goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Polisi Ungkap Sindikat Pencurian dengan Kekerasan Berkedok Aplikasi Grindr di Medan

Joko PrabowoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 08.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Ungkap Sindikat Pencurian dengan Kekerasan Berkedok Aplikasi Grindr di Medan
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Aksi kejahatan jalanan dengan memanfaatkan platform digital kembali terjadi di Kota Medan. Polrestabes Medan berhasil mengungkap jaringan sindikat pencurian dengan kekerasan yang memanfaatkan aplikasi kencan Grindr untuk memancing dan menjebak korbannya. Kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima laporan resmi mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Pimpinan Gang Mawar, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan. Kejadian ini menyoroti kerentanan pengguna aplikasi kencan terhadap modus penipuan dan kekerasan fisik yang terencana.

Peristiwa bermula ketika korban memutuskan untuk menemui seseorang yang baru dikenalnya melalui aplikasi Grindr. Tanpa menaruh curiga, korban mendatangi lokasi pertemuan yang disepakati di kawasan Medan Perjuangan tersebut. Namun, alih-alih bertemu dengan kenalan baru, korban justru dihadang oleh sekelompok orang yang langsung melakukan tindakan intimidasi. Para pelaku melontarkan tuduhan tak berdasar bahwa korban adalah seorang pengedar narkoba serta menuduhnya berniat melakukan hubungan sesama jenis di lokasi tersebut. Untuk memperkuat tekanan psikologis, para pelaku merekam aksi tersebut menggunakan kamera ponsel dan mengancam akan mengarak korban di hadapan warga sekitar jika tidak menuruti kemauan mereka.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Tekanan mental tersebut disertai dengan tindakan kekerasan fisik secara langsung. Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku, korban menderita luka-luka fisik yang cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya, termasuk luka di bibir, kepala, dada, tulang rusuk, serta telinga. Di bawah ancaman fisik dan psikis, para pelaku kemudian merampas barang berharga milik korban, berupa satu unit ponsel pintar iPhone 15 serta uang tunai sebesar Rp 350.000. Tidak berhenti di situ, para pelaku juga diduga menyalahgunakan identitas korban untuk mengajukan pinjaman online dengan nominal mencapai sekitar Rp 20 juta.

Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh jajaran kepolisian segera membuahkan hasil dengan ditangkapnya dua orang tersangka. Pelaku pertama yang diringkus adalah Willy Prayoga alias Gopal, yang diamankan oleh petugas pada Sabtu (1/8) dini hari. Penangkapan berikutnya dilakukan terhadap tersangka kedua, Syafriadi alias Kape, pada Minggu (2/8) malam. Dalam proses penangkapan Syafriadi, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur karena pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri dari kepungan polisi. Akibat tindakan tegas tersebut, Syafriadi dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengungkapan kasus ini, berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban penting terkait penanganan kasus sindikat perampokan berkedok aplikasi Grindr di Medan.

Baca Juga

Kondisi Banjir di Jalan Raya Kapten Yusuf Perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor

Kondisi Banjir di Jalan Raya Kapten Yusuf Perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor

Pertanyaan: Bagaimana modus operandi yang digunakan oleh sindikat ini untuk menjebak korban?

Sindikat ini bergerak dengan cara membuat profil di aplikasi Grindr untuk menarik perhatian korban. Setelah terjalin komunikasi, pelaku mengajak korban untuk bertemu di lokasi tertentu yang sudah mereka siapkan, dalam kasus ini di kawasan Jalan Pimpinan Gang Mawar, Medan Perjuangan. Begitu korban tiba di lokasi, pelaku lain yang sudah bersiap langsung mengepung korban. Mereka kemudian menggunakan taktik intimidasi berupa tuduhan palsu sebagai pengedar narkoba dan tuduhan ingin melakukan hubungan sesama jenis. Pelaku juga merekam korban dan mengancam akan mempermalukannya dengan mengarak korban ke warga setempat agar korban menyerah dan menyerahkan barang berharganya.

Pertanyaan: Siapa saja pelaku yang telah ditangkap oleh Polrestabes Medan?

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang tersangka yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pencurian dengan kekerasan tersebut. Tersangka pertama adalah Willy Prayoga alias Gopal yang ditangkap pada Sabtu (1/8) dini hari. Tersangka kedua adalah Syafriadi alias Kape yang ditangkap pada Minggu (2/8) malam. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap Syafriadi karena yang bersangkutan mencoba melawan petugas dan melarikan diri saat proses penangkapan berlangsung, sehingga ia harus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga

Target Perdagangan Indonesia dan Thailand Capai 20 Miliar Dolar AS pada 2030

Target Perdagangan Indonesia dan Thailand Capai 20 Miliar Dolar AS pada 2030

Pertanyaan: Apa saja kerugian yang diderita oleh korban akibat kejahatan ini?

Korban mengalami kerugian secara materiil berupa hilangnya satu unit telepon genggam jenis iPhone 15 serta uang tunai sejumlah Rp 350.000 yang dirampas langsung oleh pelaku di lokasi kejadian. Selain itu, terdapat kerugian finansial lain yang saat ini masih didalami, yaitu dugaan penggunaan identitas korban oleh para pelaku untuk mengajukan pinjaman online sebesar kurang lebih Rp 20 juta. Di samping kerugian materiil, korban juga mengalami luka fisik di bagian bibir, kepala, dada, tulang rusuk, dan telinga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sindikat tersebut.

Pertanyaan: Apakah masih ada pelaku lain yang diburu oleh pihak kepolisian?

Ya, penanganan kasus ini belum sepenuhnya selesai karena kepolisian meyakini aksi ini dilakukan oleh sebuah sindikat terstruktur. Polrestabes Medan menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku lain yang saat ini statusnya telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memburu anggota sindikat yang tersisa guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pencurianPolrestabes MedankriminalitasGrindr

Berita Terbaru Lainnya

PM Thailand Tawarkan 36 Rantis Amfibi Lapis Baja untuk Korps Marinir IndonesiaMengapa Timnas Indonesia Kalah Telak dari Vietnam di Piala AFF 2026? Ini Penjelasan Rizky RidhoIndonesia dan Thailand Sepakat Dorong Perdamaian di MyanmarKondisi Banjir di Jalan Raya Kapten Yusuf Perbatasan Kota dan Kabupaten BogorTarget Perdagangan Indonesia dan Thailand Capai 20 Miliar Dolar AS pada 2030Ekosistem Keuangan BNI Mudahkan Mahasiswa Indonesia di Hong KongMengenal Culling Game dan Rencana Kenjaku di Jujutsu KaisenRute Penerbangan Baru Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket Disambut Prabowo dan PM Thailand

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap