goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Bentrokan Berdarah di Kashmir, Puluhan Demonstran Tewas dan Akses Informasi Diblokir

Iswan TandirerungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 00.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bentrokan Berdarah di Kashmir, Puluhan Demonstran Tewas dan Akses Informasi Diblokir
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Wilayah Kashmir yang dikelola oleh Pakistan saat ini tengah diguncang oleh gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kerusuhan berdarah. Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, aparat keamanan setempat dituduh telah melakukan penembakan brutal yang menewaskan setidaknya 30 demonstran yang tidak bersenjata. Peristiwa tragis ini memicu perhatian dunia internasional, mengingat tingginya eskalasi kekerasan di wilayah tersebut. Untuk memahami akar permasalahan dari kerusuhan ini, penting untuk menelusuri rentetan peristiwa yang telah memicu kemarahan publik serta kendala besar dalam mengakses informasi di lapangan.

Aksi protes massal yang terjadi saat ini sejatinya bukanlah sebuah peristiwa yang muncul secara tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari gelombang unjuk rasa yang telah berlangsung sejak bulan Juni lalu. Demonstrasi tersebut dipicu oleh tuntutan keras dari masyarakat sipil yang menginginkan adanya reformasi pada sistem pemilihan umum setempat. Salah satu poin utama yang dituntut oleh para pengunjuk rasa adalah penghapusan 12 kursi khusus yang dialokasikan untuk pengungsi. Ketika kekerasan pertama kali meletus pada bulan Juni tersebut, sekitar 40 orang dilaporkan tewas. Merespons bentrokan awal yang mematikan itu, pemerintah Pakistan mengambil langkah tegas dengan melabeli kelompok masyarakat sipil lokal yang mengoordinasikan aksi, yakni Joint Awami Action Committee (JAAC), sebagai sebuah organisasi teroris.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Kondisi keamanan di Kashmir semakin memburuk ketika puluhan ribu demonstran kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi protes damai baru-baru ini. Menurut laporan yang dirilis oleh JAAC, pasukan keamanan melepaskan tembakan secara langsung ke arah massa yang sama sekali tidak membawa senjata. Aksi represif dari aparat ini dilaporkan telah merenggut nyawa 25 orang pada hari Senin, yang kemudian disusul dengan lima korban tewas tambahan pada hari Selasa. Juru bicara JAAC, SA Khan, secara terbuka menuduh bahwa penembakan oleh aparat keamanan Pakistan tersebut terjadi di kota Mirpur.

Baca Juga

Memahami Akar Konflik AS dan ICC dalam Upaya Trump Melindungi Netanyahu

Memahami Akar Konflik AS dan ICC dalam Upaya Trump Melindungi Netanyahu

Lebih lanjut, SA Khan juga mengeklaim adanya upaya sistematis yang dilakukan oleh aparat untuk menghilangkan barang bukti kejahatan. Pihak keamanan dilaporkan telah mengunci rumah sakit setempat dan mengangkut jenazah para korban dari jalanan sesaat setelah kekerasan berdarah itu pecah. Langkah ini dituding sebagai cara untuk menutupi jejak penembakan terhadap warga sipil.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan membantah keras semua tuduhan terkait keterlibatan negara dalam penembakan terhadap massa demonstran sipil tersebut. Menteri Informasi Pakistan, Atta Tarar, dalam sebuah konferensi pers secara terang-terangan melemparkan tuduhan bahwa gelombang unjuk rasa di Kashmir mendapatkan sokongan dana dan instruksi langsung dari negara tetangga, India. Namun, tuduhan serius ini langsung dibantah dengan tegas oleh pihak JAAC. Mereka menyatakan bahwa narasi mengenai keterlibatan pihak asing seperti India adalah alasan usang yang selalu digunakan oleh pemerintah untuk membungkam tuntutan pemenuhan hak politik yang murni disuarakan oleh rakyat.

Baca Juga

Krisis Migrasi di Perbatasan Ceuta, Perjuangan dan Risiko Penyeberangan Menuju Uni Eropa

Krisis Migrasi di Perbatasan Ceuta, Perjuangan dan Risiko Penyeberangan Menuju Uni Eropa

Bagi masyarakat internasional dan pemantau independen, upaya untuk memverifikasi secara pasti jumlah total korban tewas maupun detail kronologi di lapangan merupakan sebuah tantangan yang sangat besar. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah Pakistan yang menerapkan pemadaman total pada jaringan komunikasi dan internet di wilayah konflik tersebut. Selain itu, jurnalis dan media massa dilarang keras memasuki area konflik. Pemblokiran akses informasi yang masif ini dibarengi dengan tindakan pemerintah yang melakukan penangkapan massal terhadap para aktivis lokal.

Kondisi darurat dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Kashmir ini akhirnya memicu reaksi keras dari berbagai lembaga global. Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker T眉rk, secara resmi mendesak agar segera dilakukannya penyelidikan independen untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik penembakan massal ini. Sejalan dengan seruan PBB, organisasi hak asasi manusia Amnesty International turut mendesak pemerintah di Islamabad untuk segera membuka kembali akses komunikasi yang diputus serta menghentikan segala bentuk kekerasan ilegal terhadap warga sipil.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Hak Asasi ManusiaPakistanKashmirKonflik KashmirJAAC

Berita Terbaru Lainnya

Kisah Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraProfil Shanks dan Pengaruhnya terhadap Masa Depan Luffy di Dunia One PiecePenerapan Energi Ramalan Shio Tikus dan Kerbau pada Senin, 3 Agustus 2026Panduan dan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan KeutamaannyaPerkembangan Evakuasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan SumenepMenghadapi dan Menyelesaikan Kasus Pungli Juru Parkir Liar di Kawasan WisataArah Politik dan Dukungan Partai Golkar di Bawah Kepemimpinan Bahlil LahadaliaInformasi Terkini Penanganan Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap