Peristiwa kebakaran hebat melanda gedung kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat (7/8) malam. Kobaran api yang dengan cepat merambat ke beberapa lantai memaksa Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan taktik khusus guna mempercepat proses pemadaman. Langkah paling signifikan dalam penanganan kebakaran ini adalah diterjunkannya armada taktis berupa Bronto Skylift untuk menjangkau area-area tinggi yang sulit dicapai oleh selang pemadam konvensional. Penggunaan teknologi ini menjadi faktor penentu dalam membatasi ruang gerak api di gedung bertingkat tersebut.
Bagaimana kronologi awal mula kebakaran di Gedung Bapenda DKI Jakarta?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari salah satu sudut di lantai atas gedung Bapenda DKI Jakarta pada Jumat (7/8) malam. Situasi di lapangan kemudian dengan cepat berubah mencekam saat api mulai membesar dan merambat turun ke lantai-lantai di bawahnya. Perambatan vertikal ke lantai yang lebih rendah ini membuat area yang terbakar menjadi lebih luas, sehingga membutuhkan penanganan taktis yang cepat dan terukur dari petugas pemadam kebakaran agar kerusakan tidak merusak seluruh struktur bangunan.








