan Maroko. Bagi mereka yang berhasil selamat dan memasuki Ceuta, perjuangan mereka juga sering kali berujung pada pemulangan. Sebagian migran yang telah berhasil menembus perbatasan pada akhirnya harus dikawal kembali oleh aparat menuju wilayah Maroko melalui perbatasan Fnideq.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Uni EropaCeutaSpanyolMarokoKrisis Migrasi

Berita Terbaru Lainnya

Penerapan Energi Ramalan Shio Tikus dan Kerbau pada Senin, 3 Agustus 2026Panduan dan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan KeutamaannyaPerkembangan Evakuasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan SumenepMenghadapi dan Menyelesaikan Kasus Pungli Juru Parkir Liar di Kawasan WisataArah Politik dan Dukungan Partai Golkar di Bawah Kepemimpinan Bahlil LahadaliaInformasi Terkini Penanganan Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan SumenepTindakan Pencegahan dan Pelaporan Indikasi Tawuran Berkaca dari Kasus JatinegaraBahaya Etomidate dan Modus Baru Penyelundupan Narkoba Melalui Cairan Vape

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap