goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Rekaman Drone Rusia Sasar Warga Sipil di Kherson Picu Kecaman Kejahatan Perang

Ding BalangDiterbitkan 5 Agu 2026 - 04.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rekaman Drone Rusia Sasar Warga Sipil di Kherson Picu Kecaman Kejahatan Perang
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Sebuah rekaman video yang dibagikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperlihatkan aksi pesawat tanpa awak (drone) milik pasukan Rusia yang melacak dan menyerang seorang warga sipil di wilayah Kherson, Ukraina selatan. Insiden ini memicu gelombang kecaman internasional setelah video tersebut beredar luas. Rekaman ini memperlihatkan momen menegangkan ketika sebuah drone pengintai membuntuti seorang pedagang sayur keliling di kawasan pasar dekat sebuah bundaran di Distrik Tavriiskyi, bagian utara Kherson. Lokasi peristiwa ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh tim verifikasi BBC Verify, yang memastikan bahwa serangan tersebut memang terjadi di area pasar di Kherson.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Korban dalam serangan drone tersebut diidentifikasi sebagai Yuriy, seorang pria berusia 52 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling. Dalam rekaman tersebut, Yuriy terlihat menyadari keberadaan drone yang mengintainya. Sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak sedang merekam atau membahayakan drone tersebut, Yuriy sempat mengacungkan beberapa siung bawang putih ke arah kamera drone. Meski telah berupaya menunjukkan identitasnya sebagai warga sipil biasa yang sedang berdagang, drone tersebut tetap melancarkan serangan. Yuriy berhasil selamat dari maut, namun ia harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan, guncangan otak atau konkusi, serta trauma psikologis yang mendalam.

Reaksi keras segera datang dari jajaran pemerintahan Ukraina. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut tindakan penyerangan menggunakan drone terhadap warga sipil ini sebagai bukti nyata dari taktik "safari" yang diterapkan oleh pasukan Rusia untuk memburu warga sipil di zona konflik. Senada dengan Zelensky, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengutuk keras peristiwa tersebut dan menyatakannya sebagai bentuk kejahatan perang yang sangat barbar. Di sisi lain, pemerintah Rusia secara konsisten membantah tuduhan bahwa mereka sengaja menargetkan warga sipil sejak awal invasi skala penuh yang diluncurkan pada Februari 2022. Namun, bukti-bukti visual seperti rekaman drone ini terus memperkuat tuduhan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh pasukan Moskow.

Baca Juga

Mengapa Pelabuhan Indonesia Menjadi Sorotan Amerika Serikat?

Mengapa Pelabuhan Indonesia Menjadi Sorotan Amerika Serikat?

Tindakan penyerangan terhadap warga sipil dengan menggunakan drone di wilayah Kherson ini juga mendapat perhatian serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam sebuah laporan yang dirilis PBB pada tahun 2025, disebutkan bahwa pasukan bersenjata Rusia telah berulang kali membunuh dan melukai warga sipil di kawasan tersebut dengan memanfaatkan teknologi drone. Lebih lanjut, PBB menegaskan bahwa tindakan mengunggah video yang memperlihatkan warga sipil dibunuh atau dilukai merupakan pelanggaran berat. Tindakan tersebut dikategorikan setara dengan kejahatan perang berupa penghinaan terhadap martabat pribadi korban. Laporan ini memperjelas adanya pola serangan sistematis menggunakan teknologi nirawak yang menyasar populasi non-kombatan di wilayah pendudukan maupun garis depan.

Konflik yang terus membara ini juga diiringi oleh serangkaian dinamika politik dan militer lainnya di tingkat regional. Di tengah situasi keamanan yang memburuk, Uni Eropa secara resmi memperpanjang masa perlindungan sementara bagi warga negara Ukraina selama satu tahun ke depan guna memberikan kepastian hukum bagi para pengungsi. Di sisi militer, Presiden Zelensky melakukan perombakan kepemimpinan dengan mencopot Oleksandr Syrskyi dari jabatannya sebagai komandan militer Ukraina dan menggantikannya dengan Mykhailo Drapatyi. Langkah ini diambil di tengah gejolak politik internal Kyiv. Selain itu, Ukraina juga terus menggalang dukungan internasional, termasuk saat Zelensky bertemu dengan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk untuk membahas hasil pertemuannya dengan Donald Trump serta kelangsungan hubungan bilateral antara Kyiv dan Warsawa.

Baca Juga

Truk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan Bergelombang

Truk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan Bergelombang

Upaya pertahanan Ukraina mendapat suntikan teknologi baru setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengumumkan pembagian teknologi perang elektronik bernama 'Stone Cloak' kepada Ukraina untuk menangkal ancaman drone. Sementara itu, ketegangan baru juga muncul di wilayah Laut Kaspia setelah Ukraina menyerang sebuah kapal militer Rusia di kawasan tersebut. Serangan ini memicu ketegangan diplomatik dengan Iran. Pihak Teheran sempat memanggil diplomat Ukraina menyusul serangan terhadap kapal komersial di Laut Kaspia yang menewaskan seorang pelaut. Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa Teheran akhirnya membatalkan rencana serangan balasan terhadap tiga target di Ukraina setelah adanya klaim permintaan maaf terkait insiden kapal di Laut Kaspia tersebut. Di sisi lain, ancaman senjata nirawak juga dirasakan di wilayah Rusia sendiri, seperti insiden jatuhnya sebuah drone yang meledak di pantai Arkhipo-Osipovka, Rusia Selatan, yang menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.

Meskipun berbagai bukti visual dan laporan PBB telah dipublikasikan, kepastian mengenai penegakan hukum internasional terhadap para pelaku kejahatan perang ini masih diselimuti ketidakpastian. Proses hukum di tingkat internasional membutuhkan penyelidikan mendalam yang sering kali terhambat oleh situasi perang yang masih berlangsung aktif. Bagi warga seperti Yuriy dan ribuan warga sipil lainnya di Kherson, ancaman dari langit berupa drone pengintai tetap menjadi teror nyata sehari-hari yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UkrainaRusiaVolodymyr ZelenskyKhersonKejahatan PerangDrone

Berita Terbaru Lainnya

Mengapa Pelabuhan Indonesia Menjadi Sorotan Amerika Serikat?Truk Boks Terguling di Interchange Karawang Barat Akibat Jalan BergelombangPerjalanan Emosional Putri Ayudya dan Kabar Kehamilannya Setelah Syuting Baby UdonDelapan Perusahaan Multifinance Terganjal Modal Minimum, Bagaimana Pengawasan OJK?Penyaluran Santunan TASPEN untuk Ahli Waris Petugas Pemadam Kebakaran DKI JakartaKredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67 Persen Mencapai Rp 9.081 TriliunPresiden Prabowo Akan Umumkan Langsung Stimulus Kendaraan ListrikBatasan Diri Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Sosial

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap