PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau yang lebih dikenal dengan nama Antam terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola sumber daya mineral di Indonesia. Sepanjang semester I tahun 2026, perusahaan tambang ini berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan yang positif pada sejumlah komoditas utama. Pencapaian ini menjadi indikator penting bagi kinerja operasional perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar komoditas. Komoditas yang menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja Antam pada paruh pertama tahun ini meliputi emas, feronikel, bijih nikel, bauksit, hingga Chemical Grade Alumina (CGA). Dengan strategi alokasi pasar yang terstruktur, Antam mampu memaksimalkan potensi penjualan baik untuk kebutuhan ekspor maupun pemenuhan bahan baku industri pengolahan mineral di dalam negeri.
Emas masih menjadi salah satu komoditas andalan bagi PT Aneka Tambang Tbk. Berdasarkan data operasional perusahaan, penjualan emas Antam berhasil menembus angka 18.080 kilogram atau setara dengan 581.286 troy oz sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Angka penjualan yang tinggi ini turut didorong oleh performa pada kuartal II 2026, di mana perusahaan mencatat volume penjualan emas sebesar 9.615 kilogram atau sekitar 309.129 troy oz. Guna menjaga keberlanjutan produksi dan cadangan komoditas logam mulia ini, Antam secara aktif menjalankan kegiatan eksplorasi. Eksplorasi emas difokuskan di kawasan Pongkor, Jawa Barat. Berbagai aktivitas teknis dilakukan di wilayah tersebut, mulai dari pengeboran bawah tanah dan permukaan, pemetaan geologi, pengambilan sampel, pengujian geokimia, hingga analisis laboratorium. Selain itu, langkah strategis lain juga ditempuh dengan memperoleh tiga blok Penugasan Penyelidikan dan Penelitian dari Kementerian ESDM yang berlokasi di Jawa Timur.








